Perpisahan di Kelab Malam, Sekolah SMAN di Kalsel Tuai Kontroversi: Respons Kepala Sekolah Justru Membagongkan

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 06:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kelab malam (Facebook/Zuok Singapore)

Ilustrasi kelab malam (Facebook/Zuok Singapore)

1TULAH.COM-Sebuah video yang memperlihatkan acara perpisahan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang diadakan di sebuah kelab malam, viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @feedgramindo4 memperlihatkan para siswa dan siswi yang mengenakan pakaian formal seperti jas dan kebaya lengkap dengan riasan, berada di dalam kelab malam yang diketahui bernama Hexagon. Meskipun tanpa dekorasi khusus layaknya acara perpisahan sekolah pada umumnya, suasana tetap terlihat mewah dengan memanfaatkan fasilitas kelab seperti videotron yang menampilkan data siswa, panggung, dan tata lampu yang elegan.

Namun, bukan hanya lokasi acara yang menjadi sorotan publik, melainkan juga sikap kepala sekolah yang terekam dalam video dan memberikan dukungan penuh terhadap acara perpisahan yang tidak lazim ini.

“Alhamdulillah kami melaksanakan dengan lancar, aman,” ujar kepala sekolah dalam video tersebut. “Makanannya luar biasa mantap,” lanjutnya dengan nada puas.

Saat ditanya mengenai alasan pemilihan kelab malam Hexagon sebagai lokasi perpisahan, kepala sekolah menjelaskan bahwa tempat tersebut dianggap aman dan mudah dijangkau oleh seluruh siswa. Bahkan, kepala sekolah tersebut berencana untuk kembali mengadakan acara serupa di tempat yang sama pada tahun berikutnya.

“Ya kita lihat karna karna aksesnya mungkin bisa terjangkau oleh semua siswa dan jangkauannya dekat kemudian kondisi daerahnya juga aman,” jawab kepala sekolah saat ditanya alasannya memilih Hexagon.

Baca Juga :  Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

“Jadi selanjutnya nanti perpisahan tahun depan bisa di Hexagon lagi ya bu,” timpal seorang pria dalam video.

“Dan intinya di dalam pelaksanaan aman, terkendali, berjalan lancar, semua yang disajikan makanannya mantap luar biasa the best lah untuk Hexagon,” lanjut kepala sekolah dengan antusias.

“Insyaallah,” jawabnya singkat ketika ditanya kemungkinan acara serupa di tahun depan.

Ironisnya, setelah acara formal usai, video tersebut juga memperlihatkan para siswa dan siswi asyik berjoget diiringi musik layaknya pengunjung kelab malam pada umumnya.

Sontak, video ini langsung dibanjiri komentar pedas dan hujatan dari warganet yang mempertanyakan keputusan kepala sekolah dan pihak sekolah. Banyak yang menyayangkan pemilihan lokasi yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dan perkembangan siswa. Bahkan, beberapa warganet menyinggung peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait dengan kejadian ini.

Beberapa komentar warganet yang terpantau antara lain:

  • “@om***py: Awal nya coba coba atau rasa penasaran dan ingin tahu tempat apa sih hexagon.”
  • “@Ev***13: Mantap buuuk,,awal kehancuran anak’ sdh dikenalkan tempat dugem,,mana KPAI,,dinas pendidikan yg sprti ini baru bisa dikritik, kenapa KPAI diam saja ya.”
  • “@ac***la: Akhir nya lulus sekolah dan semua murid nya siap jadi lc.”
  • “@Ka***ng: Tumben KPAi dan Komnas HAM serta sahabatnya Verrel ga nongol?”
  • “@A**: KPAI kaya gini melanggar ham gak?”
Baca Juga :  Casinia Casino – Nopeat‑Fire Slot Action Modernille Pelaajille

Mengenal Lebih Dekat KPAI

Sebagai informasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) adalah lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (yang kemudian diperbarui menjadi UU No. 35 Tahun 2014). KPAI memiliki tugas utama untuk mengawasi dan memastikan hak-hak anak di Indonesia terpenuhi dan terlindungi.

Tugas Utama KPAI meliputi:

  • Melakukan Pengawasan: Mengawasi pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak anak di seluruh wilayah Indonesia.
  • Menerima dan Menindaklanjuti Laporan: Menampung dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pelanggaran hak anak.
  • Melakukan Pemantauan & Evaluasi: Memantau dan mengevaluasi dampak program perlindungan anak.
  • Melakukan Sosialisasi dan Edukasi: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak.
  • Kerja Sama: Berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat perlindungan anak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMAN 1 Sungai Tabuk maupun KPAI terkait viralnya video perpisahan di kelab malam ini. Namun, kejadian ini jelas memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat mengenai etika dan nilai-nilai dalam penyelenggaraan acara sekolah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi
Polri Bongkar Kasus Dugaan Penyalahgunaan Elpiji Subsidi di Klaten
Polisi Ciduk Warung Sembako Jual Obat Keras di Kalideres
DPRD Kalteng Soroti Nasib Pendidikan di Wilayah Pelosok pada Momentum Hardiknas
Isu Menkeu Purbaya Sakit di Media Sosial, Wamenkeu: Insyaallah Sehat, Doakan Saja
Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional
Mencekam! Penembakan Membabi Buta di Coldharbour Lane Brixton, 4 Orang Jadi Korban
Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:37 WIB

PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:36 WIB

Polri Bongkar Kasus Dugaan Penyalahgunaan Elpiji Subsidi di Klaten

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:32 WIB

Polisi Ciduk Warung Sembako Jual Obat Keras di Kalideres

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Isu Menkeu Purbaya Sakit di Media Sosial, Wamenkeu: Insyaallah Sehat, Doakan Saja

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:01 WIB

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah Rp17.346 per Dolar AS: “Perfect Storm” Hantam Ekonomi Nasional

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:21 WIB

Mencekam! Penembakan Membabi Buta di Coldharbour Lane Brixton, 4 Orang Jadi Korban

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:58 WIB

Bukan Sekadar Saran Teknis, Prof. Suparji Sebut Rekomendasi Konsultan Chromebook Fatal secara Hukum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:32 WIB

Megawati Kritik Keras Sidang Militer Kasus Air Keras Aktivis KontraS: “Hukum Jangan Poco-Poco!”

Berita Terbaru

Ilustrasi Haji dan Umrah

Nasional

PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Kursi Roda Resmi

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:37 WIB

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

Berita

Polisi Ciduk Warung Sembako Jual Obat Keras di Kalideres

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:32 WIB

Donald Trump [The White House]

Internasional

Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Mobil Uni Eropa Jadi 25 Persen

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:30 WIB