Program Rumah Guru di Kalteng Minim Peminat: Dari 1.000 Unit Baru Terealisasi 127, Apa Kendalanya?

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 04:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto.Foto:Dok/1tulah.com

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Program bantuan subsidi perumahan bagi tenaga pendidik di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menjadi sorotan. Meskipun pemerintah telah menyiapkan kuota hingga 1.000 unit rumah, realisasi di lapangan ternyata masih sangat jauh dari target yang diharapkan.

Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, baru sekitar 127 unit yang berhasil terealisasi. Fenomena rendahnya serapan ini memicu perhatian legislatif untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut.

Rendahnya Serapan: Masalah Sosialisasi atau Infrastruktur?

Menurut Sugiyarto, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan program subsidi rumah guru ini belum optimal. Salah satu kendala terbesar adalah kurangnya informasi yang sampai ke tangan para guru, terutama mereka yang bertugas di wilayah kabupaten dan pelosok.

“Untuk bantuan rumah, program rumah guru ini baru terdata 127. Artinya masih jauh. Ini mungkin tidak akan terserap untuk seribu rumah guru,” ujar Sugiyarto, sebagaimana dikutip pada Selasa (2/12/2025).

Baca Juga :  BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator

Beliau menambahkan bahwa banyak guru yang hingga kini belum memahami prosedur teknis maupun alur pengajuan bantuan tersebut. “Kenapa tidak terserap? Karena mungkin sosialisasi kurang atau di daerah tidak ada pengembang (developer),” terangnya.

Kendala Teknis: Akses Perbankan dan Kehadiran Pengembang

Selain masalah informasi, hambatan teknis di lapangan juga menjadi penghalang serius. Mekanisme bantuan ini mewajibkan guru untuk mengambil kredit perumahan melalui pengembang, yang kemudian pembayarannya dilanjutkan dengan skema angsuran bersubsidi.

Kondisi ini menyulitkan para guru di daerah yang:

  1. Minim Akses Perbankan: Tidak adanya kantor cabang bank pelaksana (seperti BTN) di wilayah tempat mereka bertugas.

  2. Ketiadaan Developer: Belum banyaknya pengembang perumahan yang masuk ke wilayah kabupaten/kota tertentu untuk membangun unit rumah subsidi.

Siapa Saja yang Berhak Menerima Subsidi Ini?

Sugiyarto menegaskan bahwa program ini sebenarnya dirancang secara inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh tenaga pendidik di Bumi Tambun Bungai. Subsidi rumah ini tidak hanya terbatas pada Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga mencakup:

  • Guru Negeri dan Swasta.

  • Guru dari berbagai jenjang: SD, SMP, SLTA, hingga SLB.

  • Syarat Utama: Memiliki SK (Surat Keputusan) resmi sebagai guru dan tercatat sebagai warga Kalimantan Tengah.

“Ini untuk semua guru yang punya SK, termasuk guru swasta juga bisa. Yang penting warga Kalimantan Tengah dan memiliki SK guru,” tegas Sugiyarto.

Langkah Kedepan: Menjemput Bola ke Daerah

DPRD Kalteng berharap pemerintah provinsi dan instansi terkait dapat lebih proaktif melakukan “jemput bola”. Sosialisasi yang lebih masif ke sekolah-sekolah di daerah sangat diperlukan agar kuota 1.000 unit rumah tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pahlawan tanpa tanda jasa.

Baca Juga :  Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan papan yang terjamin, diharapkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat menuju tahun 2026. (Ingkit)

Berita Terkait

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap
Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik
Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru
Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT
Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 13:31 WIB

Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Berita Terbaru