Air PDAM Barut Keruh, Dirut Akui Masalah dan Siapkan Solusi 2026

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air mengalir dari PDAM Barito Utara, di Jalan Bangau, Muara Teweh, Selasa sore, 6 Januari 2026. Foto: Aprie/1tulah.com

Air mengalir dari PDAM Barito Utara, di Jalan Bangau, Muara Teweh, Selasa sore, 6 Januari 2026. Foto: Aprie/1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh – Direktur Utama PDAM Barito Utara (Barut), Kalteng, Roosmanjaya Anor, mengakui dan menyampaikan secara terbuka permohonan maaf kepada konsumen atas air yang didistribusikan selalu mengalami kekeruhan.

Dirut Roosmanjaya juga mengatakan masalah ini telah berlangsung cukup lama.

Akar permasalahannya, dia bilang terletak pada pengolahan atau produksi air bersih yang tidak mampu mengimbangi jumlah pelanggan yang dilayani.

“Untuk melayani pelanggan sekian banyak ini, hasil produksi kami tidak bisa meningkat, diiringi dengan pengadaan instalasi penambahan IPA atau instalasi pengolahan air,” ujar Roosmanjaya, kepada awak media, Selasa, 6 Januari 2026.

Dia menerangkan, kondisi dalam kota Muara Teweh menjadi contoh nyata. Kapasitas terpasang IPA di wilayah ini seharusnya hanya 10 liter per detik. Namun, karena tuntutan kebutuhan yang tinggi dan minimnya jumlah IPA, PDAM terpaksa mengoperasikannya di atas kapasitas ideal.

“Masalahnya kami saat ini kekurangan IPA, di mana yang kami operasikan di atas 10 liter per detik. Sehingga endapannya [proses pengendapan kotoran] itu tidak sempurna, karena di sisi kecepatan alirannya sudah melebihi kapasitas seharusnya,” terang Dirut Roosmanjaya.

Ketidaksesuaian kecepatan aliran dengan kemampuan pengolahan inilah yang menyebabkan proses penyaringan dan pengendapan tidak optimal, sehingga air yang keluar ke pelanggan atau konsumen seringkali masih keruh.

Baca Juga :  Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang

Dia menyampaikan harapan dan rencana perbaikan. PDAM menargetkan agar penambahan IPA baru dapat terealisasi pada tahun ini.

“Semoga tahun ini bisa terealisasi penambahan IPA, sehingga untuk operasionalnya nanti distribusinya benar-benar sesuai target di bawah 50 liter per detik,” tandasnya.

Keluhan kondisi air keruh PDAM Barut disampaikan salah satu warga Muara Teweh di Jalan Bangau, Alfian, jika yang mengalir keruh mirip air langsung dari Sungai Barito, warnanya coklat seperti tidak diolah secara maksimal.

“Selalu keruh, jadi perlu diendapkan dulu beberapa hari, baru bisa digunakan untuk memasak atau air minum. Kalau kami langsung mengolah dan konsumsi nggak berani juga untuk karena airnya keruh berwarna kecoklatan,” ujarnya sambil menunjukan air yang mengalir ke penampungan di rumahnya.

Komisi II DPRD Barut Minta PDAM Tingkatkan Kualitas

Sementara, keluhan warga Muara Teweh mengenai air keruh ini turut mendapat tanggapan anggota dewan sekaligus Ketua Komisi II DPRD Barut, H Taufik Nugraha.

Dia berharap jika PDAM dapat memperhatikan apa yang menjadi keluhan warga selama ini. Dewan Taufik secara tegas meminta peningkatan kualitas layanan air bersih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Baca Juga :  Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK

“Perlu menjadi perhatian pemerintah daerah terkait kualitas air dialirkan kepada warga, salah satunya dengan menambah IPA yang saat ini sudah tidak lagi memadai untuk melayani warga Muara Teweh,” tegas Taufik, Selasa.

Dia bilang keterbatasan kapasitas pengolahan air tersebut berdampak langsung pada kualitas air yang sampai ke rumah warga, yang kerap dikeluhkan keruh atau tidak jernih.

Komisi II DPRD Barut yang membidangi pemerintahan dan ekonomi, termasuk BUMD seperti PDAM, menerima banyak aspirasi masyarakat terkait masalah ini.

Politisi PDI Perjuangan Barut ini menyampaikan, jika harus maka akan memanggil untuk melakukan pemantauan atau evaluasi lebih lanjut ke manajemen PDAM.

Namun, dewan Taufik berkata jika pihaknya masih memberikan ruang bagi manajemen PDAM, untuk melakukan perbaikan atau pembenahan pelayanan ke konsumen atau pelanggan.

“Kita masih menunggu dan memberi kesempatan kepada pemerintah daerah untuk memperbaiki layanan PDAM ke warga Muara Teweh,” tutup Ketua Komisi II Dewan Barut Taufik Nugraha.

Editor: Aprie

Berita Terkait

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang
Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional
Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Hasil Reses Dapil IV DPRD Kalteng: Warga DAS Barito Desak Perbaikan Jalan Desa dan Akses Air Bersih
Belanja Pegawai Tembus 50 Persen APBD, DPRD Kalteng Soroti Tekanan Fiskal dan Ketergantungan Pusat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:38 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Kalteng Diajak Penguat SDM dan Jaga Falsafah Huma Betang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Transparansi Dana Banpres Karhutla Rp235 Miliar: Komisi III DPRD Kalteng Tuntut Laporan BPB-PK

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Hasil Reses Dapil IV DPRD Kalteng: Warga DAS Barito Desak Perbaikan Jalan Desa dan Akses Air Bersih

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Belanja Pegawai Tembus 50 Persen APBD, DPRD Kalteng Soroti Tekanan Fiskal dan Ketergantungan Pusat

Berita Terbaru

Sejumlah anggota Damkar saat melakukan pemadaman pada salah satu lahan yang terbakar. Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui BPBD secara resmi memutuskan untuk memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta Kekeringan Tahun 2026.

Seruyan

Suling Tambun Nihil Karhutla, Seruyan Hilir Timur Terparah

Senin, 2 Nov 2026 - 15:23 WIB

Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, S.E., M.Si., disambut oleh masyarakat saat melaksanakan kunjungan kerja ke salah satu kecamatan di Seruyan belum lama ini.

Seruyan

Warga Nantikan Layanan Cetak KTP di Hanau

Senin, 2 Nov 2026 - 10:25 WIB