Masuki Puncak Musim Kemarau, DPRD Kalteng Ingatkan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Karhutla

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh.Foto:Dok/1tulah.com

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Seiring memasukinya puncak musim kemarau, kemunculan sejumlah titik panas (hotspot) mulai terdeteksi di beberapa daerah. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurut Faridawaty, peningkatan hotspot dalam beberapa waktu terakhir harus dijadikan alarm serta pengingat dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menilai, langkah pencegahan dan antisipasi sejak awal jauh lebih efektif serta efisien dibandingkan melakukan penanganan saat api sudah membesar dan meluas.

“Peristiwa Karhutla yang mulai terjadi saat ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas akibat kelalaian atau aktivitas pembukaan lahan secara sembarangan,” ungkap politisi Partai NasDem Kalteng ini, Jumat (17/7/2026).

Bahaya Karhutla di Lahan Gambut Kalteng

Faridawaty menjelaskan bahwa pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pelajaran berharga. Keterlambatan dalam penanganan awal sering kali membuat api menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan, terutama di kawasan lahan gambut yang mendominasi karakteristik geografis Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Kebakaran di lahan gambut memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pemadamannya karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan kabut asap pekat yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas ekonomi, hingga melumpuhkan sektor transportasi.

Penguatan Sinergi Lintas Sektor dan Patroli Rutin

Dalam upaya penanggulangan Bencana Karhutla, Faridawaty menegaskan bahwa tanggung jawab tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah maupun petugas pemadam kebakaran semata. Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang solid antara berbagai pihak, mulai dari:

  • Pemerintah Daerah (Pemda)

  • TNI dan Polri

  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

  • Manggala Agni

  • Masyarakat Peduli Api (MPA)

  • Serta seluruh elemen masyarakat di wilayah rawan Karhutla.

Selain sinergi, ia mendorong agar patroli rutin dan pemantauan berkala di kawasan rawan bencana semakin ditingkatkan. Langkah cepat dalam memadamkan titik api sebelum membesar menjadi kunci utama menjaga wilayah Kalteng tetap aman.

“Sinergi semua pihak adalah kunci utama. Patroli harus diperkuat, pemantauan wilayah rawan terus dilakukan secara berkala, dan setiap titik api harus segera dipadamkan sebelum berkembang menjadi kebakaran skala besar yang sulit dijinakkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Imbauan Larangan Membakar Lahan dan Pentingnya Edukasi

Sebagai upaya preventif dari hulu, Faridawaty mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Praktik ini dinilai masih menjadi salah satu faktor utama pemicu terjadinya karhutla di wilayah Bumi Tambun Bungai.

Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif sebagai garda terdepan pencegahan Karhutla. Apabila menemukan atau melihat adanya titik api sekecil apa pun, warga diminta untuk segera melaporkannya kepada petugas terdekat.

“Kesadaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam mencegah Karhutla. Jika melihat atau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas terdekat agar bisa langsung ditangani sebelum meluas,” tambahnya.

Mengakhiri keterangannya, ia berharap pemerintah daerah terus masif menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya pemukiman yang berada di kawasan rawan bencana, guna meminimalkan risiko bahaya Karhutla selama musim kemarau berlangsung. (Ingkit)

Berita Terkait

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Berita Terbaru