1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia memastikan kehadirannya dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran. Melalui utusan diplomatiknya, Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, hadir langsung memberikan penghormatan terakhir pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat.
Namun, keputusan Jakarta untuk hanya mengutus seorang duta besar—tanpa mengirimkan pejabat tinggi negara maupun utusan khusus—memantik polemik tajam di dalam negeri. Langkah minimalis ini dinilai sangat kontras dengan respons negara-negara sahabat dan memicu kritik keras terkait taji politik luar negeri (polugri) Indonesia yang berasaskan “bebas aktif”.
Kontras dengan Negara Sahabat, Diplomasi RI Dinilai Anomali
Keputusan Indonesia untuk membatasi level delegasinya dinilai sebagai sebuah anomali besar, terutama bagi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sebagai perbandingan, sejumlah kekuatan regional tetap mengirimkan delegasi resmi di tingkat tinggi ke Teheran, antara lain:
-
Tingkat Kepala Negara: Pakistan mengutus presidennya langsung.
-
Tingkat Menteri: Arab Saudi, Turki, Qatar, Malaysia, hingga Bangladesh.
Sikap pasif Jakarta inilah yang memicu kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal.
Menurut Dino, keengganan mengirim pejabat setingkat menteri ke pemakaman pemimpin negara yang tewas akibat serangan militer ilegal berpotensi mencederai hubungan bilateral yang selama ini berjalan harmonis.
“Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran—yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini,” tulis Dino melalui akun media sosialnya, Minggu (5/7/2026).
Sentilan Dino Patti Djalal: Jangan Sampai Jadi #DiplomasiSungkan
Lebih jauh, absennya perwakilan tinggi pemerintah memicu kecurigaan bahwa arah diplomasi Indonesia kini mulai didikte oleh rasa sungkan atau ketakutan terhadap posisi geopolitik Amerika Serikat. Dino mempertanyakan apakah independensi politik bebas aktif Indonesia telah luntur ketika dihadapkan pada situasi global yang sensitif.
“Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif, kita bersembunyi. Please remember: bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan,” tegas Dino.
Selain faktor eksternal, Dino mensinyalir adanya masalah akut dalam tata kelola birokrasi pengambilan keputusan di internal pemerintah. Kegagalan merespons undangan penting ini diduga akibat mandeknya komunikasi administratif di meja birokrat yang tidak berani mengambil sikap cepat.
Ia menilai, pemerintah setidaknya bisa mengutus Wakil Menteri Luar Negeri urusan Dunia Islam, Anis Matta. Namun sayang, momen krusial untuk menegaskan posisi hukum internasional Indonesia ini terlewat karena sang Wamenlu justru tengah melakukan rangkaian kunjungan rutin ke Asia Tengah.
Pembelaan Kementerian Luar Negeri RI
Menanggapi arus kritik yang deras, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa penunjukan Duta Besar sebagai perwakilan resmi sudah sesuai dengan koridor kehormatan diplomatik.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Dubes Rolliansyah Soemirat telah hadir di Grand Mosalla Teheran untuk memberikan penghormatan serta doa bersama bagi mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Yvonne juga menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas undangan yang disampaikan oleh pihak Iran.
Menakar Wajah Politik Bebas Aktif Indonesia
Kendati Kemlu telah memberikan penjelasan resmi, di mata para pengamat, langkah defensif ini tetap memperlihatkan wajah diplomasi Indonesia yang cenderung mencari aman.
Di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, publik kini menanti apakah Indonesia mampu mengembalikan marwah politik luar negeri yang berani, berprinsip, dan benar-benar bebas aktif tanpa bayang-bayang tekanan kekuatan global lainnya. (Sumber:Suara.com)






![Ilustrasi pengemudi ojek online atau ojol. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/gojek8-225x129.jpg)
![Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei [Dubes Iran untuk Indonesia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/pemakaman-khameni-225x129.jpg)







![Ilustrasi pengemudi ojek online atau ojol. [Suara.com/Syahda]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/gojek8-360x200.jpg)
![Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei [Dubes Iran untuk Indonesia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/pemakaman-khameni-360x200.jpg)

![Penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalteng membuat 1 Polisi tewas dan 2 hilang. [Polres Katngan]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/penggerebekan-narkoba-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

