Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga yang tergabung sebagai pemilik lahan mengambil alih area perkebunan kelapa sawit seluas 1.731 hektare yang selama ini dikelola oleh PT Antang Ganda Utama (AGU)

Puluhan warga yang tergabung sebagai pemilik lahan mengambil alih area perkebunan kelapa sawit seluas 1.731 hektare yang selama ini dikelola oleh PT Antang Ganda Utama (AGU)

1TULAH.COM, Muara Teweh – Puluhan warga yang tergabung sebagai pemilik lahan mengambil alih area perkebunan kelapa sawit seluas 1.731 hektare yang selama ini dikelola oleh PT Antang Ganda Utama (AGU). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk sikap warga terkait persoalan pengelolaan dan pemenuhan hak atas lahan mereka.

Wakil Ketua Kelompok Tani Kebun Lolo, Desa Sikan, Kecamatan Montallat, Muhammad Rubis, mengatakan tindakan tersebut dilakukan setelah pihak perusahaan diduga tidak memenuhi kewajiban pembayaran bagi hasil atau Sisa Hasil Kebun (SHK) selama empat bulan berturut-turut sejak Mei 2026. Pernyataan itu disampaikan Rubis pada Kamis, 16 September 2026.

Pengambilalihan lahan ini dipicu oleh kekhawatiran warga terhadap tunggakan kredit perbankan.

Menurutnya, Sebanyak 76 anggota pemilik lahan terancam mengalami penyitaan aset oleh pihak bank pada akhir bulan ini akibat tidak adanya kucuran dana bagi hasil dari perusahaan untuk membayar angsuran rutin.

“Dasar pengambilalihan ini karena hak kami tidak dibayar selama empat bulan. Anggota kami ada sekitar 76 orang yang memiliki pinjaman di bank, dan pihak bank sudah memberi pemberitahuan bahwa lahan terancam disita akhir bulan ini jika tunggakan tidak diselesaikan,” ujarnya ditemui di lokasi.

Baca Juga :  APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Ditegaskannya, Mediasi Buntu dan Perusahaan Mangkir. Upaya penyelesaian sebenarnya telah ditempuh melalui beberapa tahapan, mulai dari menghadap Bupati setempat hingga memohon mediasi yang difasilitasi oleh Dinas terkait.

Namun, proses fasilitasi pemerintah daerah tidak membuahkan hasil karena pihak manajemen perusahaan dinilai tidak kooperatif dan kerap mangkir dari rapat koordinasi tindak lanjut.
Meskipun pada awalnya perusahaan sempat mengakui kewajiban pembayaran dan menyatakan kesiapan untuk melunasi, hingga batas waktu yang disepakati pada tanggal 15 lalu, tidak ada realisasi pembayaran maupun iktikad baik komunikasi dari manajemen PT AGU.

Padahal, laporan hasil produksi dan rekapitulasi SHK sebelumnya rutin dilaporkan oleh pihak perusahaan.
“Karena tidak ada komunikasi dan iktikad baik, kecil kemungkinan dana tersebut akan dibayarkan.

Daripada rugi berkepanjangan dan lahan disita bank, kami sepakat mengambil alih lahan ini demi menyelamatkan aset warga,” tegasnya.
Kerjasama pengelolaan lahan ini sebenarnya telah terjalin sejak awal tahun 2018 dan dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2026. Berbeda dengan skema kemitraan plasma konvensional (2 hektar per anggota), keanggotaan dalam kelompok ini didasarkan pada kepemilikan riil surat tanah warga, di mana luas kepemilikan tiap anggota bervariasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga pemilik lahan menyatakan akan terus menguasai dan mengelola area seluas 1.731 hektar tersebut sampai ada kejelasan dan penyelesaian konkrit terkait seluruh hak bagi hasil yang tertunggak dari pihak PT Antang Ganda Utama.

Baca Juga :  Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla

Hal yang sama juga diungkapkan wakil ketua kelompok tani kebun lolo, Nurhanuddin, hingga saat ini komonikasi dengan perusahaan terputus, bahkan WA telah diblokir.

“Wa kami diblokir dan hubungan terputus,”kata Nurhanuddin.

Hingga berita ini dinaikan, managemen PT.AGU masih belum bisa dihubungi. Menurut salah seorang satpam yang tidak mau disebut namanya,pimpinan sedang tidak berada ditempat.

“Surat ini akan kami sampaikan kepada pimpinan. Dan kebetulan saat ini pimpinan sedang tidak berada ditempat,”pungkasnya.(*)

Penulis : Yehezkiel

Editor : Dadang Hardiwan

Berita Terkait

Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan
Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla
APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga
PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta
Status Siaga Darurat, Barito Utara Hadapi 182 Kejadian Karhutla hingga Agustus
Pemkab Barut Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026
Wabup Barito Utara Ikuti Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II
15 Desa Masih Belum Nikmati Listrik, Barito Utara Kejar Penyelesaian 2027

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WIB

Diduga Tak Penuhi Kesepakatan, Warga Ambil Alih 1.731 Hektare Lahan Sawit PT AGU

Kamis, 17 September 2026 - 15:59 WIB

Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan

Rabu, 16 September 2026 - 00:15 WIB

Bupati dan Forkopimda Barut Turun Langsung Pantau Titik Api Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:12 WIB

APBD Perubahan 2026 Fokus pada Program Prioritas yang Berdampak bagi Warga

Kamis, 10 September 2026 - 18:09 WIB

PWI Barut Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Dewan Pers di Jakarta

Jumat, 4 September 2026 - 17:17 WIB

Status Siaga Darurat, Barito Utara Hadapi 182 Kejadian Karhutla hingga Agustus

Jumat, 4 September 2026 - 17:15 WIB

Pemkab Barut Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026

Jumat, 4 September 2026 - 17:11 WIB

Wabup Barito Utara Ikuti Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Kalimantan Batch II

Berita Terbaru

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa(PKB) H Paramana Setiawan saat memberikan tangganapn di paripurna (Dadang Hardiwan)

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul

DPRD BARUT

Ini Sejumlah Harapan Fraksi PKB untuk APBD Tahun Anggaran 2026

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:05 WIB

Bupati erius mendengarkan penjelasan kabid kedaruratan dan logistik, Rizali Hadi, S.Sos

Muara Teweh

Bupati Shalahuddin Tinjau Kembali Lokasi Karhutla di Teweh Selatan

Kamis, 17 Sep 2026 - 15:59 WIB