Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 Jokowi akan menunjukkan ijazah pendidikannya, mulai dari SD hingga sarjana di sidang Roy Suryo. [Suara.com/Ari Welianto]

Presiden ke-7 Jokowi akan menunjukkan ijazah pendidikannya, mulai dari SD hingga sarjana di sidang Roy Suryo. [Suara.com/Ari Welianto]

1TULAH.COM-Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan hadir dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik dan polemik tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan dr Tifa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Dalam agenda persidangan kali ini, Jokowi berencana menunjukkan langsung seluruh dokumen asli ijazah pendidikannya, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga jenjang Sarjana.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pembuktian langsung guna menjawab serta menuntaskan polemik keaslian dokumen pendidikan yang selama ini dipersoalkan oleh para terdakwa dan sejumlah pihak.

Bawa Ijazah SD hingga UGM ke Ruang Sidang

Selain memperlihatkan bukti fisik dokumen, Jokowi juga akan menjelaskan secara mendetail riwayat perjalanan pendidikannya di hadapan majelis hakim. Hal ini mencakup pengalamannya saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada kurun waktu 1980–1985.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyampaikan bahwa dokumen ijazah tingkat SMA dan perguruan tinggi saat ini sudah berada di tangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai barang bukti. Sementara itu, ijazah SD dan SMP akan dibawa langsung oleh Jokowi ke persidangan.

Baca Juga :  Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

“Pak Jokowi rencananya akan meminta izin kepada majelis hakim untuk memperlihatkan ijazah SMA dan perguruan tinggi tersebut di ruang sidang. Dokumen itu nantinya dapat dilihat langsung oleh hakim, jaksa, penasihat hukum terdakwa, hingga pengunjung sidang,” ujar Rivai.

Skema Pengamanan Tiga Lapis dan Pembatasan Pengunjung

Kehadiran mantan Presiden RI ini membuat aparat keamanan memberlakukan pengamanan ekstra ketat di sekitar area PN Jakarta Timur.

Polres Metro Jakarta Timur telah menyiapkan skema pengamanan tiga lapis yang mencakup:

  1. Ring 1: Area dalam ruang persidangan.

  2. Ring 2: Lingkungan dalam kompleks gedung pengadilan.

  3. Ring 3: Area luar gedung dan akses jalan di sekitar pengadilan.

Guna menjaga ketertiban selama proses persidangan berlangsung, kapasitas pengunjung di dalam ruang sidang dibatasi maksimal 80 orang. Kesempatan untuk menyaksikan sidang terbuka bagi masyarakat umum, baik pihak yang mendukung maupun yang berseberangan.

Baca Juga :  Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar PN Jakarta Timur

Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional di sekitar lokasi persidangan yang diberlakukan mulai pukul 06.00 WIB.

Berikut penyesuaian arus kendaraan di sekitar PN Jakarta Timur:

  • Arus dari Klender: Kendaraan dari arah Klender melalui Jalan I Gusti Ngurah Rai yang menuju PN Jakarta Timur atau Kantor Wali Kota Jakarta Timur (khususnya yang melintasi flyover) dialihkan melalui jalur alternatif.

  • Arus dari Penggilingan: Kendaraan yang melintas dari arah Penggilingan menuju pengadilan diarahkan untuk melintasi kawasan Pasar Inpres.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta menggunakan jalur alternatif untuk meminimalisasi potensi penumpukan kendaraan di sekitar area pengadilan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru