Bupati Perdie : Musim Kemarau Rawan dengan Karhutla

- Jurnalis

Rabu, 6 September 2023 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mura Perdie M Yoseph saat diwawancarai  wartawan. (1tulah.com)

Bupati Mura Perdie M Yoseph saat diwawancarai wartawan. (1tulah.com)

1tulah.com, Puruk Cahu – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bukan hanya berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat.

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Murung Raya, merupakan kejadian yang berulang-ulang setiap tahunnya, terutama pada musim kemarau.

Bupati Mura Perdie M Yoseph mengatakan, di Kabupaten Murung Raya saat musim kemarau panjang, sangat rawan dan rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan serta pekarangan masing-maisng.

Namun, kata Bupati, hal Ini bisa ditekan melalui kesadaran masyarakat.
“Hal Ini bisa kita tekan sedemikian rupa dengan kesadaran secara priibadi, supaya kita tidak membakar lahan yang ada, termasuk lahan pertanian dan perkebunan. Harapannya supaya wilayah Murung Raya bebas kabut asap seperti pernah kita rasakan pada tahun 2015 lalu sehingga tidak terjadi lagi,” kata Bupati, Selasa (5/09/2023) diwawancarai wartawan usai melantik dan mengukuhkan penggurus Karang Taruna.

Baca Juga :  Siap Kerja Mura Resmi Diluncurkan, Pencari Kerja Lebih Mudah

Menurutnya, imbauan ini sangat penting dan mendesak tidak hanya melalui sosialisasikan agar masyarakat tau, tapi dengan kesadaran tinggi supaya kabut asap bisa kita cegah dan antisipasi. “Sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat kabut asap berkepanjangan,” imbuhnya.

Baca Juga :  PT Indomuro Kencana Cepat Tanggap Berkontribusi dalam Penanganan Karhutla

Diketahui Karhutla ini masih menjadi permasalahan yang serius di Kabupaten Murung Raya.

Perilaku membakar hutan untuk mencari keuntungan jangka pendek ini harus dihentikan, hal terpenting dalam proses ini adalah meninggalkan kebiasaan dan perilaku tersebut dan mengembangkan paradigma baru mengenai pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan dan melindungi kelestarian lingkungan dan keanekaragaman yang dimilikinya. (sir).

Berita Terkait

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Ketua TP PKK: Hidup Sehat Dimulai Sejak Dini
Uji Kebugaran ASN Seruyan Di Peringatan Ke-43 Haornas
Perubahan APBD 2026 Kalteng Difokuskan untuk Perkuat Pelayanan Dasar dan Ekonomi Masyarakat
Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat, 10.700 Personel dan 6 Helikopter Disiagakan
Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
DPRD Soroti Pencegahan Karhutla, Nina Rusnita Minta Desa Perkuat Deteksi Dini
PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Sabtu, 12 September 2026 - 09:13 WIB

Ketua TP PKK: Hidup Sehat Dimulai Sejak Dini

Sabtu, 12 September 2026 - 08:56 WIB

Uji Kebugaran ASN Seruyan Di Peringatan Ke-43 Haornas

Sabtu, 12 September 2026 - 08:24 WIB

Perubahan APBD 2026 Kalteng Difokuskan untuk Perkuat Pelayanan Dasar dan Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat, 10.700 Personel dan 6 Helikopter Disiagakan

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:30 WIB

DPRD Soroti Pencegahan Karhutla, Nina Rusnita Minta Desa Perkuat Deteksi Dini

Kamis, 10 September 2026 - 18:09 WIB

PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

Berita Terbaru