Heboh Kartu Merah Balogun di Piala Dunia, Nama Lionel Messi Ikut Terseret Kontroversi

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lionel Messi

Lionel Messi "La Pulga" [Instagram/leomessi]

1TULAH.COM-Gelaran bergengsi Piala Dunia 2026 kembali diguncang isu miring yang menyeret nama federasi sepak bola tertinggi, FIFA. Insiden terbaru muncul ke permukaan pasca-kemenangan Amerika Serikat atas Bosnia & Herzegovina dengan skor 2-0 di babak kedua. Alih-alih merayakan kelolosan, keputusan pengadil lapangan justru memicu perdebatan panas di kalangan pengamat sepak bola internasional.

Sorotan tajam tertuju pada kartu merah langsung yang diterima oleh penyerang andalan Amerika Serikat, Folarin Balogun. Sang striker harus diusir keluar lapangan setelah adanya intervensi dari Video Assistant Referee (VAR). Keputusan ini langsung dinilai janggal karena pelanggaran dengan intensitas dan tipe serupa yang dilakukan megabintang Argentina, Lionel Messi, di laga sebelumnya justru lolos dari sanksi serupa.

Media Inggris Kritik Keras Tirai Perlakuan Berbeda FIFA

Ketidakadilan di atas lapangan hijau ini memicu reaksi keras dari berbagai media internasional. Media ternama Inggris, The Telegraph, secara blak-blakan menyoroti adanya standardisasi ganda yang diterapkan selama turnamen berlangsung.

Baca Juga :  Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

“Memang ada aturan khusus untuk Lionel Messi, dan aturan lain untuk pemain lain di turnamen ini,” tulis laporan tajam yang dirilis oleh The Telegraph.

Kritik senada juga dilayangkan oleh jurnalis sepak bola senior, James Ducker. Melalui keterangannya, Ducker mempertanyakan konsistensi dan integritas penggunaan teknologi VAR yang seharusnya menjadi alat bantu penegakan keadilan, bukan pembuat bias baru. Ia menilai pelanggaran Balogun tidak selayaknya berbuah kartu merah jika berkaca pada kasus La Pulga.

“Bagaimana kita bisa membandingkan dua insiden ini? Sentuhan tanpa niat yang sama, tapi hasilnya berbeda jauh,” ujar Ducker sebagaimana dikutip dari Soccernews.

Ducker tidak ragu melabeli kepemimpinan wasit di sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 ini sebagai performa yang “sangat inkonsisten” dan pembuktian bahwa implementasi teknologi VAR global saat ini masih jauh dari kata ideal.

Kerugian Besar AS dan Tudingan “Settingan” untuk Argentina

Dampak dari keputusan kontroversial ini menjadi pukulan telak bagi tim nasional Amerika Serikat. Akibat kartu merah tersebut, Folarin Balogun dipastikan absen dalam laga krusial babak berikutnya melawan tim kuat Belgia. Kehilangan ujung tombak utama ini jelas berpotensi besar merusak skenario dan peluang AS untuk melangkah lebih jauh di rumah sendiri.

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Saking geramnya melihat ketimpangan keputusan ini, James Ducker mengeluarkan pernyataan yang sangat menohok.

“Ini mendekati korupsi,” tegas Ducker tanpa tedeng aling-aling.

Lebih jauh, ia bahkan melemparkan pertanyaan retoris yang cukup berani ke publik mengenai keabsahan turnamen. Ducker mempertanyakan apakah ada upaya terselubung di balik layar untuk mengarahkan jalur turnamen agar trofi emas Piala Dunia kembali jatuh ke tangan timnas Argentina dan menutup karier internasional Lionel Messi dengan catatan manis. Hingga saat ini, pihak FIFA belum memberikan respons resmi terkait gelombang protes dan kritik atas kinerja perangkat pertandingan tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Berita Terbaru