Perang Dagang Amerika vs China: Indonesia Punya Strategi Hadapi, Begini Respons Menkeu AS

- Jurnalis

Jumat, 25 April 2025 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  (sumber: suara.com)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati ungkapkan hasil pertemuannya dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent saat menghadiri Forum G20 dan IMF Spring Meeting 2025 di Washington DC. Dalam pertemuan bilateral tersebut, tidak hanya membahas hubungan Indonesia-AS, keduanya juga menyoroti arah kebijakan global Amerika Serikat melalui peranannya di lembaga-lembaga multilateral seperti IMF dan Bank Dunia.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Scott Bessent, posisi Amerika Serikat tetap akan menjadi anggota dan sekaligus memimpin lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, yang juga menjadi ajang bagi pelaksanaan berbagai agenda nasionalnya Amerika Serikat melalui lembaga-lembaga tersebut,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers daring, Jumat (25/4).

Ia berpendapat, peran aktif AS pada berbagai lembaga internasional tersebut menjadi faktor penting yang berdampak pada tatanan perdagangan dan kerja sama global, termasuk hubungan ekonomi dengan Indonesia.

Indonesia Ambil Peran Aktif dalam Perdagangan Resiprokal
Sri Mulyani memaparkan bahwa untuk sekarang pihak AS tengah mendorong tatanan perdagangan baru yang lebih resiprokal atau saling menguntungkan. Menyikapi dinamika terbaru ini, Indonesia memperkuat pendekatan diplomasi ekonomi melalui berbagai jalur, termasuk Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), Kementerian Perdagangan AS, dan Departemen Keuangan AS.

“Dalam konteks ini tentu kita juga harus terus mempelajari perkembangan ini, karena dalam pembahasan kami, Amerika juga menyoroti mengenai hubungan mereka dengan China yang merupakan salah satu faktor penting yang tentu akan berpengaruh terhadap Indonesia maupun seluruh kawasan ekonomi dunia,” lanjut Sri Mulyani.

Baca Juga :  Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Ia menambahkan bahwa, proposal Indonesia dalam negosiasi tarif sudah menerima apresiasi dari pihak AS sebagai salah satu yang paling komprehensif dan visioner. Pemerintah AS memberikan respons positif terhadap keterbukaan Indonesia dalam berdialog dan komitmen terhadap reformasi struktural di dalam negeri.

“Indonesia dianggap sebagai first mover, dan hal ini dinilai akan memberikan advantage atau keuntungan dalam posisi Indonesia di dalam proses perundingan ini,” ucap Sri Mulyani.

Adapun Indonesia resmi memasuki tahap awal negosiasi tarif usai menandatangani non-disclosure agreement (NDA) dengan USTR pada 23 April 2025 dan menjadikannya sebagai salah satu dari 20 negara pertama yang mencapai tahap tersebut.

Airlangga: Semua Strategi Indonesia Berbasis Kepentingan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto turut ikut menyampaikan bahwa seluruh proposal dan pendekatan Indonesia dalam proses perundingan dagang ini dirancang untuk melindungi kepentingan nasional di berbagai sektor strategis.

“Tawaran Indonesia kepada Amerika Serikat untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang adil, fair and square, sepenuhnya mengacu kepada kepentingan nasional dan dirancang untuk menjaga perimbangan (manfaat) setidaknya pada lima manfaat,” kata Airlangga pada konferensi pers yang sama. Airlangga menjabarkan setidaknya lima manfaat utamanya, yaitu:
1. Menjaga ketahanan energi nasional,
2. Memperjuangkan akses pasar ekspor,
3. Mendorong kemudahan berusaha melalui deregulasi,
4. Membangun rantai pasok industri strategis termasuk mineral kritis,
5. Memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk di sektor kesehatan, pertanian, dan energi terbarukan.

Baca Juga :  Fenomena Gelar Budaya Elite Politik, Sosiolog: Alat Dongkrak Karisma dan Citra

Menurut Airlangga, pendekatan yang dibawa Indonesia ke meja perundingan bukan sekadar diplomasi teknis, namun mencerminkan visi jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi nasional sekaligus membangun posisi tawar yang berimbang di tengah kompetisi global.

Target Selesai dalam 60 Hari
Airlangga juga menyampaikan terkait pemerintah yang menargetkan proses negosiasi teknis dengan AS bisa diselesaikan dalam waktu dua bulan ke depan.

“Kami mengharapkan detail pembahasan dan negosiasi teknis dapat diselesaikan dalam 60 hari,” ucap Airlangga.

Indonesia Siap Hadapi Perubahan Tatanan Ekonomi Global
Bermula dari komunikasi awal yang solid, posisi strategis dalam forum global, dan proposal komprehensif yang telah diakui oleh AS, Indonesia dinilai siap menghadapi dinamika perubahan tatanan perdagangan dunia. Pemerintah berharap negosiasi ini bisa menghasilkan kesepakatan yang bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat fondasi kemandirian bangsa dalam sektor-sektor vital.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : suara.com

Berita Terkait

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni
Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB