RUU TNI Tuai Kritik Pedas dari PPI Dunia: Proses Tergesa-gesa dan Ancaman Demokrasi!

- Jurnalis

Kamis, 20 Maret 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi TNI (Pexels/chaikong2511)

Ilustrasi TNI (Pexels/chaikong2511)

1TULAH.COM-Revisi Undang-Undang (RUU) TNI menjadi sorotan tajam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di berbagai negara. Mereka menyoroti sejumlah isu krusial dalam pembahasan RUU TNI yang dinilai berpotensi mengancam demokrasi.

Ketua PPI Australia, Wildan Ali, mengkritik keras proses legislasi yang dilakukan DPR RI dan pemerintah. Ia menilai proses tersebut terburu-buru dan minim partisipasi publik. “Keputusan untuk melakukan rapat di hotel mewah selama akhir pekan merupakan sesuatu yang anomali, apalagi di tengah kebijakan pemerintah yang menerapkan efisiensi anggaran,” tegas Wildan.

Substansi RUU TNI yang Bermasalah

  • Batas Usia Pensiun TNI: Sekretaris Jenderal PPI Belanda, Vadaukas Valudzia, menyoroti kenaikan batas usia pensiun TNI. Ia menilai hal ini dapat menghambat regenerasi di tubuh militer.
  • Keterlibatan TNI dalam Penanganan Ancaman Siber: Ketua PPI Denmark, Yuan Anzal, menilai Pasal 7 ayat (2) angka 15 RUU TNI berpotensi mengancam demokrasi. “Hal ini akan mengancam sistem demokrasi sebagaimana yang terjadi pada kasus di Papua pada tahun 2019 perihal internet shutdown,” ujarnya.
  • Perluasan Jabatan Sipil untuk TNI Aktif: Perwakilan PPI Jerman, Muhammad Nur Ar Royyan Mas, menilai hal ini akan mengaburkan mekanisme pertanggungjawaban pidana. Ia berpendapat revisi UU Peradilan Militer lebih mendesak.
  • Potensi Dwifungsi TNI: Perwakilan PPI Inggris Raya, Aulia Mutiara Syifa, khawatir perluasan jabatan sipil untuk TNI akan memunculkan kembali dwifungsi TNI. “Perluasan jabatan dan penempatan TNI aktif pada 6 kementerian/lembaga, yang sebelumnya telah dijalankan pada 10 kementerian/lembaga, akan membawa TNI dalam keleluasaan melakukan praktik dwifungsi TNI/ABRI untuk mencampuri penyelenggaraan atau administrasi pemerintahan,” jelasnya.
Baca Juga :  Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Desakan PPI Dunia

Baca Juga :  Polisi Tangkap DPO Penipuan Rekrutmen ASN Palsu di Kalimantan Tengah

Ketua PPI Jepang, Prima Gandhi, menegaskan bahwa PPI di berbagai negara mendesak pemerintah dan DPR RI untuk menghentikan pengesahan RUU TNI. Mereka menuntut kajian komprehensif yang melibatkan publik, akademisi, dan masyarakat sipil. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Sukses Tekan Stunting, Murung Raya Sabet Tiga Penghargaan Tingkat Provinsi
Sidang UU Peradilan Militer di MK: Aktivis Tuntut Prajurit Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum
Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP
Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal
Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas
Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:40 WIB

Sukses Tekan Stunting, Murung Raya Sabet Tiga Penghargaan Tingkat Provinsi

Selasa, 28 April 2026 - 18:57 WIB

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang

Selasa, 28 April 2026 - 16:39 WIB

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Selasa, 28 April 2026 - 11:57 WIB

Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas

Selasa, 28 April 2026 - 06:08 WIB

Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Selasa, 28 April 2026 - 02:54 WIB

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

Berita Terbaru