Tarif Dagang AS untuk Indonesia Turun Jadi 19%? Ini Kata Trump Setelah Bertemu Prabowo

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS, Donald Trump (Instagram)

Presiden AS, Donald Trump (Instagram)

1TULAH.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 15 Juli 2025 (Rabu pagi, 16 Juli WIB), mengumumkan bahwa AS telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Indonesia. Klaim ini muncul menyusul pembicaraan langsung antara Presiden Trump dan Presiden Prabowo Subianto. Pengumuman ini pertama kali dibagikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

Detail Kesepakatan Versi Trump: Tarif Asimetris dan Komitmen Pembelian Besar

Menurut unggahan Trump, kesepakatan ini mencakup beberapa poin kunci yang memiliki implikasi signifikan bagi kedua negara:

  • Tarif Ekspor AS ke Indonesia: Indonesia tidak akan mengenakan tarif apa pun atas ekspor Amerika Serikat. Ini berarti produk-produk AS akan masuk ke pasar Indonesia tanpa dikenai bea masuk.
  • Tarif Ekspor Indonesia ke AS: Amerika Serikat akan menerapkan tarif sebesar 19 persen atas ekspor Indonesia. Angka ini merupakan penurunan signifikan dari ancaman awal Trump yang akan menghantam produk Indonesia dengan tarif impor 32 persen, yang sedianya akan berlaku mulai 1 Agustus 2025. Penurunan tarif ini, meski masih 19 persen, tetap menjadi sorotan karena sifatnya yang asimetris.
  • Komitmen Pembelian dari Indonesia: Sebagai bagian dari perjanjian, Trump mengklaim Indonesia berkomitmen untuk membeli:
    • Energi AS senilai US$15 miliar (sekitar Rp244,074 triliun dengan kurs Rp16.271 per dolar AS).
    • Produk Pertanian Amerika senilai US$4,5 miliar (sekitar Rp73 triliun).
    • 50 pesawat Boeing, banyak di antaranya adalah seri Boeing 777.

Komitmen pembelian besar ini, menurut Trump, tercapai setelah pembicaraan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga

Respons Indonesia dan Isu Transshipment

Hingga Selasa sore waktu AS, pemerintah Indonesia belum membuat pengumuman serupa terkait detail kesepakatan yang diklaim Trump. Ketidaksesuaian pengumuman ini sering terjadi dalam kebijakan perdagangan Trump yang dikenal fluktuatif.

Trump juga menekankan pentingnya isu transshipment. Ia menyatakan, “Jika terjadi transshipment dari negara dengan tarif lebih tinggi, maka tarif tersebut akan ditambahkan ke tarif yang dibayar Indonesia.” Pernyataan ini menunjukkan fokus AS dalam mencegah praktik penghindaran tarif melalui negara ketiga.

“Terima kasih untuk rakyat Indonesia atas persahabatan dan komitmen untuk mengatasi defisit perdagangan. Kami akan tetap berbuat banyak untuk Rakyat Amerika dan Rakyat Indonesia!” tutup Trump dalam unggahannya.

Sorotan pada Komoditas Tembaga dan Asimetri Tarif

Menariknya, Presiden Trump juga menyinggung komoditas tembaga. Ia mengatakan, “Indonesia dikenal dengan tembaga berkualitas tinggi, yang akan kami gunakan.” Pernyataan ini membuka kemungkinan tarif yang lebih rendah, atau bahkan tanpa tarif, untuk tembaga dari Indonesia, terutama jika Trump melanjutkan ancamannya untuk memajaki seluruh impor tembaga sebesar 50% mulai 1 Agustus.

Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa komoditas tembaga Indonesia yang masuk ke AS berkisar USD 20 juta pada tahun 2024. Meskipun masih kalah dengan Chile dan Kanada, nilai tersebut cukup signifikan.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dalam wawancara dengan CNBC pada hari Selasa, menegaskan asimetri tarif ini: “Tidak ada tarif di sana [untuk AS di Indonesia]; mereka [Indonesia] membayar tarif di sini [di AS]. Mengalihkan asimetri ke arah kita.” Trump juga menyebutkan bahwa India “bekerja di jalur yang sama” dalam hal mengamankan perjanjian perdagangan serupa.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Rekam Jejak Kebijakan Perdagangan Trump

Kebijakan perdagangan Trump dikenal fluktuatif dan telah menyebabkan ketidakpastian di kalangan banyak bisnis global. Pada April lalu, Trump sempat mengenakan tarif 32 persen untuk barang-barang dari Indonesia sebelum menghentikan apa yang disebut “tarif timbal balik”. Negara-negara lain yang seharusnya dikenakan tarif serupa telah dikenakan tarif minimum 10 persen selama tiga bulan terakhir, dengan kesepakatan tersebut berakhir pada 1 Agustus.

Pengumuman ini menandai perjanjian perdagangan keempat Trump dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, ia telah menjanjikan puluhan kesepakatan dengan mitra dagang AS, namun realisasinya kerap menghadapi tantangan. Salah satu perjanjian yang diumumkannya sebelumnya adalah dengan Vietnam di awal bulan ini, juga diposting di Truth Social, namun detail lebih lanjut dari pemerintah Vietnam belum dirilis.

Kekhawatiran muncul di kalangan pelaku usaha bahwa pesanan produk luar negeri mereka dapat dikenakan tarif yang jauh lebih tinggi secara tiba-tiba, mengingat mudahnya Trump mengubah tarif yang dikenakan pada ekspor suatu negara. Trump menyarankan perusahaan dapat menghindari masalah ini dengan memindahkan produksi ke AS. Namun, dalam praktiknya, hal ini tidak sesederhana itu. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru