Barcelona Dikalahkan Rayo Vallecano, Ronald Koeman Langsung Dipecat

- Jurnalis

Kamis, 28 Oktober 2021 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1tulah.com, JAKARTA – Manajemen Barcelona memecat Ronald Koeman sebagai pelatih setelah Barcelona tumbang di kandang Rayo Vallecano 0-1 dalam laga pekan kesebelas Liga Spanyol di Stadion Vallecas, Rabu waktu setempat atau Kamis WIB.

Kekalahan atas Vallecanp itu membuat Barcelona berada di urutan kesembilan klasemen LaLiga, setelah hanya memenangkan empat dari 10 pertandingan.

“FC Barcelona telah membebaskan Ronald Koeman dari tugasnya sebagai pelatih tim utama. Presiden Klub, Joan Laporta memberi tahu tentang keputusan tersebut setelah kekalahan melawan Rayo Vallecano. Ronald Koeman akan mengucapkan selamat tinggal kepada para pemain pada Kamis (waktu setempat) di Ciutat Esportiva.”

Ronald Koeman

Barcelona mengalami kesulitan di Liga Champions musim ini, yang menyebabkan Koeman kehilangan posisinya setelah lebih dari satu musim bertugas.

Sebelumnya, Barcelona juga menelan kekalahan tandang 2-0 dari Atletico Madrid di LaLiga pada 3 Oktober.

Kekalahan 2-1 mereka dari Real Madrid di Nou Camp pada 24 Oktober menjadi kekalahan ketiga Koeman di El Clasico berturut-turut.

Usai pertandingan itu, pelatih asal Belanda itu menjadi sasaran kemarahan suporter sewaktu mereka merusak mobil Koeman ketika mencoba meninggalkan Camp Nou.

Usai dikalahkan Vallecano, Koeman mengatakan: “Itu (posisi liga Barcelona) mengatakan bahwa kami tidak baik.”

“Tim telah kehilangan keseimbangan dalam skuat, kehilangan pemain yang sangat efektif, itu terlihat. Dalam beberapa tahun terakhir, klub lain telah memperkuat tim setiap musim dan kami tidak, itu juga terlihat.”

Koeman ditunjuk menjadi pelatih Barcelona pada Agustus tahun lalu, dia membawa klub finish posisi ketiga di LaLiga musim lalu dan memenangkan Copa del Rey.

Namun, dia alami kesulitan di musim keduanya setelah kepergian Lionel Messi.

Nama-nama seperti Xavi Hernandez, pelatih timnas Belgia Roberto Martinez, pelatih Ajax Erik Ten Hag telah dikaitkan sebagai pengganti Koeman.

Kemenangan Vallecano atas Barcelona diawali oleh penyerang gaek eks Atletico Madrid, Radamel Falco, menjadi pencetak gol semata wayang dalam pertandingan itu yang juga diwarnai kegagalan Memphis Depay mengkonversi tendangan penalti untuk Barcelona.

Kekalahan membuat Barcelona tertahan di peringkat kesembilan klasemen dengan raihan 15 poin, di bawah Vallecano yang menduduki posisi kelima dengan 19 poin, demikian catatan laman resmi Liga Spanyol.

Baru tiga menit pertandingan berjalan, gawang Barcelona hampir kemasukan setelah Oscar Trejo memotong bola umpan tanggung dan langsung melepaskan tendangan dari tengah lapangan, beruntung kiper Marc-Andre ter Stegen mampu segera kembali ke sarangnya untuk menepis bola.

Barca baru mampu menciptakan peluang pada menit kesembilan, kala Depay merebut bola liar sapuan tak sempurna pertahanan Vallecano sebelum mengecoh satu bek lawan dan melepaskan tembakan, yang sayangnya masih belum menemui sasaran.

Falcao lantas menebar ancaman kembali pada menit ke-20 saat Falcao sukses mengecoh Eric Garcia, sayang tembakannya yang membentur mengenai Gerard Pique berhasil diamankan oleh Ter Stegen.

Akan tetapi sepuluh menit kemudian, Ter Stegen dibuat tak berkutik oleh Falcao yang mampu menghindari hadangan Pique saat menerima umpan terobosan dari Trejo, sebelum melepaskan sepakan melengkung yang bersarang ke area tiang jauh demi membuka keunggulan Vallecano.

Setelah unggul, Vallecano memilih langkah pragmatis dengan bermain bertahan dan membiarkan Barcelona menguasai bola tanpa satu pun peluang berarti tercipta hingga turun minum.

Barca memasuki babak kedua dengan inisiatif lebih menyerang sayang penyelesaian Nico Gonzalez menyelesaikan umpan terobosan Garcia masih menyamping di sisi gawang pada menit ke-50.

Lantas sembilan menit berselang gilirang Gonzalez mengirim umpan yang berusaha diselesaikan Sergio Aguero, tetapi kiper Stelo Dimitrievski mampu menepis tembakan penyerang Argentina itu.

Peluang terbaik Barcelona untuk menyamakan skor muncul pada menit ke-71 setelah wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran Esteban Saveljich terhadap Depay.

Sayangnya, Depay yang maju sebagai eksekutor gagal mencetak gol setelah tendangannya bisa ditebak Dimitrievski.

Pelatih Barcelona Ronald Koeman memasukkan Gavi dan Luuk de Jong demi membawa perubahan di lini serang, tetapi Barcelona masih sulit menciptakan gol hingga masa injury time yang berlangsung delapan menit.

Kans terbaik Barcelona menyamakan kedudukan muncul pada menit ke-92 saat Luuk de Jong lolos di sisi kanan dan menyontek bola, tetapi masih melambung di atas gawang.

Peluang terakhir dibuat Gavi pada menit ke-97, tetapi tembakannya di depan gawang masih belum menemui sasaran. Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan Pemain:

Rayo Vallecano (4-2-3-1): Stole Dimitrievski; Ivan Balliu, Esteban Saveljich, Alejandro Catena, Francisco Garcia; Oscar Valentin, Santiago Comesana; Isi Palazon, Oscar Trejo, Alvaro Garcia; Radamel Falcao.

Barcelona (4-3-3): Marc-Andre ter Stegen; Sergi Roberto, Gerard Pique, Eric Garcia, Jordi Alba; Nicolas Gonzalez, Sergio Busquets, Philippe Coutinho; Sergino Dest, Sergio Aguero, Memphis Depay. *

Sumber: Antara

 

Berita Terkait

Bungkam Timor Leste 3-0, Indonesia Jaga Asa Lolos Fase Gugur Piala AFF 2026
M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours
Phil Foden Teken Kontrak Baru, Maresca Siap Kembalikan Performa Terbaiknya
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi
Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara
Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Mengulang Memori Ikonik 1986 dan 1998

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:13 WIB

Bungkam Timor Leste 3-0, Indonesia Jaga Asa Lolos Fase Gugur Piala AFF 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:43 WIB

M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18 WIB

Phil Foden Teken Kontrak Baru, Maresca Siap Kembalikan Performa Terbaiknya

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:56 WIB

Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:04 WIB

Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Mengulang Memori Ikonik 1986 dan 1998

Berita Terbaru