Biaya Haji 2026: Pemerintah Telusuri Efisiensi, Target Prabowo Lebih Murah dari Malaysia

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 04:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Terminal Khusus haji-umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025). (Suara.com/Novian)

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Terminal Khusus haji-umrah di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/5/2025). (Suara.com/Novian)

1TULAH.COM-Prabowo Subianto menargetkan biaya haji lebih murah dari Malaysia! Pemerintah telusuri efisiensi komponen biaya seperti transportasi, katering, dan akomodasi. Menag dan BP Haji siap bekerja keras.

Kabar gembira bagi calon jemaah haji Indonesia! Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan angin segar dengan instruksinya untuk menurunkan biaya haji di masa mendatang. Tekad ini disampaikan saat peresmian Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno Hatta, Minggu (4/5/2025).

Bahkan, Prabowo menargetkan agar ongkos haji Indonesia bisa lebih murah dari negara tetangga, Malaysia.

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengakui bahwa tugas ini tidaklah mudah. Namun, pemerintah akan bergerak cepat menelusuri setiap komponen biaya haji untuk mencari potensi efisiensi.

“Itu memang yang salah satu disampaikan presiden sejak awal makanya istilah presiden telusuri komponen cost mulai dari transportasi mulai dari konsumsi akomodasi. Tentu tugas berat kami di 2026 adalah telusuri cost pembentuk biaya haji supaya bisa dikurangi, terutama yang menyebabkan inefisiensi tetapi tidak mengurangi pelayanan,” jelas Dahnil di Bandara Soetta.

Fokus Utama Efisiensi: Transportasi dan Penerbangan

Dahnil memaparkan bahwa sekitar 30 persen dari total biaya haji dialokasikan untuk transportasi. Salah satu penyebab tingginya biaya ini adalah sistem carter pesawat yang membuat jemaah membayar tiket pulang pergi, meskipun pesawat carter tersebut kembali ke Tanah Air dalam keadaan kosong.

Untuk mengatasi hal ini, BP Haji berencana menjajaki skema kerja sama dengan sektor pariwisata Arab Saudi. Tujuannya adalah agar pesawat yang membawa jemaah kembali ke Indonesia tidak terbang dengan kursi kosong.

“Maka kita mau dorong skema supaya, misalnya pulangnya, misalnya Garuda atau Saudi Airlines pulangnya tidak kosong. Salah satunya kerja sama dengan sektor pariwisata di Saudi karena warga setempat biasanya ketika musim haji mereka keluar, mereka berwisata. Skema-skema itu yang kita bicarakan supaya bisa menekan biaya pesawat,” tutur Dahnil.

Baca Juga :  Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Menteri Agama Ungkap Faktor Penyebab Biaya Haji Tinggi

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap besarnya biaya haji. Salah satunya adalah lamanya durasi tinggal jemaah di Arab Saudi.

“Pertama, lamanya kita berada di Saudi Arabia. Satu hari itu bisa menghabiskan dana berapa yang bisa sampai 50 miliaran, kalau kita bisa menghemat lima hari, empat 20, berapa itu? empat kali lima, 200 miliar. Belum lagi yang lain,” ungkap Menteri Agama.

Meski demikian, Nasaruddin menegaskan bahwa efisiensi dan penghematan adalah kunci untuk menekan biaya haji. Langkah ini terbukti berhasil menurunkan ongkos haji tahun 2025 sebesar Rp4 juta.

“Kenapa bisa bayarnya lebih murah? Itu karena kita melakukan penghematan-penghematan di berbagai tempat,” katanya.

Negosiasi dan Alternatif Jadi Kunci Penurunan Biaya

Lebih lanjut, Menteri Agama menyebutkan beberapa area yang berpotensi untuk efisiensi, mulai dari negosiasi harga hotel, biaya transportasi bus di Tanah Suci, hingga biaya penerbangan. Sementara terkait durasi tinggal, hal tersebut masih bergantung pada slot bandara.

“Yang membuat kita lama itu sebetulnya bukan karena inginnya orang Indonesia lama-lama di sana, tapi karena begitu padatnya pesawat menjemput seluruh dunia. Sementara bandara yang paling besar di dunia itu kan adalah Saudi Arabia tapi itu pun juga bayangkan, kalau 3,5 juta jemaah haji harus pulang pergi dalam waktu yang bersamaan dengan seluruh negara lain itu bisa kita bayangkan dan pada saat bersamaan keamanan pun juga harus dipelihara oleh mereka dan juga oleh kita,” jelas Nasaruddin.

Baca Juga :  KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

“Jadi insyaAllah ke depan kalau nanti kita punya alternatif lain maka itulah nanti akan menjadi faktor penghemat,” imbuhnya.

Prabowo Minta Garuda Lakukan Efisiensi Penerbangan

Presiden Prabowo secara langsung meminta Garuda Indonesia untuk melakukan efisiensi terhadap hal-hal yang tidak diperlukan dalam penerbangan haji.

“Kita akan bikin efisien, penerbangan, Garuda juga saya minta efisien dilakukan semua upaya untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu, efisiensi bisa turunkan biaya dan itu yang kita harus capai,” tegas Prabowo.

Prabowo juga mengapresiasi keberhasilan penurunan biaya haji sebesar Rp4 juta pada tahun 2025. Namun, ia belum merasa puas dan ingin biaya haji bisa ditekan lebih rendah lagi, bahkan lebih murah dari Malaysia.

“Sekarang alhamdulillah kita bisa turunkan biaya haji Rp4 juta yang sudah dirasakan oleh jemaah tahun ini 203 ribu. Tapi Rp4 juta saya minta dikurangi lagi, saya belum puas. Kita harus termurah yang bisa kita capai, kalau bisa lebih murah dari Malaysia,” kata Prabowo.

Pelayanan Terbaik untuk Jemaah, Terutama Lansia

Selain fokus pada penurunan biaya, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji Indonesia, terutama jemaah lanjut usia. Mengingat jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia yang mencapai 2 hingga 2,2 juta setiap tahun, pelayanan yang optimal menjadi prioritas utama.

“Dengan demikian tentunya pemerintah ingin beri pelayanan terbaik kepada jemaah kita, juga kita mengerti bahwa banyak jemaah kita juga sudah lanjut usia sehingga harus benar-benar diurus dengan baik,” pungkas Prabowo. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB