Kelaparan Global Mengancam, Berikut Langkah Memerangi Kerawanan Pangan

- Jurnalis

Sabtu, 10 Desember 2022 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak Afrika menadah beras sebagai simbol kelaparan. [shutterstock]

Seorang anak Afrika menadah beras sebagai simbol kelaparan. [shutterstock]

1TULAH.COM-Krisis iklim yang terjadi secara global, akan berdampak serius pada katahanan pangan. Kondisi ini akan dirasakan secara nyata dalam beberapa tahun mendatang.

Oleh karenanya, butuh upaya serius dari seluruh Negara untuk mencarikan berbagai terobosan, guna memerangi kerawanan pangan. Salah satunya dengan mencari sumber pangan alternatif.

Organisasi Kesehatan Dunia menyebut, lebih dari setengah dari semua orang yang kekurangan nutrisi tinggal di Asia, dan jumlah orang yang menghadapi kelaparan secara global terus meningkat.

Hal ini diperburuk oleh efek jangka panjang dari pandemi, inflasi saat ini, dan tantangan lingkungan yang sedang berlangsung. Masalah global tersebut tentu tidak dapat diatasi tanpa praktik berkelanjutan dari berbagai pihak.

Permasalahn inilah yang membuat Herbalife Nutrition bersama dengan Herbalife Nutrition Foundation (HNF), melalui inisiatif Nutrition for Zero Hunger (NFZH), telah bergabung dengan The Global FoodBanking Network (GFN), sebuah organisasi nirlaba internasional yang bekerja untuk mengurangi kelaparan di hampir 50 negara.

Baca Juga :  Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kemitraan baru ini bertujuan untuk mengatasi tantangan global kelaparan, kerawanan pangan, dan malnutrisi. Selama periode dua tahun, GFN akan menerima hibah US$300.000 dari HNF untuk mengatasi masalah ini di wilayah dengan kebutuhan paling mendesak, khususnya Program Inkubator Bank Makanan di Asia Tenggara.

“Kegiatan ini tentunya akan mendukung program Inkubator Bank Makanan Asia Tenggara GFN, sebuah kampanye yang berfokus pada penghapusan kelaparan dan limbah makanan di masyarakat lokal melalui pengembangan bank makanan dan pengembangan kapasitas,” kata Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi.

Program ini menunjukkan bahwa bank makanan adalah komponen penting untuk mengatasi kelaparan yang berakar pada masyarakat yang mereka layani dan penting bagi sistem pangan yang tangguh, di mana akan didanai dengan fokus khusus di Indonesia dan Vietnam.

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Lebih lanjut ia mengatakan, kemitraan dengan The Global FoodBanking Network menandai langkah penting bagi kami untuk membantu mengatasi kelaparan dan kekurangan nutrisi di kawasan Asia Pasifik, yang melihat sekitar 375,8 juta orang menghadapi kelaparan pada tahun 2020.

“Hibah dan kemitraan ini tidak hanya akan membantu orang-orang yang paling membutuhkan nutrisi, tetapi juga akan memperkuat kemampuan The Global FoodBanking Network untuk menanggapi krisis kelaparan di tahun-tahun mendatang,” tambah Andam.

Dengan memberikan dukungan teknis, pendampingan, praktik terbaik, dan peluang kemitraan kepada bank makanan baru di daerah yang sangat membutuhkan, program ini menyiapkan bank makanan untuk sukses saat mereka berusaha melayani orang-orang yang menghadapi kelaparan. (Sumber:suara.com)

 

 

Berita Terkait

Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026
PT Indomuro Kencana Cepat Tanggap Berkontribusi dalam Penanganan Karhutla
Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:32 WIB

Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026

Selasa, 8 September 2026 - 13:17 WIB

PT Indomuro Kencana Cepat Tanggap Berkontribusi dalam Penanganan Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Berita Terbaru