Telur hingga Beras Penyebab Terjadinya Inflasi Ramadan Sebesar 0,52%

- Jurnalis

Senin, 1 April 2024 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi beras. (foto: freepik/jcomp)

Ilustrasi beras. (foto: freepik/jcomp)

1TULAH.COM – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat inflasi sebesar 0,52% pada bulan Maret 2024. BPS menggambarkan fenomena ini sebagai “inflasi Ramadan” karena terjadi selama bulan suci Ramadan.

“Inflasi Maret 2024 tentunya bertepatan dengan momen Ramadan dan mengalami peningkatan inflasi dibandingkan dengan Februari 2024. Jika kita bandingkan dengan periode sebelumnya kecuali 2022, inflasi pada Ramadan tahun ini relatif lebih tinggi yaitu sebesar 0,52%, tetapi kalau di 2022 inflasi pada Ramadan 2022 jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi Ramadan tahun ini,” ucap Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (1/4/2024).

Menurut penjelasan Amalia, inflasi Ramadan tahun ini dipicu terutama oleh kenaikan harga komoditas pangan yang tidak stabil. Di antaranya adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, dan bawang putih.

“Beberapa komoditas yang mengalami deflasi pada Maret 2024 yaitu cabai merah, tomat dan tarif angkutan udara,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Menurut Amalia, selama Ramadan dan lebaran pada tahun 2022 dan 2023, kelompok yang biasanya menjadi penyumbang utama inflasi adalah makanan, minuman, tembakau, dan transportasi. Namun, pada Ramadan tahun ini, terjadi perbedaan dengan kondisi sebelumnya. Selain kelompok tersebut, kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi inflasi terbesar kedua adalah perawatan pribadi dan kelompok lainnya, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,04%.

“Sementara itu kelompok transportasi memberikan andil inflasi yang lebih rendah yaitu sebesar 0,01% pada Maret 2024. Hal ini didorong oleh tarif angkutan udara yang pada bulan Ramadan tahun ini ternyata mengalami deflasi sebesar 0,97%. Jika dirinci terdapat 20 provinsi yang mengalami deflasi tarif angkutan udara dan 17 provinsi mengalami inflasi tarif angkutan udara, sedangkan satu provinsi lainnya stabil,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Inflasi pada bulan Maret 2024 mencapai 0,52%, dipicu oleh semua komponen utama, terutama yang harganya fluktuatif. Komponen inti mengalami kenaikan harga sebesar 0,23%, dan memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,15%. Komoditas seperti emas perhiasan, minyak goreng, dan makanan berat seperti nasi memainkan peran dominan dalam menyumbang inflasi pada komponen inti.

Selanjutnya, komponen harga yang diatur oleh pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,08%, dengan kontribusi inflasi sebesar 0,01%. Komoditas yang memiliki peran dominan dalam menyumbang inflasi pada komponen harga yang diatur oleh pemerintah adalah sigaret kretek mesin (SKM).

Komponen harga yang fluktuatif mengalami inflasi sebesar 2,16%. Komponen ini memberikan kontribusi inflasi terbesar, yaitu sebesar 0,36%. Komoditas yang secara dominan menyumbang inflasi pada komponen harga yang fluktuatif adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri
Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan
Gudang Elpiji di Buntok Terbakar! Diwarnai Insiden Truk Damkar Tabrak Pagar Kantor Bupati
Kapolda Metro Jaya Naik Pangkat, Tindak Lanjut Sesuai Arahan Presiden
Polisi Tangkap Dua Pelaku Begal Penembak Bripka Arya Supena Hingga Meninggal
Dongkrak Sektor Strategis, DPRD Kalteng Soroti Hilirisasi hingga Kewajiban Plasma Perkebunan
Sakit Hati Mendiang Epy Kusnandar Didoakan ‘Mampus’, Karina Ranau Adukan Netizen ke Polres Jaksel
Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:07 WIB

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:51 WIB

Gudang Elpiji di Buntok Terbakar! Diwarnai Insiden Truk Damkar Tabrak Pagar Kantor Bupati

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:33 WIB

Kapolda Metro Jaya Naik Pangkat, Tindak Lanjut Sesuai Arahan Presiden

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:40 WIB

Dongkrak Sektor Strategis, DPRD Kalteng Soroti Hilirisasi hingga Kewajiban Plasma Perkebunan

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:15 WIB

Sakit Hati Mendiang Epy Kusnandar Didoakan ‘Mampus’, Karina Ranau Adukan Netizen ke Polres Jaksel

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:04 WIB

Menanti Magis Thomas Tuchel: Prediksi Starting XI dan Kesiapan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:58 WIB

Sempat Mangkir, Kejagung Akhirnya Ringkus Aktor Intelektual Korupsi Tambang PT AKT di Murung Raya

Berita Terbaru

Foto Ketua DPRD Barut, Hj Merry Rukaini

DPRD BARUT

Pimpinan dan Anggota DPRD Barut Hadir dalam Rakor KPK

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:57 WIB