Menkeu Purbaya Incar Efisiensi Maksimal Program Makan Bergizi Gratis: “Kalau Bisa Rp 0, Tapi…”

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi membawa poster dan spanduk saat menggelar aksi damai mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek, Jawa Timur, Senin (22/6/2026). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko].

Massa aksi membawa poster dan spanduk saat menggelar aksi damai mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek, Jawa Timur, Senin (22/6/2026). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko].

1TULAH.COM-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal efisiensi anggaran negara, termasuk pada program warisan strategis Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski anggaran program ini sudah mengalami pemangkasan sebelumnya, Menkeu Purbaya secara blak-blakan menginginkan adanya penghematan yang jauh lebih signifikan agar ruang fiskal APBN tetap aman.

Implementasi Bagus, Tapi Anggaran Masih Bisa Ditekan

Dalam acara media briefing yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (29/6/2026), Purbaya sempat melontarkan pernyataan berseloroh namun sarat makna terkait anggaran program MBG. Ia mengaku, jika didasarkan pada prinsip efisiensi ekstrem, ia ingin anggaran tersebut ditekan hingga menyentuh angka nol rupiah.

Namun, sang Bendahara Negara menyadari bahwa hal tersebut mustahil dilakukan mengingat program ini krusial dan harus tetap berjalan demi masyarakat.

“Kalau saya maunya Rp 0, tapi enggak bisa kan. Itu sudah keluar anggarannya. Kalau berhenti juga enggak benar,” ujar Purbaya kepada awak media.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Purbaya menggarisbawahi bahwa secara substansi, Makan Bergizi Gratis adalah program yang sangat bagus. Kendati demikian, ia menyoroti bahwa aspek implementasi di lapangan masih memerlukan banyak perbaikan dan penyempurnaan agar tidak terjadi pemborosan dana negara.

Anggaran APBN Dipastikan Lebih Aman

Pekan lalu, Kementerian Keuangan telah menggelar pertemuan intensif dengan para petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas restrukturisasi anggaran ini. Hasilnya, usulan efisiensi justru datang langsung dari pihak BGN sendiri melalui proposal terbaru mereka.

Meskipun menyetujui adanya pemangkasan tambahan, Menkeu Purbaya masih enggan membeberkan nominal pasti atau persentase anggaran MBG yang dipotong.

Poin-Poin Penting Terkait Efisiensi Anggaran MBG:

  • Pengurangan Signifikan: Pemotongan anggaran kali ini dinilai cukup besar dibandingkan proyeksi awal.

  • Inisiatif dari BGN: Proposal efisiensi yang lebih baik diajukan langsung oleh Kepala BGN, bukan paksaan dari Kemenkeu.

  • Keamanan Fiskal: Purbaya memastikan dengan adanya pemangkasan ini, postur anggaran negara (APBN) menjadi jauh lebih aman dan sehat.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas

“Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Tapi biar programnya jalan. Artinya kan ada efisiensi yang lebih bagus. Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus, walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi. Tapi nanti akan signifikan lah pemotongannya. Tapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN-nya sendiri,” jelas Purbaya.

Dukungan Publik Terhadap Keberlanjutan MBG

Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis terus mendapatkan atensi dan dukungan besar dari masyarakat di berbagai daerah. Sebagai contoh, pada Senin (22/6/2026) lalu, massa aksi di Trenggalek, Jawa Timur, sempat menggelar aksi damai membawa poster dan spanduk demi mendukung keberlanjutan program MBG ini.

Hal ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah menjaga keseimbangan: memastikan program esensial ini tetap berjalan menyentuh masyarakat bawah, namun dengan biaya operasional yang seefisien mungkin demi menjaga stabilitas ekonomi nasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Ketua DPRD Kalteng Dorong Barito Utara Optimalkan Potensi Daerah di Usia ke-76
Bendung Badai PHK, Pemerintah Siap Pangkas Harga Gas Industri Non-Subsidi
Banjir Kritik! Jet Pribadi Presiden FIFA Terbangkan 516 Ton Emisi Karbon di Piala Dunia 2026
Cetak Sejarah! Timnas Voli Putra Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026
Jurang Harga DMO vs Global Lebar, Ini Alasan Pengusaha Malah Pilih Ekspor Batu Bara
Diduga Intimidasi Dokter hingga Wafat, Anggota DPRD TTU Norbetus Tubani Dipanggil DPP PKB
32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!
Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas
Tag :

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:52 WIB

Ketua DPRD Kalteng Dorong Barito Utara Optimalkan Potensi Daerah di Usia ke-76

Senin, 29 Juni 2026 - 12:56 WIB

Bendung Badai PHK, Pemerintah Siap Pangkas Harga Gas Industri Non-Subsidi

Senin, 29 Juni 2026 - 12:46 WIB

Menkeu Purbaya Incar Efisiensi Maksimal Program Makan Bergizi Gratis: “Kalau Bisa Rp 0, Tapi…”

Senin, 29 Juni 2026 - 06:05 WIB

Cetak Sejarah! Timnas Voli Putra Indonesia Juara AVC Men’s Volleyball Cup 2026

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:25 WIB

Jurang Harga DMO vs Global Lebar, Ini Alasan Pengusaha Malah Pilih Ekspor Batu Bara

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:15 WIB

Diduga Intimidasi Dokter hingga Wafat, Anggota DPRD TTU Norbetus Tubani Dipanggil DPP PKB

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:20 WIB

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:52 WIB

Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas

Berita Terbaru