Pasar Ekstrem Tomohon Tidak Lagi Menjual Daging Anjing dan Kucing, Pencinta Hewan:Hendaknya Diikuti Pula oleh Daerah Lain

- Jurnalis

Minggu, 23 Juli 2023 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frank Delano Manus, program manager Animal Friends Manado Indonesia (AFMI) memperlihatkan lima ekor anak anjing yang dilahirkan dari induk yang diselamatkan saat hamil dari pasar ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara, 11 Maret 2020. (Foto: Yoanes Litha/VOA)

Frank Delano Manus, program manager Animal Friends Manado Indonesia (AFMI) memperlihatkan lima ekor anak anjing yang dilahirkan dari induk yang diselamatkan saat hamil dari pasar ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara, 11 Maret 2020. (Foto: Yoanes Litha/VOA)

1TULAH.COM-Pasar hewan Tomohon di Sulawesi Utara dikenal merupakan pasar yang menjual beragam daging hewan yang tak lazim untuk konsumsi manusia, seperti anjing dan kucing.

Sekarang pasar akstrem ini sudah secara resmi tidak menyediakan lapak bagi penjual hewan-hewan peliharaan, terutama kucing dan anjing. Dengan tidak lagi menjual daging anjing dan kucing, maka Pasar Tomohon ini telah berkonstribusi dalam penyelematan hewan-hewan peliharaan tersebut dari nafsu dan selera manusia yang tak terkontrol.

Para aktivis pencinta hewan pun berharap hal ini juga diikuti pula oleh pasar-pasar di daerah lainnya di Indonesia ini yang masih menjual daging anjing dan kucing sebagai lauk pauk.

Pasar daging hewan di Tomohon, Sulawesi Utara memutuskan menghentikan penjualan daging anjing dan kucing setelah bertahun-tahun mendapat tekanan para aktivis untuk menghentikan perdagangan dan metode penyembelihannya yang dianggap brutal, menurut para juru kampanye.

Daging anjing dan kucing sering kali dijadikan menu masakan bersama kelelawar, tikus, ular, dan monyet di Pasar Ekstrem Tomohon. Pasar tersebut terkenal dengan ragam kulinernya yang tak biasa hingga larangan diberlakukan pada Jumat (21/7/2023).

Baca Juga :  Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

Pasar Tomohon akan mejadi pasar pertama di Tanah Air yang tidak menjual anjing dan kucing, menurut kelompok pemerhati hak-hak hewan, Humane Society International (HSI).

HIS menyebut larangan itu sebagai “kesepakatan bersejarah yang akan menyelamatkan ribuan hewan dari dipukul dan dibakar sampai mati untuk konsumsi manusia.”

Indonesia masih menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang masih mengizinkan penjualan daging anjing dan kucing karena tradisi dan budaya setempat.

Enam pedagang daging anjing dan kucing yang tersisa di pasar menandatangani perjanjian untuk menghentikan penjualan tersebut. Wali Kota Tomohon menandatangani undang-undang larangan perdagangan di masa depan di pasar, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

“Dampaknya akan sangat luas, menutup bisnis bagi jaringan luas para pedagang, pencuri anjing, dan penjagal,” kata Lola Webber, Direktur Kampanye HSI untuk mengakhiri perdagangan daging anjing.

“Kami berharap kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan menetapkan standar,” ujarnya.

Kelompok hak asasi mengatakan perjanjian itu berpotensi menyelamatkan nyawa ribuan anak anjing di pulau itu, di mana sebanyak 130.000 disembelih setiap tahun.

Baca Juga :  Polisi Tangkap DPO Penipuan Rekrutmen ASN Palsu di Kalimantan Tengah

Kehadiran pasar ekstrem menuai kritik luas dari para aktivis terkait metode yang digunakan para pedagang untuk menyembelih hewan, seperti pemukulan, menggantung dan membakar bulu saat mereka masih hidup.

Seruan itu meningkat setelah kelompok pertama wabah virus corona pada 2020 dikaitkan dengan pasar basah di Kota Wuhan di China, memicu kekhawatiran di tempat lain bahwa virus berpindah dari hewan ke manusia.

HSI dan kelompok HAM lokal juga berusaha menghentikan perdagangan untuk mencegah penyebaran virus rabies yang mematikan itu.

Elvianus Pongoh, salah satu penjual di Tomohon selama 25 tahun, mengatakan waktu yang tepat untuk mengakhiri perdagangan.

“Saya mungkin telah membantai ribuan anjing. Sesekali saya melihat ketakutan di mata mereka… saat saya datang untuk mereka, dan itu membuat saya merasa tidak enak,” katanya dalam siaran pers HSI.

“Saya tahu larangan ini yang terbaik untuk hewan dan juga yang terbaik untuk melindungi masyarakat,” tukasnya. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

Berita Terkait

Sukses Tekan Stunting, Murung Raya Sabet Tiga Penghargaan Tingkat Provinsi
Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum
Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP
Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal
Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas
Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:40 WIB

Sukses Tekan Stunting, Murung Raya Sabet Tiga Penghargaan Tingkat Provinsi

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang

Selasa, 28 April 2026 - 16:39 WIB

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Selasa, 28 April 2026 - 11:57 WIB

Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas

Selasa, 28 April 2026 - 06:08 WIB

Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Selasa, 28 April 2026 - 02:54 WIB

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru