1tulah.com, PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo secara resmi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Batang Garing Ballroom, Hotel Best Western Palangka Raya, Jumat (10 Juli 2026).
Musprov VIII KADIN Kalteng menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing investasi di Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Edy Pratowo mengapresiasi terselenggaranya Musprov VIII KADIN Kalteng yang dinilai sebagai forum strategis untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi daerah melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda.
“Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi modal besar pembangunan. Potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dan bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edy, Musprov VIII KADIN Kalteng diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis dalam memperkuat iklim usaha, memperluas investasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menegaskan tema Musprov tahun ini, “Sinergi Dunia Usaha untuk Mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera”, harus diwujudkan melalui langkah nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Tema tersebut, lanjutnya, selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya dan masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya (Manggatang Utus), berlandaskan falsafah Huma Betang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Berlandaskan falsafah Huma Betang, saya berharap KADIN terus melahirkan wirausaha yang tangguh, produktif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing,” kata Edy.
Wakil Gubernur juga menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam menjalankan pembangunan yang merata melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat turut mengawal pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Edy mengajak dunia usaha untuk mendukung berbagai program prioritas nasional seperti Asta Cita Presiden, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Ketahanan Pangan, Sekolah Rakyat, hingga berbagai program strategis lainnya.
“Saya yakin melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Kalimantan Tengah akan semakin maju, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia Taufan Eko Nugroho Rotorasiko mengatakan KADIN memiliki mandat strategis berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Ia mengungkapkan bahwa di tengah tantangan ekonomi global, Kalimantan Tengah berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada 2025. Namun menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas serta penurunan angka kemiskinan.
“KADIN menargetkan dalam 15 hingga 18 tahun ke depan pendapatan per kapita masyarakat Kalimantan Tengah dapat meningkat hingga tiga kali lipat atau mencapai sekitar Rp10 juta per bulan, sekaligus menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 3 persen,” jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, KADIN Indonesia mengusung empat pilar pembangunan ekonomi, yaitu mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air; memperkuat kemitraan bersama UMKM; mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif; serta mengembangkan pembangunan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Menurut Taufan, Kalimantan Tengah juga harus mulai memperkuat hilirisasi berbagai komoditas unggulan agar mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
“Kalimantan Tengah tidak boleh lagi hanya dikenal sebagai penghasil bahan baku mentah. Hilirisasi harus menjadi gerakan ekonomi bersama, mulai dari kelapa sawit, hasil hutan, hingga sektor pertambangan dan mineral,” ujarnya.
Melalui Musprov VIII KADIN Kalteng, pihaknya juga memperkenalkan berbagai potensi investasi daerah, mulai dari sektor agroindustri hingga perdagangan karbon (carbon trading), yang akan dipromosikan kepada investor nasional maupun internasional dengan tetap mengedepankan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah Kalimantan KADIN Indonesia Andi Yuslim Patawari, Ketua Umum KADIN Kalimantan Tengah H. Rahmat Nasution Hamka, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjo, unsur Forkopimda, Ketua Panitia Hardianto Abednego, kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kalteng, pimpinan perbankan, ketua asosiasi dan organisasi profesi, organisasi kepemudaan, serta anggota PHRI.(*)
Penulis : Hewu











![Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/febrie-diansyah-tsk-225x129.jpg)





![Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/febrie-diansyah-tsk-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

