1TULAH.COM, DPRD BARUT – Upaya mencegah munculnya kabut asap di tengah musim kemarau menjadi perhatian DPRD Kabupaten Barito Utara. Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas pembakaran lahan maupun hutan yang berpotensi memicu kebakaran dan berdampak terhadap kualitas udara, Kamis, 20 Agustus 2026.
Anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi PPP, Gun Sriwitanto, S.H., menyampaikan imbauan tersebut saat ditemui di kantornya. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.
Menurutnya, kondisi musim kemarau perlu diantisipasi bersama. Pembakaran lahan untuk keperluan berkebun maupun berladang dikhawatirkan dapat memicu kebakaran yang kemudian menghasilkan asap dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Barito Utara, khususnya yang hendak berkebun, berladang agar jangan membakar lahan atau hutan dulu untuk sementara waktu,” ujarnya.
Ia mengatakan pencegahan perlu dilakukan sejak awal agar persoalan asap tidak semakin meluas. Terlebih, kualitas udara di Muara Teweh berdasarkan data pemantauan yang ditampilkan pada 19 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB berada pada angka AQI 176.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah turut aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan masker, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Barito Utara, khususnya pemerintah daerah agar memberikan imbauan kepada masyarakat supaya anak-anak sekolah memakai masker, masyarakat memakai masker,” katanya.
Selain pemerintah, GUN juga mendorong pemuda ikut terlibat dalam upaya perlindungan masyarakat.
Menurutnya, pemuda dapat mengambil peran dengan membantu membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di luar rumah, terutama anak-anak sekolah.
“Syukur-syukur pemuda bisa membantu atau membagikan masker-masker untuk masyarakat yang melintas, terutama bagi anak-anak sekolah,” tuturnya.
GUN juga meminta Dinas Pendidikan memperhatikan kondisi kualitas udara dalam menentukan kegiatan belajar mengajar.
Jika kondisi udara semakin tidak mendukung, ia menyebut opsi meliburkan sekolah sementara dapat dipertimbangkan sebagai langkah perlindungan bagi para siswa.
“Kalau memang memungkinkan, untuk Kepala Dinas Pendidikan, kalau memang memungkinkan, bisa untuk diliburkan sementara waktu,” ujarnya.
Ia berharap seluruh masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan selama kondisi kemarau. Menurutnya, langkah pencegahan tersebut penting agar Barito Utara terhindar dari bencana asap yang dapat berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.(*)
Penulis : Yehezkiel
Editor : Dadang Hardiwan

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)









![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

