Prabowo Siapkan Strategi Nasional Guna Hadapi Ancaman El Nino 2026

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]

Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]

1TULAH.COM – Presiden Prabowo Subianto mulai menyiapkan strategi nasional untuk menghadapi ancaman El Nino yang diperkirakan melanda Indonesia mulai pertengahan 2026.

Pemerintah mewaspadai potensi kemarau panjang, krisis air, hingga meningkatnya kebakaran hutan dan lahan akibat fenomena iklim tersebut.

BMKG memprediksi El Nino mulai memengaruhi Indonesia sejak Juni 2026 dan berpotensi berlangsung hingga awal 2027.

Fenomena ini diperkirakan menyebabkan musim kemarau lebih panjang, suhu udara meningkat, serta curah hujan menurun di sejumlah wilayah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fatani mengatakan Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar langkah antisipasi dilakukan lebih awal.

Baca Juga :  Drama Laga Panas! Timnas Indonesia U-19 Bungkam Vietnam 2-1, Segel Tiket Semifinal Piala AFF U-19 2026

Salah satu strategi utama yang disiapkan pemerintah adalah memperkuat operasi modifikasi cuaca di daerah rawan kekeringan untuk menjaga pasokan air di waduk, embung, dan bendungan.

Menurut Faisal, langkah tersebut penting karena El Nino berpotensi menurunkan cadangan air nasional, terutama di kawasan pertanian dan wilayah yang bergantung pada curah hujan.

Selain itu, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.

Baca Juga :  3 Faktor Utama yang Bikin Pemerintahan Prabowo Sulit Digoyang Isu '98 Jilid 2

BMKG bersama kementerian terkait mulai memetakan titik panas di wilayah rawan karhutla, khususnya di kawasan gambut Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Enam provinsi menjadi prioritas pengawasan, termasuk Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan yang dinilai memiliki risiko tinggi kebakaran lahan.

Pemerintah memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah terus diperkuat agar dampak El Nino tidak mengganggu sektor pangan, energi, hingga kesehatan masyarakat.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Jemaah Haji Murung Raya Tiba di Kampung Halaman dengan Selamat
KPK Amankan Barang Bukti Hampir Rp2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim
Polda Jabar Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus Pesta LGBT di Karawang
Melesat ke Peringkat 118 FIFA: Timnas Indonesia Cetak Rekor Terbaik dalam 20 Tahun Terakhir!
Update Harga Pertalite Hari Ini 10 Juni 2026: Tetap Rp10.000 Pasca Kenaikan Tajam Pertamax!
Diisukan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Chatib Basri Angkat Bicara
Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi…
Skema Baru Dana Revitalisasi Sekolah Transfer Langsung, DPRD Kalteng: Jangan Paksakan Swakelola Jika Tak Mampu!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:46 WIB

Jemaah Haji Murung Raya Tiba di Kampung Halaman dengan Selamat

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:12 WIB

KPK Amankan Barang Bukti Hampir Rp2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:04 WIB

Polda Jabar Tetapkan Tiga Tersangka dalam Kasus Pesta LGBT di Karawang

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:45 WIB

Melesat ke Peringkat 118 FIFA: Timnas Indonesia Cetak Rekor Terbaik dalam 20 Tahun Terakhir!

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:37 WIB

Update Harga Pertalite Hari Ini 10 Juni 2026: Tetap Rp10.000 Pasca Kenaikan Tajam Pertamax!

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:53 WIB

Diisukan Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Chatib Basri Angkat Bicara

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:18 WIB

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi…

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:54 WIB

Skema Baru Dana Revitalisasi Sekolah Transfer Langsung, DPRD Kalteng: Jangan Paksakan Swakelola Jika Tak Mampu!

Berita Terbaru