Israel Lakukan Serangan Udara, Tiga Putra dan Empat Cucu Pemimpin Hamas Tewas saat Rayakan Idul Fitri

- Jurnalis

Kamis, 11 April 2024 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga putra pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh tewas dibom Israel saat merayakan Idul Fitri pada Rabu (10/4/2024) (sumber: suara.com)

Tiga putra pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh tewas dibom Israel saat merayakan Idul Fitri pada Rabu (10/4/2024) (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Tiga putra pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, Palestina pada Rabu (10/4/2024) ketika tengah merayakan Idul Fitri bersama keluarga mereka di Kamp Pengungsi Al Shati.

Militer Israel sendiri telah mengonfirmasi serangan itu dan menuding tiga putra Haniyeh itu sebagai anggota sayap militer Hamas, demikian dilansir dari Reuters.

Hazem, Amir dan Mohammad, tiga putra Haniyeh itu, tewas saat mobil yang mereka tumpangi dibom Israel. Ayah mereka saat ini bermukim di Qatar dan menjadi pemimpin lobi-lobi Hamas.

Selain tiga orang putra, empat orang cucu Haniyeh – tiga perempuan dan satu lelaki – juga tewas dalam pengemboman itu. Militer Israel enggan berkomentar terkait tewasnya anak-anak dalam pengeboman tersebut.

“Darah anak-anak saya sama saja dengan darah rakyat kita,” kata Haniyeh dalam pidatonya Rabu. Ia diketahui memiliki 13 orang putra.

Tiga putra Haniyeh itu, bersama anak-anak mereka, tengah berkunjung ke kediaman keluarga di Kamp Al Shati dalam rangka merayakan Idul Fitri saat mobil mereka dibom.

Sebelumnya, Selasa (9/4/2024) Hamas mengatakan akan mempelajari usulan gencatan senjata dari Israel, usai perang berkecamuk selama sekitar 6 bulan sejak Oktober tahun lalu.

Haniyeh menegaskan pihaknya tak akan menerima proposal Israel itu sebab tidak sesuai dengan kepentingan Palestina di Gaza.

“Permintaan kami jelas dan spesifik. Musuh kami bermimpi jika mengira kami akan berubah dengan membunuh putra-putra saya di tengah perundingan,” ujar Haniyeh.

Adapun kematian tiga putra Haniyeh itu juga diakui oleh Abdel-Salam Haniyeh, putra sulung Haniyeh.

“Alhamdulillah, Allah mengizinkan tiga saudara saya Hazem, Amir dan Mohammad bersama anak-anak mereka menjadi syuhada,” tulis Abdel di Facebook.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem, Gelombang Panas AS Tekan Jaringan Listrik dan Transportas
Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan
Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C
Banjir Kritik! Jet Pribadi Presiden FIFA Terbangkan 516 Ton Emisi Karbon di Piala Dunia 2026
Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!
Selat Hormuz Diblokade Lagi, Pertemuan Damai JD Vance dan Iran di Swiss Tegang
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:44 WIB

Lumpuh Akibat Cuaca Ekstrem, Gelombang Panas AS Tekan Jaringan Listrik dan Transportas

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:38 WIB

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C

Senin, 29 Juni 2026 - 06:14 WIB

Banjir Kritik! Jet Pribadi Presiden FIFA Terbangkan 516 Ton Emisi Karbon di Piala Dunia 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:33 WIB

Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:37 WIB

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Selat Hormuz Diblokade Lagi, Pertemuan Damai JD Vance dan Iran di Swiss Tegang

Berita Terbaru