Krisis Murid Ancam Sekolah Muhammadiyah, Zakat Institusi Jadi Solusi?

- Jurnalis

Minggu, 29 Desember 2024 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sekolah di Indonesia yang butuh perhatian. (Unsplash/Jess Yuwono)

Ilustrasi Sekolah di Indonesia yang butuh perhatian. (Unsplash/Jess Yuwono)

1TULAH.COM-Sejumlah sekolah Muhammadiyah di tingkat PAUD dan SD dikabarkan mengalami penurunan jumlah murid yang signifikan. Untuk mengatasi masalah ini, Muhammadiyah tengah mengoptimalkan penyaluran zakat institusi guna mendukung keberlangsungan sekolah-sekolah tersebut.

Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar di Indonesia, tengah menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlangsungan sekolah-sekolah di bawah naungannya, terutama di tingkat PAUD dan SD. Penurunan jumlah murid menjadi masalah utama yang dihadapi oleh banyak sekolah Muhammadiyah, khususnya di daerah-daerah.

“Dulu setiap cabang Muhammadiyah bangga memiliki TK dan SD, tapi sekarang banyak yang kekurangan murid,” ungkap Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), Gunawan Budiyanto.

Baca Juga :  Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Penyebab Penurunan Jumlah Murid

Beberapa faktor yang menyebabkan penurunan jumlah murid di sekolah Muhammadiyah antara lain:

  • Perubahan kondisi sosial ekonomi: Perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat membuat sebagian orang lebih memilih sekolah swasta atau negeri yang dianggap lebih berkualitas.
  • Kurangnya minat masyarakat terhadap pendidikan agama: Semakin banyak orang tua yang lebih memprioritaskan pendidikan umum dibandingkan pendidikan agama.
  • Persaingan dengan sekolah lain: Banyaknya sekolah baru yang berdiri membuat persaingan semakin ketat.

Solusi dari Zakat Institusi

Untuk mengatasi permasalahan ini, Muhammadiyah berupaya mengoptimalkan pemanfaatan zakat institusi. Zakat institusi yang dikumpulkan dari pendapatan perguruan tinggi Muhammadiyah kemudian disalurkan kembali untuk mendukung operasional sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

“UMY misalnya, menyalurkan zakat institusi untuk 93 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Yogyakarta. Dana ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti renovasi gedung, pengadaan sarana prasarana, dan program-program peningkatan mutu pendidikan,” jelas Gunawan Budiyanto.

Ketua BPH UMY, Agung Danarto, menegaskan bahwa penyaluran zakat institusi merupakan bentuk taawun (saling tolong menolong) antar lembaga Muhammadiyah. “Kami berharap zakat institusi ini dapat membantu meringankan beban sekolah-sekolah Muhammadiyah yang kesulitan,” ujarnya. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Berita Terbaru