1TULAH.COM-Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru saja merilis laporan penelitian terbaru bertajuk “Elektabilitas Partai”. Hasil survei nasional ini mencatat adanya tren penurunan signifikan pada elektabilitas Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Meskipun saat ini masih bertengger di posisi puncak, dominasi Gerindra sebagai partai papan atas dinilai makin terancam jika pemilihan anggota DPR RI dilakukan hari ini.
Hasil Simulasi Elektabilitas Partai Politik Terbaru
Dalam simulasi format semi terbuka, Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengungkapkan perolehan dukungan publik jika pemilihan umum digelar saat survei berlangsung.
-
Partai Gerindra: 16,9%
-
PDI Perjuangan (PDIP): 11,7%
-
Partai Golkar: 9,6%
-
Partai Demokrat: 8,1%
-
PKB: 5,4%
-
Partai NasDem: 4,4%
-
PKS: 4,4%
-
PSI: 4,1%
-
Perindo: 2,2%
-
PAN: 1,9%
-
PPP: 1,3%
-
Partai Garuda: 1,0%
Sementara itu, partai-partai lainnya berada di bawah angka 1 persen. Adapun kelompok pemilih yang belum menentukan sikap (undecided voters) atau belum menjawab masih sangat tinggi, yaitu mencapai 25,9 persen.
Tren Terjun Bebas: Dari Puncak 29,3% hingga Tersisa 16,9%
Penurunan elektabilitas partai berlogo kepala Garuda ini menjadi sorotan tajam karena terjadi secara drastis dalam kurun waktu beberapa bulan saja.
Jika menilik rekam jejaknya, perolehan Gerindra pada Pemilu 2024 berada di angka 13,2 persen. Suaranya kemudian melonjak signifikan menjadi 23,3 persen pada survei November 2025, bahkan sempat mencapai puncaknya di angka 29,3 persen pada periode Februari–Maret 2026. Namun, memasuki Juli 2026, posisinya merosot tajam ke angka 16,9 persen.
Kondisi ini tergolong tidak biasa bagi sebuah partai penguasa. SMRC menyoroti bahwa biasanya elektabilitas partai pengusung presiden cenderung menguat di awal masa jabatan, seperti yang dialami Partai Demokrat pada 2009 atau PDIP pada 2019.
“Peluang Partai Gerindra sebagai partai nomor satu melemah jika Pemilu diadakan sekarang. Padahal Gerindra adalah partai presiden yang bisa dan akan maju kembali sebagai calon presiden. Biasanya presiden yang akan maju kembali, partainya menjadi nomor satu,” tulis analisis resmi SMRC.
Imbas Kinerja Pemerintah dan Program Prioritas
SMRC mencatat adanya keterkaitan erat (korelasi) antara elektabilitas Gerindra dengan persepsi publik terhadap jalannya roda pemerintahan.
Deni Irvani menjelaskan bahwa penurunan elektabilitas Gerindra dalam 9 bulan terakhir berjalan sejajar dengan melandainya evaluasi positif masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut mencakup kepuasan publik di sektor ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Selain itu, sentimen terhadap dua program unggulan pemerintah—yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)—juga turut memengaruhi dinamika persepsi masyarakat.
Pergeseran Suara Partai-Partai Lainnya
Tak hanya Gerindra, sejumlah partai politik lain juga mengalami tekanan elektoral jika dibandingkan dengan hasil Pemilu 2024 lalu:
-
PDIP tergerus dari 16,7 persen menjadi 11,7 persen.
-
Golkar merosot dari 15,3 persen menjadi 9,6 persen.
-
Partai Demokrat bertahan relatif stabil di kisaran 8,1 persen.
-
PKB, PKS, NasDem, dan PAN mengalami pergerakan fluktuatif tetapi secara umum memperlihatkan kecenderungan menurun.
Metodologi Survei
Penelitian nasional SMRC ini diselenggarakan pada rentang 5–19 Juli 2026 dengan mengikutsertakan 749 responden yang dipilih secara acak (random).
Pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi wawancara telepon bagi responden pemilik ponsel (83,8 persen) dan wawancara tatap muka secara langsung untuk responden non-telepon (16,2 persen). Survei ini memiliki batas kesalahan (margin of error) sebesar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Sumber:Suara.com)
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

