KPK Panggil 3 Saksi Kasus Suap DJKA, Ada Wasekjen PDIP

- Jurnalis

Senin, 15 September 2025 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 15 September, memanggil tiga orang saksi terkait dugaan suap dalam proyek pembangunan jalur kereta api di lingkungan DJKA wilayah Jawa Timur.

Salah satu saksi yang diperiksa adalah Yoseph Aryo Adhi Dharmo, Wakil Sekjen Bidang Kesekretariatan DPP PDI Perjuangan. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

Selain Yoseph, turut hadir Linawati, staf Koordinator Pengadaan Transportasi Darat dan Kereta Api Kemenhub, serta Zulfikar Tantowi, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Biro LPPBMN.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan ketiga saksi tersebut hanya dimintai keterangan seputar kasus dan belum dijelaskan lebih lanjut materi pemeriksaannya.

Yoseph sendiri bukan pertama kali dipanggil dalam perkara ini. Sebelumnya ia sudah beberapa kali diminta hadir, di antaranya pada 16 Agustus 2024 dan 18 Juli 2024.

Dalam pemeriksaan terdahulu, Yoseph mengaku ditanyai penyidik terkait pertemuannya dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta perannya dalam operasional tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

Kasus dugaan suap di DJKA bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah.

Baca Juga :  Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Dari penindakan itu, KPK menetapkan sepuluh orang tersangka, baik dari pihak pemberi maupun penerima suap.

Penyelidikan kemudian berkembang hingga menetapkan tambahan tersangka pada Januari 2024 serta kembali menahan tiga ketua Pokja dalam sejumlah proyek.

Skandal ini menyoroti dugaan praktik suap dalam pengadaan dan pemeliharaan jalur kereta api di berbagai wilayah, yang melibatkan pejabat Kemenhub serta pihak swasta.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Berita Terbaru