Tegas! Presiden Prabowo Beri Ultimatum ke TNI, Polri, dan Jaksa: “Bintangmu dari Rakyat, Jangan Pernah Lupa!”

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa. (tangkap layar)

Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa. (tangkap layar)

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto memberikan teguran keras dan peringatan mendalam kepada seluruh instansi pemerintahan, khususnya aparat penegak hukum dan keamanan. Dalam sebuah momen penuh ketegasan, Kepala Negara secara spesifik menunjuk pejabat militer, kepolisian, hingga kejaksaan untuk segera melakukan introspeksi diri dan berbenah.

Wanti-wanti tersebut disampaikan Presiden Prabowo di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran unsur kejaksaan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Momen ini terjadi di sela-sela peresmian Bendungan Meninting yang terletak di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (10/7/2026).

Birokrasi Harus Berbenah dan Introspeksi Diri

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti banyaknya birokrat yang hadir dan meminta mereka untuk merefleksikan kembali kinerja serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat ini. Banyak birokrat di sini saya lihat ya. Birokrat, introspeksi,” ujar Prabowo dengan nada serius dan penuh penekanan.

Baca Juga :  Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Tidak berhenti di situ, Prabowo kemudian mengalihkan perhatiannya kepada para pejabat TNI dan Polri. Beliau mengingatkan dengan tegas mengenai hakikat jati diri seorang abdi negara.

“Kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi. Saudara adalah milik rakyat,” tegas mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Peringatan Keras Prabowo: “Sepatumu dari Rakyat!”

Dengan gestur menunjuk yang penuh wibawa, Presiden Prabowo memberikan sebuah analogi mendalam mengenai fasilitas dan atribut yang melekat pada tubuh para pejabat serta personel TNI-Polri. Beliau mengingatkan bahwa pangkat tertinggi hingga perlengkapan terkecil yang mereka gunakan dibiayai langsung oleh keringat rakyat Indonesia.

  • Bintang Pangkat: Simbol kehormatan yang dibayar oleh rakyat.

  • Seragam dan Atribut: Topi hingga sepatu merupakan fasilitas dari rakyat.

  • Tanggung Jawab: Kewajiban utama adalah mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

“Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu!” seru Presiden Prabowo, mengingatkan seluruh jajaran agar tidak arogan.

Ultimatum Serupa untuk Jajaran Kejaksaan

Ketegasan Presiden Prabowo tidak hanya menyasar sektor keamanan, tetapi juga merambah ke institusi penegak hukum. Ultimatum serupa turut dilayangkan kepada para jaksa di semua tingkatan kejaksaan yang hadir dalam acara peresmian tersebut.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Prabowo meminta korps Adhyaksa senantiasa mengingat dari mana amanah dan fasilitas yang mereka nikmati berasal.

“Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga kau. Kau juga milik rakyat,” pungkas Prabowo.

Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto di NTB ini seolah menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan baru di tahun 2026 ini akan terus mengawal jalannya reformasi birokrasi, menuntut transparansi, serta memastikan seluruh aparat penegak hukum benar-benar bekerja demi kemaslahatan masyarakat luas. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru