Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu personel TNI AD tewas setelah helikopter Mi-17V5 yang ditumpanginya jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). (Foto dok tni)

Satu personel TNI AD tewas setelah helikopter Mi-17V5 yang ditumpanginya jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). (Foto dok tni)

1TULAH.COM-Duka mendalam menyelimuti korps TNI Angkatan Darat. Sebuah helikopter Mi-17V5 nomor registrasi HA-5235 milik TNI AD jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026). Insiden nahas ini merenggut nyawa satu prajurit TNI AD saat menjalankan misi kemanusiaan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Helikopter yang mengangkut delapan orang personel tersebut jatuh di perairan Pematang Limau, sekitar satu kilometer dari bibir pantai, pada pukul 11.18 WIB.

Kronologi Kejadian: Jatuh Saat Ambil Air Laut untuk Water Bombing

Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, helikopter berpangkalan di Bandara Kuala Pembuang tersebut lepas landas pada pukul 09.55 WIB menuju area Telaga Pulang. Penerbangan dipimpin oleh Mayor CPN Dudi selaku Pilot in Command (PIC) bersama kopilot Kapten CPN Hafiz untuk menjalankan misi penanggulangan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Baca Juga :  Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Musibah terjadi ketika armada udara tersebut tengah melakukan manuver pengambilan air laut (water bombing) guna memadamkan titik api yang membakar wilayah konservasi tersebut.

“Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk keperluan water bombing. TNI AD bersama tim gabungan langsung mengerahkan personel melalui jalur udara dan laut untuk mengevakuasi para kru,” ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Update Data Korban: 1 Meninggal, 5 Selamat, 2 Dalam Evakuasi

Dari total delapan personel yang berada di dalam helikopter Mi-17V5 tersebut, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi enam orang ke darat. Satu prajurit dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sedangkan lima orang lainnya berhasil diselamatkan dengan kondisi luka-luka.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dirujuk ke Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk mendapatkan tindakan medis darurat dan penanganan lebih lanjut.

Investigasi Penyebab Kecelakaan Masih Berlangsung

Pihak TNI AD menegaskan bahwa penyebab pasti jatuhnya helikopter buatan Rusia tersebut masih dalam proses penyelidikan menyeluruh oleh tim teknis.

Fokus utama TNI AD bersama instansi terkait saat ini adalah memaksimalkan operasi pencarian dua kru yang masih tertahan di lokasi serta memastikan perawatan terbaik bagi lima prajurit yang selamat.

Insiden ini menggarisbawahi besarnya risiko yang dihadapi para prajurit di lapangan dalam upaya penanggulangan karhutla nasional. Pemerintah sendiri terus mengerahkan puluhan armada udara dan puluhan ribu personel gabungan untuk mengatasi ancaman kebakaran hutan di berbagai titik rawan Indonesia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru