Tolak Pemilihan via DPRD, Ketua Fraksi PDI-P Kalteng Sebut Sistem Langsung Lebih Demokratis

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PDI P DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yohannes Freddy Ering.Foto:Dok/1tulah.com

Ketua Fraksi PDI P DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Yohannes Freddy Ering.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Perdebatan mengenai efektivitas sistem pemilihan kepala daerah kembali mencuat.

Ketua Sementara Fraksi PDI-P DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohanes Freddy Ering, menegaskan bahwa secara substansi, sistem pemilihan langsung masih menjadi model yang paling ideal bagi demokrasi Indonesia dibandingkan mengembalikan mandat pemilihan ke lembaga legislatif atau DPRD.

Menurut Freddy, kedaulatan rakyat yang disalurkan secara langsung memiliki nilai demokratis yang lebih tinggi dan mencerminkan kehendak masyarakat yang sebenarnya.

Menjawab Isu Money Politic dalam Pemilihan Langsung

Salah satu alasan utama munculnya wacana pengembalian pemilihan ke DPRD adalah maraknya praktik politik uang (money politic). Namun, Freddy Ering berpendapat bahwa kesalahan bukan terletak pada sistem pemilihannya, melainkan pada integritas proses dan pengawasan di lapangan.

“Kalau sistemnya benar saja, pemilihan langsung itu sangat ideal dan demokratis. Tinggal bagaimana dalam hal seleksi pemilihan calon-calon yang berkualitas,” ujar Freddy di Palangka Raya, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis

Ia menilai, jika instrumen pendukung dan integritas penyelenggara diperkuat, pemilihan langsung akan menghasilkan pemimpin yang benar-benar kompeten.

Kunci Perbaikan: Seleksi Ketat Sejak di Internal Partai

Freddy menekankan bahwa kualitas demokrasi dimulai dari hulu, yakni proses pemberian rekomendasi oleh partai politik.

Ia mendorong adanya komitmen kolektif dari seluruh elemen politik untuk menjaga kemurnian suara rakyat dari pengaruh materi atau imbalan uang.

Beberapa poin krusial yang ditegaskan Freddy antara lain:

  • Pengawasan Sejak Dini: Pengawasan harus diperketat bahkan sebelum tahapan pemungutan suara dimulai.

  • Seleksi Partai: Partai politik wajib mencermati rekam jejak dan kualitas calon saat memberikan rekomendasi.

  • Komitmen Anti-Politik Uang: Pentingnya membangun budaya politik yang bersih dari tingkat internal hingga ke akar rumput.

Baca Juga :  Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

“Komitmen dalam rangka pemilihan yang bebas politik uang, mulai dari buat rekomendasi partai ke partai itu yang harus diawasi dicermati secara ketat,” tambahnya.

Tidak Ada Urgensi Mengubah Mekanisme

Legislator senior dari PDI-P ini juga menjelaskan bahwa saat ini tidak ada alasan mendesak atau urgensi untuk mengubah mekanisme pemilihan kembali ke tangan DPRD.

Menurutnya, fokus energi bangsa seharusnya dialokasikan untuk memperbaiki instrumen pendukung yang sudah ada, bukan merombak sistem yang sudah berjalan.

“Kalau sistemnya sudah bagus, tidak harus lewat DPRD,” tegas Freddy menutup keterangannya.

Pernyataan Freddy Ering ini menjadi pengingat bahwa tantangan demokrasi bukan terletak pada surat suara, melainkan pada komitmen para pelakunya untuk tetap berintegritas dan mengutamakan kualitas kepemimpinan bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (Ingkit)

Berita Terkait

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah
Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret
DPRD Barito Utara Dukung Pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung, Suhendra Beri Apresiasi
Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang
Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng
Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi
Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado
Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Kemendikdasmen: TKA SMA 2026 Tidak Wajib, Tapi Berdampak ke Rapor Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Presiden Prabowo Minta Perda Karhutla Dicabut, Organisasi Sabang Merah Borneo Minta Solusi Konkret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:16 WIB

DPRD Barito Utara Dukung Pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung, Suhendra Beri Apresiasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah

Berita Terbaru

Bupati Barito Utara H. Shalahuddin bersama rombongan meninjau progres pembangunan Jembatan Tumpung Laung

Muara Teweh

Pembangunan Jembatan Tumpung Laung Ditargetkan Selesai 2028

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:45 WIB