Banjir Kritik! Jet Pribadi Presiden FIFA Terbangkan 516 Ton Emisi Karbon di Piala Dunia 2026

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FIFA Paksa Iran Tinggalkan AS! Pencitraan Infantino, Masuk Ruang Ganti dan Ucap Kata-kata Manis [Tangkap layar X]

FIFA Paksa Iran Tinggalkan AS! Pencitraan Infantino, Masuk Ruang Ganti dan Ucap Kata-kata Manis [Tangkap layar X]

1TULAH.COM-Gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tiga negara raksasa—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—memang menyajikan panggung sepak bola yang megah. Namun, di balik kemeriahan di dalam stadion, sebuah investigasi terbaru dari BBC mengungkap sisi lain yang menuai kritik tajam. Sasarannya adalah sang Presiden FIFA sendiri, Gianni Infantino.

Berdasarkan laporan investigasi tersebut, pola perjalanan udara Gianni Infantino selama turnamen dinilai sangat masif. Dalam kurun waktu yang terbilang singkat—hanya lebih dari dua pekan—Infantino tercatat menggunakan jet pribadi sebanyak 27 kali demi mengejar jadwal menghadiri 24 pertandingan berbeda.

Geografis Amerika Utara yang sangat luas memang membuat jarak antarkota tuan rumah terpisah ribuan kilometer. Hal ini menjadi tantangan mobilitas yang nyata, terutama bagi para pejabat tinggi yang berambisi menyaksikan langsung laga demi laga secara maraton.

Analisis BBC: Sehari Bisa Tiga Kali Penerbangan

Melalui analisis mendalam yang dilakukan oleh BBC Verify dan BBC Sport, pergerakan jet pribadi yang terafiliasi dengan Infantino terdeteksi mendarat di berbagai kota tujuan. Polanya sangat klop; tak lama setelah pesawat mendarat, Infantino akan terlihat duduk di tribun kehormatan stadion setempat.

Baca Juga :  Tiga ASN Pemprov Jatim Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah

Saking padatnya ambisi tersebut, pria asal Swiss ini bahkan mampu menyaksikan dua pertandingan berbeda dalam satu hari tunggal. Konsekuensinya, ia harus melakukan hingga tiga kali penerbangan dalam kurun waktu 24 jam saja.

Beberapa rute penerbangan Infantino yang paling mencolok selama fase grup di antaranya:

  • Rute Terjauh (13 Juni): Menempuh jarak lebih dari 4.500 kilometer dari Vancouver (Kanada) menuju Miami (AS) tepat setelah laga antara Australia kontra Turki berakhir.

  • Rute Terpendek: Penerbangan super pendek yang hanya berjarak sekitar 148 kilometer, melesat dari Philadelphia menuju New Jersey.

  • Jadwal Terpadat (15 Juni): Infantino terbang sejauh 4.000 kilometer dari Miami ke Seattle, lalu langsung melanjutkan penerbangan ketiga di hari yang sama menuju Los Angeles untuk menghadiri pertandingan kedua.

Hasilkan Ratusan Ton Emisi Karbon di Fase Grup

Secara akumulatif, mobilitas udara sang Presiden FIFA selama babak penyisihan grup ini sangat mencengangkan. Jet pribadi tersebut telah mengudara selama total 66 jam dan menempuh jarak fantastis hingga lebih dari 50.000 kilometer—lebih dari satu putaran bumi.

Baca Juga :  Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Dampak lingkungan dari aktivitas ini pun tidak main-main. Investigasi tersebut memperkirakan emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer dari rentetan penerbangan jet pribadi Infantino mencapai 516 ton CO2. Angka tersebut setara dengan jumlah emisi tahunan yang dihasilkan oleh sekitar 78 orang secara normal.

Kontradiksi Nyata Komitmen Hijau FIFA

Data manifes penerbangan ini langsung memicu gelombang kritik dari berbagai aktivis lingkungan dan pencinta sepak bola global. Gaya hidup mewah berkemih emisi tinggi yang dipertontonkan Infantino dinilai berbanding terbalik dengan kampanye hijau yang kerap didengungkan badan sepak bola dunia tersebut.

Sebagai informasi, FIFA sebelumnya telah mempublikasikan komitmen keberlanjutan (sustainability) yang ambisius. Dalam piagamnya, FIFA menargetkan pengurangan emisi karbon organisasi secara signifikan pada tahun 2030, serta menargetkan pencapaian netralitas karbon (net zero carbon) sepenuhnya pada tahun 2040.

Temuan dari investigasi BBC ini tentu menaruh tanda tanya besar: apakah komitmen lingkungan tersebut benar-benar diterapkan secara menyeluruh, atau justru meleset ketika dihadapkan pada kenyamanan para petingginya? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:56 WIB

Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Berita Terbaru