Kemenhut Perkuat Sistem Deteksi Dini Karhutla di Kalsel, 73 Titik Hotspot Terdeteksi

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut. [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]

Ilustrasi. Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut. [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]

1TULAH.COM-Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperketat sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Langkah ini dilakukan melalui peningkatan pemantauan titik panas (hotspot) serta penguatan koordinasi bersama para pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

Penguatan pengawasan ini krusial mengingat masuknya puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan hutan dan lahan produksi.

Temuan 73 Titik Hotspot di Areal PBPH Kalimantan Selatan

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) memanfaatkan data satelit NASA-NOAA20 per 12 Agustus 2026, tercatat sebanyak 73 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan (confidence) kategori medium tersebar di wilayah Kalsel.

Dari total temuan tersebut, sebanyak 14 titik panas teridentifikasi berada di dalam kawasan PBPH, dengan rincian:

  • PT Inhutani I Unit Pelaihari: 6 titik panas

  • PT Dwima Intiga: 6 titik panas

  • PT Hutan Rindang Banua: 1 titik panas

  • PT Prima Multibuana: 1 titik panas

Seluruh informasi data titik panas tersebut telah diteruskan kepada manajemen pemegang izin PBPH terkait agar segera melakukan Groundcheck atau verifikasi faktual di lapangan.

Baca Juga :  Manuver Hukum Eks Jampidsus Riskan Alihkan Perhatian Publik dari Substansi Perkara

BPHL Wilayah XI Banjarbaru Minta Pemegang Izin Respon Cepat

Sebagai unit pelaksana teknis di daerah, Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XI Banjarbaru memantau pergerakan hotspot secara berkala di areal kerja PBPH. Kepala BPHL Wilayah XI Banjarbaru, Wahyu Nurhidayat, menegaskan bahwa keberadaan hotspot merupakan instrumen sistem peringatan dini (early warning system).

“Setiap titik panas yang teridentifikasi di dalam areal kerja PBPH perlu segera diverifikasi di lapangan. Informasi hotspot merupakan bagian dari sistem peringatan dini agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sejak tahap awal,” tegas Wahyu, Minggu (16/8/2026).

Wahyu juga meluruskan bahwa kemunculan hotspot adalah indikator anomali suhu permukaan bumi dan tidak secara otomatis mengindikasikan telah terjadi kebakaran aktif. Meski begitu, kewaspadaan tinggi tetap menjadi prioritas utama.

“Prinsipnya, jangan menunggu api membesar. Ketika terdapat informasi hotspot di dalam atau di sekitar areal kerja, segera lakukan pengecekan. Jika ditemukan indikasi kebakaran, lakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Implementasi Kebijakan Menhut: Cegah Karhutla Berbasis Data

Langkah responsif BPHL Wilayah XI Banjarbaru ini sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menekankan pentingnya perlindungan hutan berbasis data akurat serta kolaborasi multipihak.

Pencegahan karhutla tak lagi berfokus pada pemadaman saat api sudah meluas, melainkan pada kemampuan mendeteksi ancaman sejak dini. Oleh karena itu, para pemegang PBPH diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui:

  • Penguatan intensitas patroli darat secara teratur.

  • Kesiapan personel Satgas Karhutla di lapangan.

  • Kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) pemadam kebakaran.

  • Percepatan respons atas laporan hotspot maupun aduan masyarakat.

Pemantauan satelit hanyalah pintu awal dari rangkaian prosedur mitigasi. Kecepatan verifikasi lapangan dan koordinasi antarpengelola kawasan yang terhubung secara spasial menjadi penentu utama kelestarian hutan Kalsel dari ancaman karhutla. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Manuver Hukum Eks Jampidsus Riskan Alihkan Perhatian Publik dari Substansi Perkara
Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026
Potensi Melimpah Belum Tersentuh, DPRD Kalteng Dorong Pemerintah Pusat Maksimalkan Hilirisasi Komoditas Lokal
Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya
Pasca-Gempa Magnitudo 7,7 Flores: Waspada Informasi Hoaks dan Pahami Arahan Resmi BMKG
Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Kemenhut Perkuat Sistem Deteksi Dini Karhutla di Kalsel, 73 Titik Hotspot Terdeteksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:37 WIB

Manuver Hukum Eks Jampidsus Riskan Alihkan Perhatian Publik dari Substansi Perkara

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Potensi Melimpah Belum Tersentuh, DPRD Kalteng Dorong Pemerintah Pusat Maksimalkan Hilirisasi Komoditas Lokal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Pasca-Gempa Magnitudo 7,7 Flores: Waspada Informasi Hoaks dan Pahami Arahan Resmi BMKG

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Berita Terbaru

Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026

Berita

Bupati Heriyus Kukuhkan Anggota Paskibra Murung Raya 2026

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:40 WIB