Festival Berdarah di India: Puluhan Orang Tewas di Maha Kumbh Mela

- Jurnalis

Kamis, 30 Januari 2025 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jenazah. (Unsplash)

Ilustrasi jenazah. (Unsplash)

1TULAH.COM-Insiden penyerbuan yang terjadi di Maha Kumbh Mela, India utara, pada Rabu (29/1/2025) telah menyebabkan puluhan jenazah dibawa ke kamar mayat rumah sakit. Tragedi ini terjadi saat puluhan juta orang berkumpul untuk mandi di sungai suci pada hari paling sakral dari festival yang berlangsung selama enam minggu tersebut.

Menurut tiga sumber kepolisian yang berbicara kepada Reuters, jenazah terus berdatangan ke kamar mayat Rumah Sakit Moti Lal Nehru Medical College lebih dari 12 jam setelah insiden terjadi. Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan jumlah korban secara resmi.

“Lebih banyak jenazah berdatangan. Kami memiliki hampir 40 jenazah di sini. Kami juga memindahkan mereka keluar dan menyerahkannya kepada keluarga satu per satu,” ujar salah satu sumber kepolisian.

Perwira polisi senior Vaibhav Krishna menolak memberikan jumlah korban secara resmi, dengan alasan bahwa petugas masih sibuk mengelola situasi di lapangan.

Baca Juga :  Wabup Barsel Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla dan Distribusi Air Bersih di Setiap Kecamatan

Keluarga korban yang putus asa mengantre untuk mengidentifikasi kerabat mereka yang tewas akibat desak-desakan. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa insiden ini terjadi karena kepadatan yang luar biasa saat para penyembah berbondong-bondong menuju pertemuan tiga sungai suci. Penutupan rute ke air juga menyebabkan kepanikan, membuat banyak orang terhenti dan pingsan karena sesak napas.

“Terjadi keributan, semua orang mulai mendorong, menarik, dan memanjat satu sama lain. Ibu saya pingsan… lalu saudara ipar saya. Orang-orang menabrak mereka,” ujar Jagwanti Devi, seorang penyintas berusia 40 tahun.

Di Rumah Sakit SRN Prayagraj, tempat beberapa korban luka dirawat, seorang pejabat menyebutkan bahwa banyak korban meninggal karena serangan jantung atau penyakit penyerta seperti diabetes.

“Orang-orang datang dengan patah tulang, fraktur… Beberapa pingsan di tempat dan dibawa dalam keadaan meninggal,” kata pejabat tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Wujudkan Kuliah Gratis di PTN

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan bahwa pejabat setempat telah dikerahkan untuk membantu para penyintas. Namun, ia tidak menyebutkan jumlah pasti korban tewas.

Yogi Adityanath, Kepala Menteri Negara Bagian Uttar Pradesh, menjelaskan bahwa penyerbuan terjadi ketika beberapa penyembah mencoba melompati barikade yang dipasang untuk mengendalikan kerumunan. Insiden tersebut terjadi antara pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari waktu setempat.

Di lokasi kejadian, suasana haru terlihat jelas. Beberapa orang terduduk di tanah sambil menangis, sementara yang lain melangkahi barang-barang yang ditinggalkan oleh mereka yang berusaha melarikan diri dari kepanikan massa. Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya manajemen massa dalam acara keagamaan berskala besar seperti Maha Kumbh Mela. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

SiLPA Anjlok Jadi Rp10 Miliar, Struktur Belanja APBD Perubahan Barito Selatan Dipangkas Rp200 M
Wabup Barsel Instruksikan Pembentukan Posko Karhutla dan Distribusi Air Bersih di Setiap Kecamatan
Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon
DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting
Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”
Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026
Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!
Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

SiLPA Anjlok Jadi Rp10 Miliar, Struktur Belanja APBD Perubahan Barito Selatan Dipangkas Rp200 M

Senin, 28 September 2026 - 13:31 WIB

Dugaan Cacat Syarat Pendidikan Gibran Disidangkan di MK, Ini Poin Gugatan Pemohon

Senin, 28 September 2026 - 06:53 WIB

DPRD Kalteng Dukung Pembukaan Rekening Bansos, Purdiono: Pemberdayaan Ekonomi Jauh Lebih Penting

Senin, 28 September 2026 - 06:48 WIB

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Kabupaten Bekasi, Alasan Baru Tunjukkan KTA: “Suka-suka Saya Dong!”

Senin, 28 September 2026 - 04:30 WIB

Harumkan Nama Indonesia, Widya Esthetic Clinic Banjarmasin Raih Penghargaan Bergengsi Asia Pasifik 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:28 WIB

Kemenimipas Bongkar Temuan Sidak di Lapas Cibinong: Pintu Sel Diperiksa Satu per Satu!

Minggu, 27 September 2026 - 09:17 WIB

Membaca Dinamika Gambut Indonesia: Mengapa Matematika dan Pemodelan Sains Menjadi Kunci Menjaga Keseimbangan Karbon Bumi

Sabtu, 26 September 2026 - 09:14 WIB

Setahun Berjuang Lawan Sakit, Guruh Soekarnoputra Mengembuskan Napas Terakhir di RS Siloam

Berita Terbaru