1TULAH.COM, Muara Teweh- Menindaklanjuti keluhan warga terkait mahalnya LPG bersubsidi 3 kg, Pertamina Kalteng, melakukan sidak di Kota Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, Kamis 28 Maret 2024.
Pertamina Kalteng di pimpin Branch Manager (SBM) Wilayah Barito, M Ridho Hasbullah, didampingi Kepala Disperindag Barut, Dewi Handayani dan tim, Kabag Perekonomian serta aparat Kepolisian Barito Utara dan Satpol PP.
Sidak dilakukan di 4 agen yang ada di Muara Teweh, termasuk pangkalan dan juga sejumlah pedagang atau kios eceran. Hal ini dilakukan guna mengetahui harga jual yang dikeluhkan warga masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) barito Utara, Dewi Handayani saat sidak meminta pihak agen melaporkan distribusi LPG bersubsidi setiap hari ke pangkalan. Hal ini guna mengetahui dan mudahnya mereka memantau distribusi.
“Sebagian ada yang melaporkan namun juga ada yang tidak melaporkan. Kami juga mempertanyakan masih banyaknya pangkalan yang tutup dan jarang buka. Kami juga sering dilaporkan warga jika masih ada pangkalan menjual diatas harga HET. Makanya nanti pangkalan dilaporkan mesti dikunjungi,” kata Dewi Handayani.
Dari laporan Agen dan juga pangkalan, melambungnya harga LPG bersubsidi 3 kg ada permainan pelangsir. Mereka membeli ke sejumlah pangkalan di dalam Kota Muara Teweh, lalu di jual kembali.
Hal ini terungkap saat tim Pertamina Kalteng bersama Disperindag, polisi dan Satpol PP mengunjungi sejumlah pedagang atau kios eceran. Fakta ditemukan stok LPG yang ada di kios eceran berasal dari berbagai Agen. Harga jual bervariasi, dari harga penjualan nRp40 ribu sampai harga Rp48 ribu per tabung.
Branch Manager (SBM) Wilayah Barito, M Ridho Hasbullah mengatakan, terkait pangkalan yang sering tutup dan jarang buka segera dilaporkan ke pihaknya untuk bisa dilakukan evaluasi. Ridho juga berjanji untuk memberikan data seluruh pangkalan yang ada di Barito Utara.
“Harga yang mahal ditingkat eceran. Masalah ini bisa diatasi oleh daerah dengan menurunkan Satgas atau Pemkab bisa mengatur regulasi ditingkat pedagang eceran.
“Kalau ditutup atau dihentikan pedagang eceran artinya kita menutup orang berusaha. Tetapi ada solusi lain, Pemkab bisa menerapkan HET ditingkat eceran dan itu saran dari kami pertamina. Kalau tugas kami memastikan kelancaran distribusi,” kata M Ridho.
Sidak dilakukan pihak Pertamina Kalteng bersama, Disperindag, polisi dan Satpol PP tidak saja dilakukan di dalam Kota Muara Teweh, melainkan hingga ke Desa Sikui di Kecamatan Teweh Baru.(*)
Penulis : Deni Hariadi
Editor : Adi

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)







![Peserta Aksi Suara Ibu Indonesia membentangkan poster berisi kritik terhadap kebijakan pengenaan PPN sebesar 11 persen pada produk pembalut di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026). [Suara.com/Hiskia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/pajak-softex-225x129.jpg)










![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

