Sri Mulyani Peringatkan Dunia: Perekonomian Global Suram, Perang Dagang Ancam Stabilitas

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melontarkan peringatan keras tentang masa depan perekonomian global yang suram. (Tangkapan Layar YouTube DPR RI)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melontarkan peringatan keras tentang masa depan perekonomian global yang suram. (Tangkapan Layar YouTube DPR RI)

1TULAH.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melontarkan peringatan keras tentang masa depan perekonomian global yang suram.

Dalam rapat paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan III, Selasa (20/5/2025), Sri Mulyani menegaskan bahwa dunia akan terus dibayangi ketidakpastian akut akibat kombinasi berbahaya dari persaingan ekonomi, perang dagang, perang keuangan, hingga konflik militer antar negara.

“Dunia akan terus dibayangi ketidakpastian akibat persaingan dan perang ekonomi, perang dagang, perang keuangan dan bahkan perang militer antar negara,” kata Sri Mulyani, melukiskan gambaran suram yang harus dihadapi Indonesia dan seluruh dunia.

Kontraksi Ekonomi Global dan Perubahan Paradigma

Menurut Sri Mulyani, gelombang perang dagang yang eskalatif dan ketidakpastian arah kebijakan ekonomi global telah memperburuk situasi perekonomian dunia yang sudah rapuh sejak awal tahun. Ia menunjuk beberapa indikator konkret di triwulan I tahun ini yang menunjukkan adanya kontraksi pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara.

“Korea Selatan mengalami kontraksi 0,1% year on year, ini adalah pertama kali sejak COVID tahun 2020 terjadi. Malaysia yang pada triwulan IV-2024 sempat tumbuh 4,9%, pada triwulan I-2025 hanya tumbuh 4,4%. Singapura yang menjadi hub dari perdagangan dan investasi global mengalami penurunan pertumbuhan yang signifikan dari triwulan sebelumnya tumbuh 5% menjadi hanya 3,8% year on year,” beber Sri Mulyani, menunjukkan betapa rentannya fondasi ekonomi global saat ini.

Baca Juga :  Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Mesin Uang FIFA dan Pemicu Ledakan Judi Online

Sri Mulyani menyoroti perubahan paradigma yang drastis. Globalisasi dan semangat kerja sama antar negara, yang selama ini menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi, kini telah berubah menjadi fragmentasi dan persaingan sengit di semua lini. Blok-blok kesepakatan perdagangan dan investasi yang dibangun antar negara disebutnya telah ditinggalkan dan tidak lagi dihormati.

“Proteksionisme dan orientasi inward looking serta prinsip my country first telah mengancam dan menghancurkan kerja sama bilateral dan multilateral yang merupakan tatanan global sejak pasca Perang Dunia II yang dibangun dan didominasi oleh negara-negara Barat dalam hal ini Amerika Serikat,” tutur Sri Mulyani. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa prinsip-prinsip dasar tatanan ekonomi dunia pasca-Perang Dunia II sedang terkikis oleh gelombang nasionalisme ekonomi yang baru.

Ancaman Rantai Pasok dan Stabilitas Global

Situasi ini pada akhirnya menciptakan gangguan rantai pasok global yang selama ini menjadi andalan dan fondasi bagi sistem ekonomi. Volatilitas dan ketidakpastian global ini turut melemahkan kegiatan ekspor-impor, serta mendorong aliran modal keluar (capital outflow). Pada gilirannya, hal ini mengancam stabilitas nilai tukar, meningkatkan tekanan inflasi, dan menyebabkan suku bunga global tetap tinggi, menciptakan lingkaran setan bagi perekonomian dunia.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Dukung Semangat Pembangunan di Hari Jadi Barito Utara

Menteri Keuangan juga secara spesifik menyoroti kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengingatkannya pada kondisi 125 tahun lalu. Dalam kondisi ini, peran Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang diciptakan sebagai tempat negosiasi sengketa dagang antar negara, secara de facto disebut tidak lagi berjalan efektif.

“Kebijakan pengenaan tarif resiprokal oleh AS kepada 145 negara mitra dagangnya yang diumumkan Presiden Trump pada 2 April 2025, dapat dibandingkan atau setara dengan tingkat tarif ekstrem tinggi yang dilakukan AS 125 tahun lalu. Jarum sejarah dunia seakan berputar balik mundur satu abad ke belakang di AS, atau bahkan mundur ke abad 16-18 sewaktu kebijakan Merkantilisme mendominasi dunia,” ungkap Sri Mulyani.

Pernyataan ini adalah peringatan serius. Kebijakan proteksionisme ekstrem ala Trump, menurut Sri Mulyani, mencerminkan kembali era Merkantilisme, di mana negara-negara berupaya memaksimalkan ekspor dan membatasi impor untuk mengumpulkan kekayaan.

Situasi ini, lanjutnya, memicu berbagai perubahan tatanan sosial, politik, dan ekonomi di berbagai negara. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

Berita Terbaru