Wacana Jalur Kereta Api Kalimantan Kembali Mengemuka, DPRD Kalteng Dorong Masuk Proyek Strategis Nasional (PSN)

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari Foto:Dok/1tulah.com

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Rencana pembangunan jaringan jalur kereta api lintas Pulau Kalimantan mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Megaproyek moda transportasi rel ini diyakini akan menjadi kunci utama dalam mengintegrasikan antarwilayah sekaligus mendongkrak konektivitas ekonomi di seluruh kawasan Kalimantan.

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menyatakan bahwa jika wacana ini direalisasikan dan dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), maka akselerasi pembangunan infrastruktur di daerah akan melesat lebih cepat.

Membutuhkan Perencanaan Terukur dan Komitmen Pusat

Wacana pembuatan rute kereta api di Kalimantan sejatinya sudah bergulir sejak lama. Namun, untuk mewujudkan infrastruktur berskala raksasa yang menembus bentang alam Kalimantan, dibutuhkan perencanaan yang matang, kesiapan anggaran yang mumpuni, serta komitmen jangka panjang dari Pemerintah Pusat.

Ansyari menuturkan bahwa pergeseran orientasi kebijakan di tingkat nasional serta pergantian tampuk pemerintahan sering kali memengaruhi arah prioritas pembangunan infrastruktur.

“Kami menyambut baik apabila rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan kembali menjadi perhatian pemerintah. Jika nantinya masuk dalam PSN, tentu peluang percepatan realisasinya akan semakin besar karena menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional,” ujar Ansyari di Gedung DPRD Kalteng, Senin (8/6/2026).

Solusi Tekan Biaya Logistik dan Tingkatkan Daya Saing Daerah

Hingga saat ini, sistem distribusi barang dan mobilitas masyarakat di sebagian besar wilayah Kalimantan masih sangat bergantung pada transportasi darat melalui jalan raya serta angkutan perairan sungai. Keterbatasan ini acap kali memicu membengkaknya biaya operasional logistik serta durasi pengiriman yang lama, terutama untuk pasokan komoditas niaga dan bahan pokok.

Baca Juga :  Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Dampak Positif Jalur Kereta Api Lintas Kalimantan:

Sektor Kondisi Saat Ini (Tergantung Jalan & Sungai) Potensi Setelah Ada Kerreta Api
Biaya Logistik Tinggi akibat durasi tempuh dan risiko jalan rusak. Turun signifikan karena kapasitas angkut massal dan efisien.
Waktu Tempuh Rentan terhambat cuaca dan kemacetan/kerusakan jalan. Lebih cepat dan terukur sesuai jadwal perjalanan kereta.
Pemerataan Ekonomi Terpusat di koridor pesisir dan kota besar. Terintegrasi secara merata hingga wilayah pedalaman.
Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa keberadaan moda transportasi berbasis rel akan menjadi alternatif distribusi yang sangat efisien dan berkesinambungan.

“Kereta api dapat menjadi alternatif distribusi yang lebih efisien. Biaya pengangkutan barang berpotensi menurun, waktu tempuh menjadi lebih singkat, dan pasokan kebutuhan masyarakat bisa lebih lancar,” terangnya.

Dorong Kerjasama Lintas Provinsi demi Konektivitas Kalimantan

Kalimantan Tengah diprediksi menjadi salah satu wilayah yang paling diuntungkan jika jaringan kereta api terwujud. Selain memperlancar lalu lintas barang dan jasa, hadirnya jalur kereta api yang menghubungkan antarprovinsi di Pulau Kalimantan akan memperkuat hubungan dagang regional serta memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

Melalui dukungan penuh dari DPRD Kalteng, pemerintah daerah berharap Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus agar proyek perkeretaapian ini segera menemui titik terang.

“Infrastruktur tersebut dinilai mampu mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah di masa mendatang,” pungkas Ansyari. (Ingkit)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Berita Terbaru