Terancam Bangkrut Pasca Embargo Ekonomi oleh Negara Barat, Presiden Rusia Balik Ancam Amerika dengan Penyitaan Aset

- Jurnalis

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan aturan yang mengizinkan penyitaan aset-aset AS di Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan aturan yang mengizinkan penyitaan aset-aset AS di Rusia.

1TULAH.COM-Negara Rusia saat ini sedang dalam embargo ekonomi sebagai dampak menginvasi Ukraina pada 2022 lalu. Embargo yang didukung oleh Amerika Serikat dan Negara-negara barat ini, bisa saja membuat ekonomi Rusia bangkrut.

Untuk menantisipasi kebangkrutan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis (23/5/2024) mengesahkan keputusan yang mengizinkan penyitaan aset-aset milik warga negara dan perusahaan-perusahaan Amerika di Rusia.

Perintah ini dimaksudkan untuk menjadi metode bagi warga negara dan perusahaan Rusia mendapatkan kompensasi dari pemerintah Rusia jika mereka terkena dampak negatif dari sanksi Barat baru-baru ini terhadap negara beruang merah itu.

Individu, perusahaan, dan organisasi Rusia akan dapat mengajukan kompensasi kepada pemerintah Rusia jika mereka dirugikan oleh sanksi-sanksi Barat.

Baca Juga :  Seimbangkan Kekuatan Timur dan Barat, Prabowo Temui Macron Usai Diskusi Panjang dengan Putin

Metode pembayaran yang diproyeksikan adalah dengan menyita aset-aset Amerika yang ada di Rusia, termasuk perusahaan, real estat, saham, dan rekening bank.

Setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, pihak Barat membekukan sekitar AS$300 miliar aset keuangan Rusia, yang sebagian besar merupakan cadangan bank sentral.

Bulan lalu, Kongres Amerika meloloskan sebuah RUU yang memungkinkan Presiden Joe Biden meningkatkan dukungan bagi Ukraina dengan dana dari aset-aset yang dibekukan itu. Rusia menyebut tindakan Biden ilegal.

Meskipun sebagian besar perusahaan-perusahaan Barat telah meninggalkan Rusia setelah dimulainya serangan ke Ukraina, sebagian perusahaan tetap tinggal, terutama perusahaan-perusahaan yang belum dapat menjual bisnis mereka di Rusia. Kini, perusahaan-perusahaan ini menghadapi risiko penyitaan aset oleh pemerintah Rusia.

Baca Juga :  Tok! Presiden Prabowo Teken PP Gaji Ke-13 2026: Cair Juni, Ini Rincian Nominal PNS, PPPK, & Pejabat

Menurut mantan Presiden Dmitry Medvedev, aset-aset pribadi individu Amerika di Rusia akan menjadi fokus program ini karena jumlah properti negara Amerika di Rusia “tidak signifikan”.

Keputusan terbaru ini mengatakan bahwa aset-aset individu yang berada di bawah kendali Amerika akan menjadi sasaran program ini, namun cakupan “di bawah kendali Amerika” itu tidak jelas. (Sumber:voaindonesia.com)

 

 

 

Berita Terkait

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting
Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial
Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX
Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:36 WIB

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 April 2026 - 16:39 WIB

Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 11:18 WIB

21 Ucapan Hari Kartini 2026: Inspiratif, Powerful, dan Cocok untuk Caption Media Sosial

Senin, 20 April 2026 - 11:09 WIB

Penyelundupan Senjata Iran ke Sudan Digagalkan: Wanita Asal Los Angeles Ditangkap di Bandara LAX

Senin, 20 April 2026 - 06:31 WIB

Perkuat Sinergitas, Kasat Intelkam Polres Bartim Gelar Coffee Morning Bersama PWI dan IWO

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto Muhidin, saat memimpin rapat koordinasi TPPS tahun 2026 yang digelar di Aula Setda Gedung A Puruk Cahu, Senin (20/4/2026).

Berita

Murung Raya Evaluasi Program 15 Desa Prioritas Stunting

Senin, 20 Apr 2026 - 21:36 WIB