Pasca Penangkapan Maduro, Trump Ancam Kolombia dan Sebut Kuba Target Operasi AS Selanjutnya

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)

Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)

1TULAH.COM-Peta politik Amerika Latin berguncang hebat. Pasca keberhasilan operasi militer Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ketegangan justru meluas ke negara-negara tetangga.

Presiden AS Donald Trump kini mengarahkan bidikannya kepada Presiden Kolombia, Gustavo Petro, dan mengisyaratkan intervensi terhadap Kuba.

Dalam konferensi pers yang digelar di Florida pada Minggu (4/1/2026), Trump memberikan peringatan keras yang bersifat personal dan sangat tajam.

Trump Tuduh Presiden Kolombia Kelola Pabrik Kokain

Serangan verbal Trump dipicu oleh sikap Presiden Kolombia, Gustavo Petro, yang sebelumnya meremehkan dampak susulan dari serangan AS ke Venezuela.

Menanggapi hal itu, Trump secara mengejutkan menuduh Petro terlibat dalam sindikat narkotika internasional.

“Dia (Petro) memiliki pabrik-pabrik pengolahan kokain,” ujar Trump, sebagaimana dikutip via Anadolu Agency.

Trump mengklaim bahwa fasilitas produksi narkoba skala besar milik Petro sengaja mengirimkan barang haram tersebut untuk merusak pasar Amerika Serikat. Dengan nada mengancam, Trump memperingatkan pemimpin Kolombia tersebut untuk waspada.

“Jadi, dia benar-benar harus menjaga langkahnya (menjaga diri),” tegas Trump.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Tuduhan ini memperpanjang narasi Trump yang konsisten menuding para pemimpin kiri di Amerika Latin sebagai aktor utama di balik peredaran narkoba ilegal ke negaranya.

Kuba: “Bangsa Gagal” yang Menjadi Target Berikutnya?

Selain Kolombia, Trump juga memberikan penilaian pedas terhadap Kuba. Ia secara eksplisit menyebut negara komunis tersebut sebagai “bangsa yang gagal” dan menyalahkan sistem pemerintahannya atas krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Trump memberikan sinyal kuat bahwa AS mungkin akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Havana setelah urusan di Venezuela selesai.

  • Fokus Selanjutnya: “Rakyat di sana telah menderita bertahun-tahun, dan saya rasa Kuba akan menjadi topik pembicaraan kita selanjutnya,” kata Trump.

  • Basis Dukungan: Langkah ini diyakini untuk memperkuat posisinya di mata komunitas ekspatriat Kuba di Florida yang merupakan basis pendukung vokal Trump.

Marco Rubio: Kuba adalah Bencana dan Tidak Kompeten

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang mendampingi Trump dalam konferensi pers tersebut, turut melontarkan kritik pedas. Rubio, politisi keturunan Kuba-Amerika, menyebut kepemimpinan di Havana dikelola oleh orang-orang yang tidak kompeten.

Baca Juga :  Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

“Kuba adalah sebuah bencana. Negara itu dipimpin oleh pria-pria yang tidak kompeten dan sudah pikun,” ujar Rubio sinis.

Peran Intelijen Kuba di Venezuela

Rubio juga mengungkap fakta intelijen terkait jatuhnya rezim Maduro. Menurutnya, selama ini Maduro dilindungi sepenuhnya oleh agen mata-mata dan pengawal dari Kuba.

  • Intervensi Kuba: Rubio menyebut sangat mengejutkan bagaimana pulau miskin seperti Kuba bisa memiliki pengaruh besar di Venezuela.

  • Kemerdekaan Venezuela: Ia menegaskan bahwa tugas rakyat Venezuela saat ini bukan hanya membangun kembali negara, tetapi menyatakan kemerdekaan total dari pengaruh Kuba.

Dampak Global Operasi Militer AS 2026

Operasi militer AS yang berhasil menangkap Nicolas Maduro di Caracas telah mengubah peta kekuatan di kawasan tersebut.

Dengan ancaman terhadap Kolombia dan rencana intervensi di Kuba, pemerintahan Trump menunjukkan kebijakan luar negeri yang agresif di awal tahun 2026.

Dunia internasional kini menanti reaksi dari blok Amerika Latin lainnya dan bagaimana PBB menyikapi tuduhan serius terhadap Presiden Kolombia tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
SKK Migas-KKKS Kalsul Bangun Kemitraan dengan Media melalui Media Gathering 2026
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Senin, 2 November 2026 - 19:47 WIB

SKK Migas-KKKS Kalsul Bangun Kemitraan dengan Media melalui Media Gathering 2026

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Berita Terbaru