Legislator ini Usul Pemkab Barut Bangun Sarana Kerajinan Tangan

- Jurnalis

Selasa, 22 Agustus 2023 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rosi Wahyuni SH, anggota DPRD Barito Utara.Foto.Delia/1tulah.com

Rosi Wahyuni SH, anggota DPRD Barito Utara.Foto.Delia/1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh – Kerajinan tangan masyarakat Kabupaten Barito Utara (Barut) provinsi Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat kecamatan Gunung Purei, banyak diminati oleh pembeli dari luar daerah Kalimantan Tengah (Kalteng).

Melihat besarnya potensi yang ada, anggota DPRD Barut, Rosi Wahyuni menyarankan pemerintah daerah perlu membuat wadah atau canter, untuk Menampung dan menjual hasil kerajinan tangan masyarakat.

Hal itu dilakukan guna membantu masyarakat pengrajin anyaman rotan di daerah ini, sehingga harga jual produk anyaman rotan yang mereka hasilkan bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi lagi.

“Sekarang jaman now, untuk membantu memasarkan produk-produk anyaman rotan khas Barito Utara bisa menggunakan media sosial,” kata Rosi, Selasa 22 Agustus 2023.

Baca Juga :  Fenomena Antrean BBM di Kalteng: DPRD Soroti Kepanikan Warga dan Kendala Distribusi

Kerajinan tangan terbuat dari bahan baku rotan, diolah menjadi tas dan dompet dengan warna-warni banyak di borong oleh salah satu pihak (pengepul) dari Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalilmantan Selatan (Kalsel).

Sementara untuk proses pembuatan dan pewarnaan para pengrajin ini masih menggunakan cara tradisional. Menggunakan bahan alami seperti dedaunan yang direbus. Untuk membuat sebuah tas ukuran kecil dari anyaman rotan ini, bisa diselesaikan oleh warga dalam waktu satu hari.

Baca Juga :  Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Disampaikannya, bahwa harga jual ayam yang sudah berbentuk tas dan dompet tersebut, kalau di luar daerah seperti di Bali dan Jakarta bisa tembus sebesar Rp 500 ribu per buah. Tapi disini para pengrajin menjualnya kepada pengepul hanya seharga Rp 100 ribu per buah. Apabila membeli dalam jumlah banyak, bisa dapat dengan harga Rp 50 ribu per buah.

“Karena selisih harga ini sangat besar, jadi dengan adanya canter untuk penampungan dan penjualan hasil kerajinan ini, bisa mengangkat harga jual produk anyaman rotan yang diolah masyarakat kita,” tandasnya.(*)

 

Berita Terkait

Pelepasan Jemaah Haji Barito Utara Berlangsung Khidmat, Bupati Shalahuddin Sampaikan Pesan
Fakta Baru: Insiden Mano Pernah Tampar Ono di 2025, Menjadi Latar Belakang Kasus Pembunuhan di Perbatasan
Motif Sakit Hati Jadi Pemicu Pembunuhan Sadis di Perbatasan Kalteng-Kaltim
Polisi Tangkap Satu Lagi Pelaku Pembunuhan Keluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim
Perkuat Peran Fraksi di Parlemen, Silaturahmi DPRD Kalteng dan PKB
DPRD Barito Utara Sepakati Proyek Strategis Dijalankan Secara Multiyears
Perkuat Pengawasan! Komisi I dan II DPRD Kalteng Evaluasi LKPj APBD 2025
DPRD Barut Nilai Safari Jumat Bupati sebagai Wujud Kepedulian terhadap Infrastruktur Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:11 WIB

Pelepasan Jemaah Haji Barito Utara Berlangsung Khidmat, Bupati Shalahuddin Sampaikan Pesan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:28 WIB

Fakta Baru: Insiden Mano Pernah Tampar Ono di 2025, Menjadi Latar Belakang Kasus Pembunuhan di Perbatasan

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:01 WIB

Motif Sakit Hati Jadi Pemicu Pembunuhan Sadis di Perbatasan Kalteng-Kaltim

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:40 WIB

Polisi Tangkap Satu Lagi Pelaku Pembunuhan Keluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim

Kamis, 30 April 2026 - 21:46 WIB

Perkuat Peran Fraksi di Parlemen, Silaturahmi DPRD Kalteng dan PKB

Kamis, 30 April 2026 - 17:03 WIB

DPRD Barito Utara Sepakati Proyek Strategis Dijalankan Secara Multiyears

Kamis, 30 April 2026 - 15:09 WIB

Perkuat Pengawasan! Komisi I dan II DPRD Kalteng Evaluasi LKPj APBD 2025

Kamis, 30 April 2026 - 09:54 WIB

DPRD Barut Nilai Safari Jumat Bupati sebagai Wujud Kepedulian terhadap Infrastruktur Masyarakat

Berita Terbaru