Fambi Mait Teme: Kisah Inspiratif Masyarakat Adat Selamatkan Hutan Indonesia

- Jurnalis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang masyarakat adat melihat karya foto

Salah seorang masyarakat adat melihat karya foto "Fambi Mait Teme" di Yogyakarta, Jumat (11/10/2024) malam. [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

1TULAH.COM-Kerusakan hutan akibat pembalakan liar dan pengembangan industri sawit menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem. Namun, di tengah maraknya deforestasi, terdapat secercah harapan dari kelompok-kelompok masyarakat adat yang berjuang keras untuk melindungi hutan mereka.

Sejak tahun 2022, sekelompok ekspeditor muda telah melakukan Ekspedisi Arah Singgah ke delapan wilayah di Indonesia, dari Sumatera hingga Papua. Tujuan ekspedisi ini adalah untuk mendokumentasikan upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh masyarakat adat dan menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut serta dalam gerakan pelestarian alam.

Hasil dari ekspedisi tersebut dituangkan dalam sebuah pameran foto bertajuk “Fambi Mait Teme” atau “Hutan adalah Ibu” dalam bahasa Tehit, yang digelar di LIP Yogyakarta pada tanggal 11-20 Oktober 2024. Pameran ini menyajikan beragam kisah inspiratif tentang bagaimana masyarakat adat berjuang untuk menjaga kelestarian hutan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kisah Lukita Sembiring: Dari Pembalak Liar Menjadi Pelestari Gajah

Salah satu kisah yang paling menarik perhatian adalah kisah Lukita Sembiring, seorang mantan pembalak liar yang kini menjadi pelestari gajah di Tangkahan, Sumatera Utara. Dulu, Lukita terlibat dalam penebangan pohon-pohon tua di kawasan ekosistem Leuser. Namun, setelah menyadari dampak buruk dari perbuatannya terhadap lingkungan, ia memutuskan untuk beralih profesi dan menjadi bagian dari upaya pelestarian gajah.

Kisah Lukita membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidaklah saling bertentangan. Dengan mengembangkan pariwisata berbasis konservasi, Lukita berhasil mendapatkan penghasilan yang lebih baik sambil tetap menjaga kelestarian hutan dan satwa liar.

Yunita Ulim: Perempuan Suku Moi yang Menjaga Keanekaragaman Hayati

Kisah inspiratif lainnya datang dari Yunita Ulim, seorang perempuan dari Suku Moi di Sorong, Papua Barat. Yunita adalah seorang perajin garam nipah yang memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan pelepah pohon nipah yang tumbuh di rawa-rawa, Yunita menghasilkan produk garam hitam yang unik dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Baca Juga :  Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan

Melalui kegiatannya, Yunita tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem mangrove, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat di sekitarnya. Kisahnya menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki peran penting dalam upaya pelestarian lingkungan.

Pameran Fambi Mait Teme: Sebuah Panggilan untuk Bertindak

Pameran foto “Fambi Mait Teme” tidak hanya menyajikan keindahan alam Indonesia, tetapi juga mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mendukung upaya pelestarian alam yang dilakukan oleh masyarakat adat. Melalui pameran ini, kita diajak untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan alam dan mencari solusi bersama untuk mengatasi masalah lingkungan yang semakin kompleks. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial
Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”
Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya
BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:16 WIB

Presiden Prabowo Minta Rakyat Rekam Aparat Nakal: “Jangan Melawan, Video Saja dan Lapor Saya”

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:01 WIB

Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus: TAUD Resmi Gugat Praperadilan Polda Metro Jaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:47 WIB

BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Berita Terbaru

Ketua Pengcab ORADO Murung Raya, Reno S.Kom

Berita

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB