Anak Bangsa Pimpin Forum Lingkungan Global, Ini Alasan Kepemimpinan Hijau Kini Krusial

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamal Prawiranegara, Direktur baru Global Landscapes Forum (GLF)

Kamal Prawiranegara, Direktur baru Global Landscapes Forum (GLF)

1TULAH.COM-Di tengah tantangan krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan isu-isu sosial yang saling terkait, dunia membutuhkan sosok pemimpin yang mampu berpikir lintas batas.

Kepemimpinan hijau kini bukan lagi sekadar slogan, tetapi menjadi arah baru yang krusial untuk menyelamatkan masa depan planet kita. Indonesia, yang dikenal sebagai paru-paru dunia karena kekayaan hutan tropisnya, kini juga mulai dikenal sebagai sumber kepemimpinan hijau yang diakui di panggung internasional.

Hal ini ditandai dengan pengangkatan Kamal Prawiranegara, seorang tokoh dari Indonesia, sebagai Direktur baru Global Landscapes Forum (GLF). Kehadirannya bukan hanya sekadar representasi, melainkan sebuah penanda bahwa Indonesia tidak hanya berperan di tingkat nasional, tetapi juga memberikan arah dan perspektif penting dalam percakapan global.

Mengapa Kepemimpinan Hijau Sangat Penting?

Ada beberapa alasan mendesak mengapa pemimpin dengan visi hijau—seperti Kamal—layak mendapatkan sorotan:

1. Krisis Global Butuh Solusi Terintegrasi

Perubahan iklim tidak bisa diselesaikan secara terpisah. Ia terhubung erat dengan hilangnya keanekaragaman hayati, krisis pangan, dan bahkan konflik sosial. Pemimpin hijau dituntut untuk melihat persoalan ini secara holistik dan mencari solusi yang saling mendukung. Mereka harus mampu merangkul berbagai disiplin ilmu dan sektor untuk menciptakan pendekatan yang terintegrasi.

2. Suara dari Global South Kian Vital

Negara-negara di selatan dunia, termasuk Indonesia, seringkali menjadi pihak yang paling merasakan dampak buruk dari krisis iklim, meskipun kontribusi mereka terhadap emisi global relatif kecil. Kehadiran pemimpin dari Global South seperti Kamal Prawiranegara, memberikan keseimbangan perspektif yang sangat dibutuhkan di forum-forum internasional. Suara mereka memastikan bahwa tantangan dan solusi yang relevan dengan kondisi di lapangan turut didengar dan dipertimbangkan.

Baca Juga :  Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

3. Generasi Baru Bawa Perspektif Segar

Kepemimpinan hijau tidak lagi didominasi oleh generasi senior. Kamal, yang berusia 44 tahun, menunjukkan bahwa generasi baru memiliki energi, jaringan, dan pemikiran yang lebih segar untuk mendorong perubahan nyata. Kehadiran mereka membawa perspektif inovatif dan keberanian untuk menembus batasan konvensional dalam upaya menjaga lingkungan.

4. Pengakuan Kapasitas Indonesia di Panggung Dunia

Kamal Prawiranegara bukanlah sosok baru di GLF. Sebagai salah satu pendiri forum ini, pengangkatannya sebagai Direktur pertama yang berasal dari Indonesia menegaskan kapasitas profesional dan dedikasi anak bangsa yang diakui secara global. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni untuk memimpin inisiatif-inisiatif lingkungan berskala internasional.

Komitmen untuk Komunitas Akar Rumput

Salah satu nilai utama yang diusung oleh Kamal adalah komitmennya untuk mendukung komunitas akar rumput. “Kita berkomitmen mendukung komunitas akar rumput dalam mengatasi tantangan global. Mereka yang setiap hari berada di garis depan adalah sumber solusi yang sesungguhnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Pernyataan ini sejalan dengan misi GLF sebagai platform berbasis pengetahuan terbesar di dunia yang berfokus pada bentang alam berkelanjutan. Jaringan GLF menjangkau lebih dari empat miliar orang di 175 negara, menjadi wadah bagi pemerintah, ilmuwan, masyarakat sipil, hingga pelaku usaha untuk bertemu dan berkolaborasi. Dengan pendekatan yang berpusat pada komunitas, GLF di bawah kepemimpinan Kamal diharapkan dapat menghasilkan solusi yang lebih adil dan efektif.

Dukungan atas kepemimpinan Kamal datang dari berbagai pihak, termasuk dari para pemimpin di Center for International Forestry Research (CIFOR) dan World Agroforestry Centre (ICRAF). Mereka melihat Kamal sebagai sosok yang tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi juga membawa nilai unik sebagai pemimpin dari Global South yang memahami keragaman perspektif serta tantangan nyata di lapangan.

Melalui sosok seperti Kamal Prawiranegara, Indonesia menunjukkan bahwa kontribusinya dalam menjaga bumi tidak hanya sebatas kekayaan alamnya, tetapi juga melalui suara dan arah kepemimpinan global yang diakui dan dihargai. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Berita Terbaru