Jangan Khawatir Tersesat di Tanah Suci, JCH Bisa Ditemukan dengan Gelang Identitas Haji

- Jurnalis

Kamis, 9 Juni 2022 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kode dan tanda tulisan di gelang identitas haji.foto suara.com

kode dan tanda tulisan di gelang identitas haji.foto suara.com

1TULAH.COM-Beragam masalah sering dialami oleh Jamaah Calon Haji (JCH) saat berada di tanah suci. Salah satunya yang paling sering terjadi adalah adanya jemaah tersesat dari rombongan.

Kondisi ini tentunya dapat menganggu agenda maupun tahapan-tahapan dalam pelaksanaan rukun Islam kelima ini. Hal ini akan lebih serius lagi jika yang tersesat itu adalah JCH yang sudah berusia sepuh.

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan seperti ini, para JCH diwajibkan menggenakan gelang khusus. Gelang identitas haji ini berukuran kecil, dan terbuat dari stainless steel. Gelang terlihat agak mencolok dan wajib dikenakan oleh para jemaah haji selama berada di Tanah Suci.

Lantas, apa saja fungsi gelang identitas haji tersebut?

  1. Menyimpan berbagai informasi terkait jemaah haji

Gelang sepanjang 20 sentimeter dan tebal 1,2 milimeter itu berisikan sejumlah informasi mengenai jemaah haji yang memakainya.

Tujuh Informasi yang tertera pada gelang tersebut antara lain:

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Tertulis nama jemaah haji pemakai gelang, misalnya Fulanan binti Fulan atau Fulanan bin Fulan. Setidaknya, ada tiga suku kata tertulis pada gelang itu.

Nomor kloter dan nomor Embarkasi, misalnya jemaah haji tersebut berada di Kloter 10 dari Embarkasi Jakarta – Pondok Gede, maka yang tertulis di gelang adalah Kloter 10-Embarkasi JKG.

Terdapat nomor paspor jemaah, hal tersebut dilakukan agar mudah melakukan pengecekan apabila ada hal-hal tertentu yang terjadi pada jemaah haji

Pada gelang tersebut ada tulisan bahasa Arab dengan latar belakang berwarna biru, yakni Al-Hajj al-Indunisi (Haji Indonesia)

Setelah tulisan Arab berlatar belakag warna biru, terdapat bendera Indonesia merah putih yang menunjukan jemaah haji tersebut berasal dari Indonesia

Ada tulisan JKT-1443H, yang maknanya adalah Jakarta tahun 1443 H. Jika dari embarkasi lain, akan tertulis SOC-1440 (Embarkasi Solo).

Nomor maktab untuk menunjukkan nomor tenda saat jemaah berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) serta di Makkah.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

 

  1. Memudahkan jika jemaah terpisah dari rombongan

Ibadah haji di Makkah diikuti oleh jutaan orang dari berbagai negara. Kondisi ini menjadi rawan karena seorang jemaah haji bisa saja tersesat atau terpisah dari rombongannya.

Saat itulah, gelang identitas tersebut terasa sekali manfaatnya. Hal itu karena terdapat informasi mengenai identitas di jemaah pada gelang tersebut sehingga petugas bisa dengan mudah mengembalikan jemaah yang tersesat tersebut ke lokasi pemondokan, berdasarkan informasi yang terdapat dalam gelang tersebut.

Selain gelang, Kementerian Agama juga membekali jemaah haji dengan kartu alamat hotel, kartu bus, dan kartu identitas perjalanan ibadah haji.

Demikian informasi mengenai fungsi gelang identitas haji yang wajib dipakai para jemaah selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. (Dikutip dari suara.com)

 

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terbaru