Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Sejumlah aktivis menggelar Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ilustrasi - Sejumlah aktivis menggelar Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Wakil Koordinator Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, didiagnosis mengalami severe anxiety atau gangguan kecemasan berat. Kondisi psikologis tersebut diungkapkan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan dipaparkan langsung oleh Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya.

Diagnosis medis ini pertama kali disampaikan oleh tim dokter di hadapan persidangan militer pada Juni 2026 lalu.

Ketidakpastian Hukum Jadi Pemicu Utama Severe Anxiety

Menariknya, gangguan kecemasan berat yang dialami Andrie bukan dipicu langsung oleh trauma fisik akibat aksi penyerangan air keras yang menimpanya. Dimas Bagus Arya menjelaskan bahwa kondisi psikologis Andrie memburuk akibat ketidakpastian proses hukum yang sedang berjalan.

“Andrie didiagnosis mengalami severe anxiety atau kecemasan berlebih bukan akibat proses serangan terhadap dirinya, melainkan akibat proses penyelesaian hukum yang tidak menentu. Waktu itu prosesnya masih berjalan di pengadilan militer dan ada upaya untuk mendatangkan Andrie sebagai saksi korban,” ujar Dimas dalam konferensi pers di Kantor KontraS, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga :  Gempa Dahsyat M 7,4 Guncang Kolombia: 111 Orang Tewas, Bencana Nasional Ditetapkan

Saat ini, tim psikiater dan psikolog dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) masih terus melalukan asesmen berkala untuk memantau perkembangan kesehatan mental Andrie.

Perkembangan Fisik: Rawat Jalan dan Fisioterapi

Selain penanganan psikologis, kondisi fisik Andrie Yunus juga terus mendapat perhatian medis secara intensif. Setelah melewati rentang waktu lebih dari 150 hari (mendekati lima bulan) sejak insiden penyiraman air keras, Andrie kini sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan.

Untuk memulihkan fungsi tubuhnya, Andrie diwajibkan mengikuti program fisioterapi secara rutin.

  • Pemeriksaan Psikologis: Asesmen berkala dari tim dokter dan psikiater RSCM.

  • Pemulihan Fisik: Fisioterapi intensif untuk mengembalikan fungsi motorik dan gerak tubuh agar ia dapat beraktivitas mandiri.

Catatan Medis: 7 Operasi Besar dalam 5 Bulan

Serangan air keras tersebut memberikan dampak cedera fisik yang sangat serius bagi Andrie. Pada masa awal penanganan medis, dokter mencatat kerusakan fisik yang signifikan pada tubuh korban:

  • Luka bakar: Mencapai 24 persen di seluruh bagian tubuh sebelah kanan.

  • Kerusakan mata: Mencapai 44 persen pada bagian kornea mata kanan.

Baca Juga :  Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Untuk mengatasi dampak kerusakan jaringan tersebut, tim medis RSCM telah melakukan serangkaian tindakan bedah mayor. Hingga Agustus 2026, Andrie tercatat telah menjalani 7 kali operasi besar, yang terdiri dari:

  1. 3 kali operasi mata untuk menyelamatkan penglihatan dan merawat kornea.

  2. 4 kali operasi kulit (skin graft) untuk menangani luka bakar akibat paparan bahan kimia berbahaya.

Meskipun harus melewati proses pemulihan yang panjang dan menyakitkan, pihak KontraS beserta Tim Advokasi terus mendampingi Andrie, baik dalam proses pemulihan medis maupun dalam mengawal keadilan di ranah hukum. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pasca-Gempa Magnitudo 7,7 Flores: Waspada Informasi Hoaks dan Pahami Arahan Resmi BMKG
Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Pasca-Gempa Magnitudo 7,7 Flores: Waspada Informasi Hoaks dan Pahami Arahan Resmi BMKG

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Presiden Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Bakal Diperbaiki pada 2027

Berita Terbaru