Bukan Sekadar Wisata! Morotai Akan Jadi Lokasi Latihan Militer Paling Canggih di RI

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan keterangan pers di depan kantor Kementerian Pertahanan, Kamis (12/3/2026) (ANTARA/Walda Marison)

1TULAH.COM-Indonesia bersiap memperkuat taring militernya di kancah dunia. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin baru saja mengungkap rencana strategis untuk menyulap Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi pusat fasilitas latihan militer bertaraf internasional yang mencakup tiga matra: darat, laut, dan udara.

Langkah ambisius ini diambil agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki sarana pengasahan skill tempur yang mumpuni sekaligus mampu bersaing di level global. Morotai dipilih bukan tanpa alasan; wilayah ini menyimpan nilai sejarah militer yang kuat sejak era Perang Dunia II.

Membangkitkan “Raksasa” Pasifik yang Tertidur

Pulau Morotai dulunya merupakan pangkalan penting bagi pasukan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Douglas MacArthur. Infrastruktur pertahanan yang tersisa dari masa lalu inilah yang akan dihidupkan kembali dan dimodernisasi oleh Kementerian Pertahanan.

“Saya kira teman-teman sudah tahu bahwa Morotai ini dulu digunakan di dalam perang dunia kedua sehingga dia punya infrastruktur pertahanan masih ada, dan kita akan sama-sama memperbaiki dan kita sama-sama gunakan,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin dalam keterangan pers di depan kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga :  Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Diplomasi Pertahanan: Terbuka dan Inklusif

Proyek International Training Facilities ini tidak hanya dirancang sebagai barak latihan fisik. Lebih dari itu, fasilitas ini diproyeksikan menjadi instrumen diplomasi pertahanan Indonesia yang kuat.

Dengan memiliki fasilitas berstandar dunia, Indonesia dapat merangkul militer dari negara-negara sahabat untuk menggelar latihan bersama (Joint Exercise). Hal ini selaras dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan inklusif.

Sjafrie menegaskan bahwa pintu latihan di Morotai akan terbuka lebar, tidak hanya bagi tetangga di Asia Tenggara (ASEAN), tetapi juga bagi mitra strategis dari berbagai benua di dunia.

“Kita tidak ingin negara kita itu menutup diri, kita ingin negara kita itu open minded dengan negara-negara lain,” tambah Menhan.

Fasilitas Terpadu Tiga Matra

Kelebihan utama dari proyek di Morotai ini adalah konsep integrasinya. Jarang ada fasilitas latihan yang mampu mengakomodasi kebutuhan latihan gabungan secara komprehensif di satu lokasi.

Baca Juga :  Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Beberapa poin keunggulan yang akan ditawarkan fasilitas ini antara lain:

  • Latihan Udara: Ruang udara Morotai yang luas sangat ideal untuk simulasi tempur jet pejuang.

  • Latihan Laut: Akses langsung ke Samudra Pasifik memungkinkan manuver armada kapal perang secara maksimal.

  • Latihan Darat: Kondisi geografis yang menantang sangat cocok untuk mengasah ketangkasan infanteri dan pasukan khusus.

Menanti Proyek Mercusuar Terwujud

Meski rencana ini sudah dipaparkan ke publik, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin belum merinci secara detail mengenai jadwal dimulainya pembangunan fisik maupun besaran anggaran yang akan dikucurkan.

Namun, pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius dalam memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam stabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik.

Jika proyek ini rampung, Morotai tidak hanya akan dikenal sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai simbol kekuatan baru pertahanan Indonesia di mata dunia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Pemkab Mura Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga

Berita Terbaru

Sekda Mura, Lynda Kristiane, saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Jamkrida Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom dari Aula A Kantor Bupati Mura, Jumat (30/10/2026).

Berita

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB