1TULAH.COM-Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional terus merangkak naik. Kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari tingkat petani akibat cuaca kemarau berkepanjangan serta adanya masa transisi tanaman.
Rendahnya produksi cabai di sentra-sentra pertanian membuat pasokan ke pasar belum dapat kembali ke kondisi normal.
Efek Kemarau Panjang dan Transisi Tanaman
Teguh Suprapto, petani pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menjelaskan bahwa wilayahnya saat ini berada dalam periode pergantian musim tanam.
“Petani cabai di Banjarnegara sekarang memasuki masa transisi, dari tanaman yang sudah habis panen menuju tanaman yang menghadapi panen lagi. Tanaman yang baru ditanam belum banyak yang menghasilkan,” ungkap Teguh.
Selain faktor transisi tanaman, faktor cuaca ekstrem berupa kemarau panjang memicu krisis air di berbagai daerah sentra. Tanaman cabai mengalami penurunan produktivitas, bahkan tak sedikit yang rusak dan mengering lebih cepat.
Penjelasan senada disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi. Menurutnya, pergerakan harga cabai erat kaitannya dengan regenerasi tanaman yang tengah dilakukan petani.
“Petani sedang regenerasi tanaman. Yang lama menghabiskan sisa tanam, kemudian yang baru ini masih menunggu panen,” terang Gatot.
Rincian Kenaikan Harga Cabai di Tingkat Petani dan Pasar
Dampak dari berkurangnya pasokan membuat harga cabai mengalami penyesuaian signifikan, baik di tingkat produsen maupun konsumen.
1. Harga di Tingkat Petani
-
Cabai Rawit Merah: Kisaran Rp55.000 per kg
-
Cabai Merah Keriting: Kisaran Rp42.000 per kg
-
Cabai Rawit Hijau: Kisaran Rp32.000 per kg
2. Harga di Tingkat Konsumen (Studi Kasus Pasar Manis Purwokerto)
-
Cabai Merah Besar: Naik ke Rp60.000 per kg dari sebelumnya Rp55.000 per kg.
-
Cabai Rawit Merah: Mencapai Rp75.000 per kg, melonjak dari harga Rp72.500 per kg dalam dua pekan terakhir.
-
Cabai Merah Keriting: Naik menjadi Rp60.000 per kg dari harga Rp55.000 per kg sejak pertengahan September.
-
Cabai Rawit Hijau: Menyentuh angka Rp65.000 per kg, menguat dari posisi awal September yang berada di kisaran Rp55.000 per kg.
Proyeksi Pemulihan Pasokan
Pihak produsen memprediksi bahwa lonjakan harga ini berpotensi mereda seiring berjalannya masa panen tanaman baru. Teguh Suprapto memperkirakan pasokan cabai dari wilayah Banjarnegara dan sekitarnya akan mulai membaik secara bertahap pada bulan Oktober hingga November.
Meskipun demikian, untuk wilayah Banjarnegara bagian atas, waktu pemetikannya cenderung lebih lambat.
“Umur panennya di sini memang lebih lambat. Mungkin akhir Oktober mulai panen, kemudian Oktober-November akan semakin banyak,” pungkas Teguh.
Seiring dimulainya panen raya di berbagai daerah sentra pada kurun waktu tersebut, pasokan cabai diharapkan kembali stabil sehingga harga di pasaran dapat kembali terjangkau bagi masyarakat. (Sumber:Suara.com)

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)














![Presiden ke-7 Jokowi akan menunjukkan ijazah pendidikannya, mulai dari SD hingga sarjana di sidang Roy Suryo. [Suara.com/Ari Welianto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/11/jokowi-siap-hadir-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

