Wanda Hamidah dan Misi ‘Nekat’ Global Sumud Flotilla: Diculik Israel dan Seruan Keras ke TNI

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wanda Hamidah [Instagram]

Wanda Hamidah [Instagram]

1TULAH.COM-Di tengah keputusasaan global dan hanya mampu mengirimkan doa, aktris sekaligus aktivis Indonesia, Wanda Hamidah, memilih jalur perjuangan yang jauh lebih berisiko.

Ia bergabung dalam misi kapal kemanusiaan internasional, ‘Global Sumud Flotilla’, dengan satu tujuan berani: menembus blokade ilegal Israel dan mengirimkan bantuan vital langsung ke Jalur Gaza, Palestina.

Namun, perjuangan ini berubah menjadi drama tegang di tengah laut. Kapal rombongan dihadang, para aktivis—termasuk Wanda Hamidah—disebut telah “diculik” oleh pasukan Israel, dan harapan bantuan bagi warga Gaza pun terancam padam. Berikut adalah lima fakta terbaru yang membuat aksi Wanda Hamidah ini menjadi sorotan dunia, menggabungkan salut dan ketegangan.

1. Kabar Pilu dari Italia: Kapal Dihadang, Aktivis ‘Diculik’ Israel!

Kabar yang mengguncang datang langsung dari laporan Wanda Hamidah dari Sisilia, Italia. Melalui media sosialnya, Wanda mengonfirmasi bahwa misi kemanusiaan yang ia ikuti pada Kamis (2/10/2025) telah dihadang dan dihentikan paksa oleh Angkatan Laut Israel.

Bahkan, ia menggunakan kata yang sangat keras: “diculik”.

“Israel, pasukan Israel telah menculik para aktivis Global Sumud Flotilla dan menghentikan bantuan kemanusiaan yang dibawa,” tegas Wanda dalam laporannya pada Jumat (3/10/2025).

Penggunaan istilah “penculikan” ini merujuk pada penahanan aktivis di perairan internasional, yang secara hukum maritim dianggap sebagai tindakan ilegal. Peristiwa ini juga menyorot nasib ratusan aktivis lain dari berbagai negara, termasuk aktivis iklim Greta Thunberg, yang turut serta dalam rombongan armada terbesar ini.

Baca Juga :  Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

2. Bantuan Krusial yang Gagal Sampai ke Tangan Warga Gaza

Misi Global Sumud Flotilla ini bukan sekadar kapal yang membawa protes, tetapi membawa harapan hidup. Menurut Wanda Hamidah, kapal-kapal tersebut mengangkut bantuan yang sangat krusial, bukan barang mewah, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup yang sulit diakses oleh warga Gaza.

Rincian bantuan tersebut meliputi: susu formula, makanan bayi, alat penyaring air bersih, dan mesin oksigen.

Kegagalan kapal-kapal ini menembus blokade berarti hilangnya pasokan vital bagi ribuan nyawa yang berada di ambang bencana kelaparan dan krisis kesehatan. Aksi Israel ini secara langsung menghambat upaya kemanusiaan untuk mengatasi krisis di Gaza.

3. “Serangan” di Perairan Internasional: Wanda Sebut Tindakan Israel Ilegal

Titik krusial yang diangkat oleh Wanda Hamidah adalah lokasi penghadangan. Ia secara tegas menyebut tindakan Israel ini ilegal karena serangan dan penyitaan kapal terjadi di perairan internasional.

“Telah dihentikan di perairan internasional, dan juga telah dihentikan oleh zionis Israel di perairan Palestina,” ungkapnya. “Dan ini adalah tindakan ilegal, karena perairan tersebut bukan milik zionis Israel,” pungkasnya.

Penghadangan dan penangkapan aktivis sipil yang tidak bersenjata di wilayah perairan internasional dianggap sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter dan hukum maritim internasional. Tindakan ini kembali memicu kecaman keras dari berbagai negara dan organisasi internasional, yang menuntut Israel mematuhi hukum internasional.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

4. ‘Sentilan’ Keras ke Mahkamah Internasional (ICJ)

Tidak diam setelah kapalnya diserobot, Wanda Hamidah langsung membuat video seruan aksi yang bertujuan “menyentil” badan peradilan tertinggi dunia, Mahkamah Internasional (ICJ).

“Mahkamah Internasional atau ICJ mengatakan bahwa Israel telah melakukan genosida,” kata Wanda.

Ia mengingatkan dunia bahwa ICJ telah mengeluarkan putusan yang melarang segala tindakan yang menghalangi misi kemanusiaan untuk memberikan bantuan ke Palestina. Seruan ini adalah tamparan keras bagi komunitas global yang dituding diam melihat putusan mereka diabaikan. Wanda mendesak dunia untuk tidak hanya beretorika, tetapi mengambil tindakan nyata terhadap pelanggaran yang terjadi.

5. Seruan ‘Nekat’: Minta Pemerintah RI dan TNI Turun Tangan

Puncak dari seruan Wanda Hamidah adalah permintaan yang terdengar “nekat” namun didasari keputusasaan di lapangan. Ia secara spesifik meminta pemerintah Indonesia untuk tidak hanya melalui jalur diplomatik biasa, tetapi turun tangan secara militer.

“Menghimbau rakyat Indonesia untuk melakukan penekanan terhadap pemerintah Indonesia, untuk mengawal misi Global Sumud Flotilla,” serunya.

Permintaan pengawalan yang diajukan pun tidak main-main: TNI diminta mengawal misi ini dari daratan, lautan, dan udara. Seruan ini menunjukkan betapa gentingnya situasi di lapangan dan betapa para aktivis merasa jalur kemanusiaan biasa sudah tertutup total oleh blokade.

Perjuangan Wanda Hamidah ini kini menjadi simbol keberanian dan keteguhan (Sumud) dalam menghadapi tragedi kemanusiaan, sekaligus menjadi pengingat bagi para pemimpin dunia untuk bertindak. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru