Lampu Kuning Anggaran! DPRD Kalteng Desak Optimalisasi Sumber Daya Lokal

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering Foto:Dok/1tulah.com

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Kemandirian fiskal kini menjadi harga mati bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) kini bertransformasi menjadi instrumen paling strategis dalam menyokong pembangunan di Bumi Tambun Bungai.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas dinamika anggaran nasional yang berdampak langsung pada postur APBD daerah. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng, Freddy menyoroti pentingnya optimalisasi sumber daya lokal agar pembangunan tidak terhambat.

PAD Sebagai Andalan Utama Pembangunan

Menurut Freddy, perhatian antara Pemerintah Daerah dan DPRD saat ini harus terfokus sepenuhnya pada penguatan pendapatan internal. Ia menyebut PAD bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan tulang punggung anggaran.

“Pasti perhatian kita, baik pemerintah maupun DPRD, terhadap Pendapatan Asli Daerah semakin menjadi sesuatu yang sangat penting dan strategis. PAD harus jadi andalan utama dalam struktur pendapatan daerah,” ujar Freddy pada Minggu (25/1/2026).

Baca Juga :  Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Dampak Pemangkasan Dana Transfer Pusat

Langkah memperkuat PAD merupakan konsekuensi logis dari kebijakan fiskal pemerintah pusat. Freddy mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi penurunan drastis pada dana transfer ke daerah (TKD), sebuah tantangan yang memaksa daerah untuk kreatif mencari sumber pemasukan baru.

Ketergantungan terhadap bantuan dana pusat yang selama ini sangat dominan kini harus segera diminimalisir.

  • Pemangkasan Signifikan: Dana transfer dari pusat tahun ini mengalami penurunan yang cukup tajam.

  • Optimalisasi Lokal: Daerah dituntut mandiri dengan mengandalkan potensi pajak daerah, retribusi, hingga pengelolaan aset daerah yang lebih produktif.

  • Kemandirian Fiskal: Tanpa PAD yang kuat, postur anggaran daerah akan sangat rentan terhadap guncangan kebijakan ekonomi makro.

“Seiring dengan kecenderungan pemangkasan dana transfer ke daerah oleh pusat yang tahun ini turun drastis, maka mau tidak mau daerah harus mengoptimalkan PAD,” tegas politisi senior tersebut.

Baca Juga :  KPK Didesak Usut Hasil Kebun Sawit Sitaan PT Agrinas Palma Nusantara, Potensi Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Fokus Pembangunan Kota Palangka Raya dan Sekitarnya

Peningkatan PAD ini diharapkan dapat dialokasikan kembali secara tepat sasaran untuk infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah strategis seperti:

  • Kota Palangka Raya: Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Kalimantan Tengah.

  • Pemerataan Wilayah: Memastikan pembangunan menjangkau pelosok Kalteng melalui anggaran yang mandiri.

Upaya optimalisasi ini bukan hanya tentang menaikkan target pajak, tetapi juga tentang memperbaiki efisiensi penagihan dan perluasan objek pajak baru yang selama ini belum tergarap secara maksimal oleh Bapenda.

Optimisme Yohanes Freddy Ering mencerminkan semangat transformasi menuju Kalteng yang mandiri secara ekonomi.

Dengan memperkuat PAD, Kalimantan Tengah tidak hanya menjaga stabilitas pembangunannya, tetapi juga membuktikan kesiapannya menghadapi tantangan ekonomi nasional di masa depan. (Ingkit)

Berita Terkait

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah
Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret
DPRD Barito Utara Dukung Pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung, Suhendra Beri Apresiasi
Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang
Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng
Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi
Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado
Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:16 WIB

DPRD Barito Utara Dukung Pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung, Suhendra Beri Apresiasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah

Berita Terbaru

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama rombongan meninjau progres pembangunan Jembatan Tumpung Laung

Muara Teweh

Pembangunan Jembatan Tumpung Laung Ditargetkan Selesai 2028

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:45 WIB