Aktivis Lingkungan Delima Silalahi Diteror Bangkai Burung: Diduga Terkait Tuntutan Penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL)

- Jurnalis

Minggu, 1 Juni 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiriman paket bangkai burung yang diterima aktivis lingkungan di Sumut. [Dok Istimewa]

Kiriman paket bangkai burung yang diterima aktivis lingkungan di Sumut. [Dok Istimewa]

1TULAH.COM-Seorang aktivis lingkungan vokal, Delima Silalahi, baru-baru ini menjadi korban teror yang diduga kuat berkaitan dengan perjuangannya menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pada Jumat, 30 Mei 2025 pagi, sebuah paket mencurigakan berisi bangkai burung berlumuran darah ditemukan di rumahnya di Desa Parik Sabungan, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut).

Kronologi Penemuan Paket Teror

Kejadian bermula saat Delima Silalahi menerima paket kardus kecil di rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB. Merasa tidak memesan apa pun, Delima sempat kebingungan sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka paket tersebut. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati isi paket adalah seekor bangkai burung dalam kondisi berlumuran darah dengan luka sayatan.

Rocky Pasaribu, Direktur Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), mengungkapkan dugaan bahwa paket teror ini dikirim pada malam hari sebelumnya. “Teman kami Delima Silalahi sekitar jam delapan (Jumat pagi) mendapatkan paket isinya burung yang sudah mati dan berdarah,” ujar Rocky kepada SuaraSumut.id pada Minggu, 1 Juni 2025.

Simbolik Teror dan Bentuk Pembungkaman

Rocky Pasaribu menduga kuat bahwa pengiriman bangkai burung ini merupakan bentuk teror dan upaya pembungkaman terhadap Delima Silalahi serta para aktivis lingkungan lainnya yang gencar menyuarakan penutupan TPL. Ia menjelaskan simbolisme di balik teror ini. “Bagi orang Batak itu kan burung melambangkan kebebasan, dia bisa terbang ke mana pun, jadi ini seperti pesan ‘kebebasanmu akan saya rampas’,” jelas Rocky.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Menurutnya, Delima Silalahi menjadi sasaran karena perannya sebagai aktivis lingkungan yang telah lama dan lantang menyuarakan penolakan terhadap keberadaan TPL. “Kenapa ke kak Delima, mungkin karena dia sudah cukup lama jadi aktivis lingkungan dan sejak awal sudah menentang keberadaan perusahaan ini,” tambah Rocky.

Perjuangan Melawan Perusahaan Perusak Lingkungan: Fokus pada PT TPL

Rocky Pasaribu menegaskan bahwa insiden ini tidak akan menyurutkan semangat mereka. “Kami menduga teror itu ada kaitannya dengan perjuangan kita bersama untuk melawan perusahaan perusak lingkungan yang ada di kawasan Danau Toba. Kami tegaskan kami tidak takut dan kami akan melawan,” tegas Rocky.

Dia secara gamblang menyebut PT Toba Pulp Lestari (TPL) sebagai perusahaan yang terus mereka soroti dan tuntut penutupannya. Menurut Rocky, desakan penutupan TPL semakin gencar disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat di Sumut, termasuk beberapa pimpinan gereja, dalam tiga bulan terakhir. Hal ini menguatkan dugaan bahwa teror bangkai burung ini berkaitan erat dengan intensitas kampanye tersebut.

Mengapa PT Toba Pulp Lestari (TPL) Menjadi Sorotan? Isu Kerusakan Lingkungan dan Sosial

PT Toba Pulp Lestari (TPL) telah menjadi subjek kritik dan tuntutan serius terkait dampak operasionalnya terhadap lingkungan dan masyarakat di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Berbagai pihak, termasuk Gereja HKBP dan organisasi lingkungan seperti Walhi, menuntut penutupan TPL karena dianggap memicu krisis ekologis dan sosial.

Baca Juga :  Diduga Intimidasi Dokter hingga Wafat, Anggota DPRD TTU Norbetus Tubani Dipanggil DPP PKB

Beberapa isu utama yang menjadi sorotan meliputi:

  • Deforestasi Massif: TPL diduga melakukan deforestasi hingga puluhan ribu hektar, bahkan di kawasan hutan lindung yang vital sebagai penyangga kehidupan dan pengendali bencana.
  • Pencemaran Lingkungan: Warga setempat melaporkan pencemaran air dan udara, serta gangguan kesehatan seperti gatal-gatal dan kerusakan lahan pertanian akibat limbah pabrik TPL yang telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun tanpa izin dari masyarakat adat.
  • Bencana Alam Berulang: Operasional TPL diyakini berkontribusi pada bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang berulang di sekitar wilayah operasionalnya.

Kontroversi ini menciptakan ketegangan yang signifikan antara perusahaan, masyarakat adat, dan aktivis lingkungan. Mereka mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas, termasuk pencabutan izin dan penutupan TPL, demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Danau Toba.

Insiden teror terhadap Delima Silalahi ini menjadi pengingat serius akan risiko yang dihadapi para pembela lingkungan dalam perjuangan mereka. Akankah teror ini berhasil membungkam suara-suara kritis, atau justru akan semakin mengobarkan semangat perjuangan mereka? (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Berita Terbaru