Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam acara National Governance Awards 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Dok: Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam acara National Governance Awards 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Dok: Kemendagri)

1TULAH.COM-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa menciptakan budaya kompetisi yang sehat di antara kepala daerah adalah strategi krusial untuk mendongkrak performa pemerintahan daerah.

Hal ini disampaikan Tito dalam ajang bergengsi National Governance Awards 2026 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Tito, sistem otonomi daerah yang diterapkan di Indonesia memberikan wewenang luas kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada efektivitas kerja di tingkat lokal.

Kinerja Nasional Adalah Agregasi Performa Daerah

Dalam pidatonya, Tito menjelaskan bahwa potret keberhasilan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran provinsi, kabupaten, dan kota. Kinerja nasional merupakan totalitas atau agregasi dari kinerja pemerintah pusat dan seluruh pemda di bawahnya.

“Nah ini challenge-nya di situ, karena semua daerah-daerah ini satu saja yang kinerjanya anjlok bisa mempengaruhi kinerja nasional,” ujar Tito Karnavian.

Baca Juga :  Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

Mengingat latar belakang kepala daerah yang sangat beragam—baik dari segi profesi maupun afiliasi politik—Kemendagri merasa perlu melakukan pembinaan yang terukur. Tujuannya adalah memastikan seluruh Pemda bergerak seirama demi mencapai target pembangunan makro.

Efektivitas Mekanisme Reward and Punishment

Salah satu cara paling efektif dalam melakukan pembinaan, menurut Mendagri, adalah melalui iklim kompetitif. Kemendagri terus mendorong mekanisme reward and punishment (penghargaan dan sanksi) untuk memacu motivasi para pemimpin daerah.

  • Motivasi Berprestasi: Penghargaan menjadi bukti pengakuan atas kerja keras kepala daerah.

  • Sarana Publikasi: Ajang penghargaan menjadi panggung bagi kepala daerah berprestasi agar inovasi mereka dikenal secara nasional.

  • Efek Domino: Kepala daerah yang belum mendapatkan penghargaan diharapkan “terpancing” untuk memperbaiki kinerja agar bisa meraih prestasi serupa di masa depan.

Apresiasi untuk Sinergi Media dan Pemerintah

Tito juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak swasta dan media arus utama yang telah menyelenggarakan National Governance Awards 2026. Keterlibatan media dianggap memberikan nilai tambah dalam hal transparansi, objektivitas penilaian, dan penyebarluasan informasi mengenai keberhasilan daerah.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

“Keterlibatan pihak eksternal, khususnya media arus utama, memberikan nilai tambah tersendiri dalam proses penilaian dan publikasi,” tambahnya.

Kehadiran Tokoh Bangsa dalam National Governance Awards 2026

Acara ini tidak hanya menjadi ajang bagi kepala daerah, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi berbagai kementerian terkait. Sejumlah pejabat tinggi negara tampak hadir memberikan dukungan, di antaranya:

Jabatan Nama Pejabat
Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar
Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Mendes PDT Yandri Susanto
Menteri PANRB Rini Widyantini
Menteri Koperasi Ferry Juliantono
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana
Wamendagri Bima Arya Sugiarto

Kehadiran para menteri ini menegaskan bahwa sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mendukung kinerja kepala daerah dalam mewujudkan visi pembangunan Indonesia yang lebih baik di tahun 2026. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Berita Terbaru