Motif Sakit Hati Jadi Pemicu Pembunuhan Sadis di Perbatasan Kalteng-Kaltim

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers terkait kronologi pembunuhan di perbatasan Kalteng-Kaltim oleh Polres Barito Utara, Jumat (1/5). Foto-Ahya

Konferensi pers terkait kronologi pembunuhan di perbatasan Kalteng-Kaltim oleh Polres Barito Utara, Jumat (1/5). Foto-Ahya

1TULAH.COM, Muara Teweh – Kepolisian Resor Barito Utara mengungkap kronologi serta motif di balik kasus pembunuhan sadis terhadap satu keluarga yang terjadi di perbatasan Kalimantan Tengah–Kalimantan Timur. Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers sebagai bagian dari proses penanganan perkara.

Wakapolres Barito Utara, Krisistya A., melalui Kasat Reskrim AKP Ricky Hermawan menjelaskan bahwa pelaku berjumlah empat orang, dengan tiga di antaranya masih memiliki hubungan keluarga sebagai saudara kandung, serta satu lainnya merupakan ipar atau suami dari salah satu pelaku berinisial SA.

Diterangkan AKP Ricky, motif dari pembunuhan ini disebabkan awal mula adanya penutupan jalan oleh korban untuk keluar masuk ke lahan kebun milik pelaku, sehingga pelaku tidak dapat lagi keluar leluasa seperti biasanya.

Baca Juga :  Buntut Dugaan Pelecehan Seksual di Rutan Tamiang Layang, Anggota DPR RI Komisi XIII Langsung Bereaksi

Lalu, sebelum hari kejadian, para pelaku ini mendatangi pondok korban untuk meminta penjelasan alasan kenapa dilakukan penutupan.

“Di hari Jumat itu, pelaku dan korban ini terjadi cekcok, di situ korban mencaci maki orang tua pelaku. Akhirnya, di situ dua pelaku ini menghubungi keluarganya yang mana itu adalah dua pelaku lain inisial PS dan MN untuk membantu permasalahan ini. Saat itu lah, para pelaku ini hari Minggu datang dan melakukan pembunuhan berencana ini,” jelas AKP Ricky.

Baca Juga :  LPB Hatapa Perkuat UMKM Binaan Tingkatkan Kualitas Lewat Pelatihan GMP

Lebih lanjut, AKP Ricky menjelaskan permasalahan ini sebenarnya sudah lama diantara pelaku dan korban, dan sudah pernah dimediasi di Polsek Teweh Timur.

“Jadi sebenarnya motif itu memang terjadi karena sakit hati disebabkan caci makian oleh salah satu korban, tidak ada karena perebutan lahan atau seperti yang disebarkan di media sosial,” kata AKP Ricky Hermawan.(*)

Penulis : Yehezkiel

Editor : Dadang Hardiwan

Berita Terkait

Polisi Tangkap Satu Lagi Pelaku Pembunuhan Keluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim
Imigrasi Amankan 16 WNA di Sukabumi Terkait Dugaan Love Scamming, Segera Dideportasi!
Noel Ancam Gugat KPK Rp 300 Triliun! Satu Rupiah Pun Tidak Akan Saya Ambil, Semua buat Buruh
Bupati Shalahuddin Borong Tiga Penghargaan di Rakorda Bangga Kencana Kalteng
Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum
Satresnarkoba Polres Barut Berhasil Amankan Kasus Narkotika di Lanjas
Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Bupati Shalahuddin Tekankan Otonomi Daerah sebagai Kunci Masa Depan Indonesia Emas
Buntut Dugaan Pelecehan Seksual di Rutan Tamiang Layang, Anggota DPR RI Komisi XIII Langsung Bereaksi

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:01 WIB

Motif Sakit Hati Jadi Pemicu Pembunuhan Sadis di Perbatasan Kalteng-Kaltim

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:40 WIB

Polisi Tangkap Satu Lagi Pelaku Pembunuhan Keluarga di Perbatasan Kalteng-Kaltim

Jumat, 1 Mei 2026 - 03:15 WIB

Imigrasi Amankan 16 WNA di Sukabumi Terkait Dugaan Love Scamming, Segera Dideportasi!

Kamis, 30 April 2026 - 06:17 WIB

Noel Ancam Gugat KPK Rp 300 Triliun! Satu Rupiah Pun Tidak Akan Saya Ambil, Semua buat Buruh

Rabu, 29 April 2026 - 11:52 WIB

Bupati Shalahuddin Borong Tiga Penghargaan di Rakorda Bangga Kencana Kalteng

Rabu, 29 April 2026 - 05:43 WIB

Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Selasa, 28 April 2026 - 17:24 WIB

Satresnarkoba Polres Barut Berhasil Amankan Kasus Narkotika di Lanjas

Senin, 27 April 2026 - 18:24 WIB

Peringati Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026, Bupati Shalahuddin Tekankan Otonomi Daerah sebagai Kunci Masa Depan Indonesia Emas

Berita Terbaru