Eksekusikan Program Bupati SBS Dan Wakil HMS Yohanes Radja Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yohanes Radja saat berada di kebun Sayur Miliknya,Senin(1/9/25).Foto.Alfonso.

Yohanes Radja saat berada di kebun Sayur Miliknya,Senin(1/9/25).Foto.Alfonso.

1TULAH.COM– Mendukung Program Bupati Malaka Dan Wakil Bupati Di bidang Pertanian, Warga Mengolah Lahan Tidur menjadi Lahan Produktif.

Hal ini dibuktikan warga di manmana Desa Numponi,Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Mengolah Lahan Tidur Menjadi Kebun sayur.

Meski sebagian besar masyarakat di desanya memilih Merantau dan melakukan Pekerjaan yang bisa langsung menghasilkan uang, Radja Yohanes yang lahir 14 Juli Tahun 1973, justru melihat peluang besar untuk mendapatkan penghasilan dari bercocok tanam sayur di kampungnya, di Manmana Desa Numponi Kabupaten Malaka Propinsi NTT.

Di tengah negeri  di Desa ramai atau gencar mensosialisasikan ketahanan pangan, Ia sudah bergerak terlebih dahulu memanfaatkan lahan yang semula lahan tidur dan ditumbuhi semak belukar menjadi lahan pertanian produktif.

Baca Juga :  Pemkab Barito Timur Siapkan Rest Area Truk Lintas Provinsi untuk Urai Kemacetan

Oleh karena itu, Radja Yohanes pun mendorong agar para pemuda tani di daerah lainnya bisa bangkit untuk menjadi petani sukses.

“Ini menjadi bukti dukungan kita terhadap pemerintah,” kata Radja Yohanes.

Yohanes menjelaskan, sayuran yang di budidayakan antara lain, Lombok 5000 Pohon, Kubis(Kol) 750 pohon, Tomat 600 Pohon.Terong 150 pohon. Sayur Putih 500 pohon.

“Setidaknya ada 5 item sayur lebih di lahan 1 hektar,” sebut Radja Yohanes.

Dirinya menghimbau dan berharap agar masyarakat terutama anak muda, harus berperan penting di era Sekarang. Anak muda harus bergerak untuk berkarya membangun pertanian yang lebih maju.

Baca Juga :  Mitos "Agent of Change" dan Fenomena KKN Influencer: Saat Pengabdian Mahasiswa Bertumbal Algoritma

Yohanes memang bukan sarjana pertanian yang paham tentang seluk beluk cara bertani, Namun tekadnya sangat kuat untuk menjadi petani muda yang sukses.

“Yang saya lakukan ini untuk Mendukung ketahanan pangan dalam keluarga dan untuk menambah penghasilan keluarga,” tambahnya.

Kendala saat ini, lanjutnya,  kekurangan pupuk dan baru memulai.

“Kami mohon kepada pemerintah, terutama kepada dians terkait bisa membantu memenuhi kebutuhan yang kami minta,” tutupnya.(Alfonso)

Editor : Dadang Hardiwan

Berita Terkait

Lima Tersangka Ditetapkan Polisi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan
DP3ADALDUKKB Mura Fokus Cegah Kasus Baru Stunting melalui Penguatan Kader
Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani
Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun
Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi
Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir
DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!
Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:08 WIB

Lima Tersangka Ditetapkan Polisi Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan

Senin, 27 Juli 2026 - 20:59 WIB

DP3ADALDUKKB Mura Fokus Cegah Kasus Baru Stunting melalui Penguatan Kader

Senin, 27 Juli 2026 - 18:29 WIB

Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kalteng: Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan Berlapis demi Petani

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun

Senin, 27 Juli 2026 - 11:51 WIB

Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 11:43 WIB

Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:38 WIB

DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:32 WIB

Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR

Berita Terbaru