Antisipasi Darurat IKN: Basarnas Balikpapan Perkuat Personel dan Siapkan Pos Siaga

- Jurnalis

Minggu, 27 April 2025 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Basarnas. [Ist]

Ilustrasi Basarnas. [Ist]

1TULAH.COM-Seiring dengan masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan mengambil langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan di wilayah yang akan menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia tersebut.

Kepala Basarnas Balikpapan, Dody Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah mengatasi kekurangan jumlah personel lapangan yang dianggap belum ideal untuk menjangkau wilayah kerja yang luas, termasuk kawasan IKN. Hal ini disampaikan Dody saat berada di Balikpapan pada Sabtu (26/04/2025).

“Saat ini Basarnas Balikpapan memiliki 73 personel. Tapi, jumlah tenaga lapangan aktif hanya sekitar 35 orang,” ungkap Dody, seperti dikutip dari ANTARA pada Minggu (27/04/2025).

Wilayah operasional Basarnas Balikpapan sendiri mencakup area yang cukup luas, meliputi Kota Balikpapan, Samarinda, sebagian wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), Kabupaten Paser, hingga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang kini menjadi lokasi strategis pembangunan IKN.

Mengingat tantangan medan yang beragam dan jarak tempuh dari Balikpapan menuju IKN yang memakan waktu kurang lebih dua jam, Dody menekankan bahwa penambahan personel lapangan menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Harapan kami dengan adanya IKN, jumlah tenaga lapangan bisa ditingkatkan, karena jarak tempuh dari Balikpapan ke lokasi IKN membutuhkan waktu kurang lebih dua jam,” jelas Dody.

Dirikan Satuan Siaga di Sekitar IKN untuk Respons Cepat

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Catat 2.216 Kasus Kejahatan 3C Hingga Juni 2026

Sebagai upaya untuk mempercepat respons terhadap potensi kedaruratan di kawasan IKN, Basarnas Balikpapan berencana untuk mendirikan satuan siaga yang berlokasi di sekitar wilayah ibu kota baru tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dan mempercepat bantuan jika terjadi insiden.

Proses koordinasi terkait pengajuan lahan untuk pendirian pos siaga ini pun telah dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dody mengungkapkan bahwa respons dari pemerintah daerah sangat positif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati Penajam Paser Utara untuk pengajuan lahan. Pemerintah daerah mendukung, saat ini masih dalam tahap koordinasi,” terangnya.

Menurut Dody, pemilihan lokasi pos siaga di dekat aliran sungai akan memberikan keuntungan strategis, terutama dalam hal penempatan alat utama air yang akan lebih dekat dengan area-area yang berpotensi rawan. Selain itu, mobilitas personel menuju dan dari wilayah IKN juga akan menjadi lebih efisien.

Sebagai langkah awal operasional satuan siaga di IKN, Basarnas Balikpapan akan menempatkan minimal satu tim penyelamat yang beranggotakan 10 orang. Selain itu, akan ada staf administrasi yang bertugas mendukung operasional terkait dokumentasi dan logistik.

Kabar baiknya, Basarnas Balikpapan mendapatkan tambahan personel yang signifikan pada tahun ini. “Alhamdulillah tahun ini kami mendapatkan tambahan 30 personel dari penerimaan ASN dan P3K, semuanya untuk jabatan penyelamat. Ini tentu memperkuat sumber daya manusia kami,” tambah Dody dengan optimisme.

Baca Juga :  Bendung Badai PHK, Pemerintah Siap Pangkas Harga Gas Industri Non-Subsidi

Petakan Potensi Kedaruratan di IKN, Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Basarnas Balikpapan juga telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi kedaruratan yang mungkin terjadi di kawasan IKN. Beberapa risiko yang diidentifikasi antara lain banjir, tanah longsor, serta kerawanan bangunan yang disebabkan oleh kondisi tanah di wilayah tersebut.

Meskipun risiko gempa bumi di kawasan IKN tergolong kecil, Basarnas Balikpapan tetap memberikan perhatian serius terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti perubahan arus laut dan sungai, yang sejalan dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Untuk Balikpapan, Samarinda, dan PPU, banjir yang terjadi selama ini masih tergolong terukur, artinya saat hujan reda banjir biasanya cepat surut. Namun demikian, koordinasi dengan wilayah tetap kami tingkatkan,” ujar Dody.

Dalam rangka mendukung seluruh upaya kesiapsiagaan ini, Basarnas Balikpapan terus mengintensifkan kegiatan patroli, memperkuat sistem pemantauan, serta menempatkan alat utama SAR (Search and Rescue) di titik-titik yang dianggap rawan terhadap bencana.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam setiap kondisi kedaruratan, apalagi dalam mendukung pembangunan IKN ke depan,” pungkas Dody, menegaskan kesiapan Basarnas Balikpapan dalam mengamankan dan melayani kawasan ibu kota baru Indonesia. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB